Lima Puskesmas Belum Terakreditasi
Selasa, 16 Oktober 2018 - 10:06 WIB > Dibaca 229 kali Print | Komentar
KOTA(RIAUPOS.CO) -Dinas Kesehatan (Dinkes) Pekanbaru merilis lima puskesmas di kota ini belum terakreditasi, sehingga ini menjadi pekerjaan rumah (PR) segera di lakukan akreditasi. Oleh DPRD Pekanbaru proses ini harus sudah selesai 2019.

Seperti disampaikan Plt Kepala Diskes Kota Pekanbaru, Zaini Rizaldi kepada wartawan, dari 21 Puskesmas yang ada di Pekanbaru, 5 di antaranya belum terakreditasi.

Ditegaskannya, akreditasi ini sangat penting, sebagai alat ukur, baik atau tidaknya pelayanan kesehatan di puskesmas. Pihaknya memastikan puskesmas yang telah diakreditasi pelayanannya akan jauh lebih baik dari sebelumnya.

"Sesuai Permenkes Nomor 75 tahun 2014, bahwa seluruh puskemas itu wajib diakreditasi. Tujuannya adalah untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat dan perlindungan serta keselamatan terhadap pasien," katanya.

Lima Puskesmas yang belum terakreditasi tersebut masing-masing Puskemas Simpang Baru, Puskemas Sapta Taruna, Puskemas Garuda, Puskemas Langsat, Puskemas Muara Fajar.

Dilanjutkannya, tidak hanya sekadar predikat saja, namun akreditasi ini sangat penting bagi puskemas untuk bisa bekerjasama dengan BPJS Kesehatan. Sebab pada tahun 2021 nanti hanya puskemas yang ter-akreditasi saja  yang bisa bekerja sama dengan BPJS Kesehatan.

Satu dampaknya, puskesmas tersebut tidak bisa bekerja sama dengan BPJS, jika tidak diurus hingga tahun 2021. Sehingga masyarakat yang akan berobat menggunakan BPJS, tidak bisa di puskesmas tersebut.

Hal ini pun ditanggapi anggota Komisi III DPRD Pekanbaru, Darnil. Menurutnya proses ini harus segera dilakukan supaya seluruh puskesmas yang ada tidak adalagi yang belum terakreditasi.

"Jika belum, tentunya ini sebuah kemunduran. Harusnya puskesmas yang notabene-nya milik pemerintah, sudah terakreditasi semua," kata Darnil.

Ditambahkannya, apalagi Pekanbaru ini Ibu Kota Provinsi Riau.

"Tidak pas jika masih ada puskesmas yang bermasalah nantinya, apalagi ini menyangkut layanan," tegasnya.

Karena sudah terdata belum terakreditasi, politisi Hanura ini meminta kepada pemko untuk segera menyelesaikan administrasi yang belum lengkap, terkait 5 puskesmas tersebut. Pihaknya mengharapkan, semua urusan administrasi ini bisa diselesaikan tahun ini.

Sehingga tahun 2019 nanti, tidak ada lagi persoalan puskesmas, apalagi yang berhubungan dengan BPJS.

"Masalah kesehatan ini, merupakan tanggung jawab pemerintah. Jadi, aneh rasanya hal-hal yang menyangkut administrasi, dicuekin dan tidak diurus. Kami minta segera diselesaikan," pintanya.

Bersamaan dengan Puskesmas ini, Komisi III juga meminta agar Diskes juga mengurus kerja sama RSUD Pekanbaru dengan BPJS.

Sebab, sampai saat ini RSUD belum menerima pasien BPJS, seiring rumah sakit tersebut baru dalam tahap promosi, alias masyarakat yang berobat masih gratis.(gus)


KOMENTAR
Berita Update

Duit Korupsi ’’Amankan” Kasus Istri
Selasa, 19 November 2018 - 19:09 wib
Teken Petisi, Selamatkan Nuril

Teken Petisi, Selamatkan Nuril
Selasa, 19 November 2018 - 18:47 wib

Kejari Kuansing Terima Penghargaan Terbaik Se-Riau
Selasa, 19 November 2018 - 17:00 wib
Laga Kambing, Satu Tewas Satu Kritis

Laga Kambing, Satu Tewas Satu Kritis
Selasa, 19 November 2018 - 16:30 wib

Pemkab Ingatkan Perusahaan
Selasa, 19 November 2018 - 16:00 wib
Dua Jembatan Timbang Dikelola Pihak Swasta

Dua Jembatan Timbang Dikelola Pihak Swasta
Selasa, 19 November 2018 - 15:15 wib
Industri Kosmetik Bakal Tumbuh Positif

Industri Kosmetik Bakal Tumbuh Positif
Selasa, 19 November 2018 - 15:15 wib
Diferensiasi dan Inovasi Jadi Kunci

Diferensiasi dan Inovasi Jadi Kunci
Selasa, 19 November 2018 - 14:30 wib

Pemkab Siak Terima CSR dari BRK
Selasa, 19 November 2018 - 14:22 wib
Cari Berita
Pekanbaru Terbaru
HUT Ke-61, PAPDI Gelar Pengabdian Masyarakat

Senin, 19 November 2018 - 10:16 WIB

IDI Riau Gembira PN Pekanbaru Menangkan Gugatan Anggotanya
1250 Orang Antusias Ikuti Rangkaian #Hands4Diabetes

Minggu, 18 November 2018 - 14:18 WIB

Banyak Pengalaman dan Ilmu Jurnalistik yang Didapat

Jumat, 16 November 2018 - 14:25 WIB

Ingin Bahasa Indonesia jadi Bahasa Internasional, APPBIPA Riau Terbentuk
Sagang Online
loading...
Follow Us
Populer hari ini