Bisa lewat PPS atau Website
Perlu Cek Ulang Data Pemilih Tetap
Senin, 15 Oktober 2018 - 13:35 WIB > Dibaca 425 kali Print | Komentar
JAKARTA (RIAUPOS.CO) - Kartika Sari tidak dapat menyembunyikan kekagetannya saat mengetahui nama dia tidak tercantum di daftar pemilih tetap Pemilu 2019. Saat ditemui JPG, Sabtu (13/10), perempuan asal Sidoarjo itu bertanya-tanya bagaimana bisa namanya tidak masuk DPT. Akhirnya, JPG membantu dia mendaftarkan namanya melalui aplikasi milik KPU.

Kartika tidak sendirian. Pemilih lain, Nurjiyanto, mengalami hal serupa. Pria asal Semarang itu tidak tercatat di DPT setelah dicek secara online dengan menggunakan nomor induk kependudukan. Namun, saat hendak didaftarkan, dia sedang tidak membawa kartu keluarga dan tidak hafal nomor KK-nya itu.

Kondisi yang sama sangat mungkin dialami pemilih lain. Sebab, perbedaan data antara DPT dan daftar penduduk potensial pemilih pemilu (DP4) masih cukup besar. Sekitar 31 juta nama yang tidak sinkron antara DPT dan DP4. Ini menjadi problem yang harus diselesaikan dalam waktu satu bulan ke depan.

Ketua KPU Arief Budiman menjelaskan, problem itulah yang saat ini terus ditangani tim KPU. Dia berharap gerakan melindungi hak pilih (GMHP) yang dicanangkan KPU membuat masyarakat lebih peduli terhadap hak pilihnya. Dalam hal ini, masyarakat mau lebih aktif mengecek apakah dia sudah terdaftar sebagai pemilih atau belum. ”Untuk memudahkan pengecekan, diberi banyak kanal,’’ terangnya.

Ada empat kanal yang disediakan KPU untuk mengecek data pemilih. Yang utama tentu saja pengecekan manual. Masyarakat diharapkan mau datang ke kantor desa atau kelurahan masing-masing. Di tempat tersebut tersedia informasi daftar pemilih tetap di wilayah masing-masing. Bila namanya tidak tercatat di DPT, dia bisa langsung menyampaikan ke petugas panitia pemungutan suara (PPS) untuk dimasukkan. Cukup menunjukkan KTP-el dan KK. 

Untuk pengecekan secara online, KPU menyiapkan tiga kanal. Terdiri atas dua website dan satu aplikasi khusus untuk ponsel android (lihat grafis). Bila belum terdaftar, dia bisa langsung mendaftarkan diri secara online. ”Tinggal masukkan data, asalkan satu, datamu adalah data KTP elektronik,’’ lanjut mantan komisioner KPU Jatim itu.

Para pemilih yang belum terdaftar masih punya waktu mengecek sampai 28 Oktober, saat GMHP ditutup. ’’Setelahnya, kami akan melakukan rekap,’’ tutur alumnus SMAN 9 Surabaya itu. Rekap akan dilakukan berjenjang sampai 15 November mendatang. Setelahnya, KPU akan mengumumkannya sebagai DPT hasil perbaikan 2. 

Pada DPT perbaikan 1, jumlah pemilih susut sebanyak 671.911. Itu merupakan hasil penyisiran terhadap data ganda yang ada di DPT. Jumlahnya menjadi 187.109.973 pemilih. Selisihnya masih cukup jauh dengan data DP4 yang diklaim Ditjen Kependudukan dan Pencatatan Sipil, yakni mencapai 196 juta. ’’Data kami mencakup sampai mereka yang berusia 17 tahun di 17 April 2019,’’ terang Dirjendukcapil Zudan Arif Fakrulloh.

Tentunya, tidak mungkin memasukkan semua pemilih itu ke dalam DPT. Sebab, sebagian di antara mereka belum merekam data untuk KTP-el karena jadwal ulang tahun ke-17-nya masih jauh. Ditjendukcapil memperkirakan DPT hasil perbaikan 2 akan berjumlah sekitar 192 juta.

Direktur Pengelolaan Informasi Administrasi Kependudukan (PIAK) Tavipiyono menjelaskan, saat ini tim Kemendagri sudah bergabung dengan KPU untuk sama-sama menyinkronkan data yang ada. ’’Setiap hari kami ngepos di KPU untuk membantu KPU. Semua data telah kami berikan,’’ terangnya saat dihubungi, kemarin (14/10). 

Sejauh ini, belum ada laporan perkembangan terkini dari tim yang bekerja di KPU. Sebab, proses pemutakhiran data pemilih masih berlangsung sampai 28 Oktober. ”Nanti kami lihat sama-sama, karena KPU juga sudah kami beri hak akses data DP4,” tambahnya.(byu/c10/fat/das)

KOMENTAR
Berita Update
GAMEZ FREE FIRE COMPETITION
Kompetisi eSport Berhadiah Golden Ticket Grand Final Indonesia Master 2019
Rabu, 16 Januari 2019 - 18:02 wib
Masyarakat Keluhkan Banyak Jalan Rusak

Masyarakat Keluhkan Banyak Jalan Rusak
Rabu, 16 Januari 2019 - 17:15 wib

Piala Adipura Diarak di Kota Bangkinang
Rabu, 16 Januari 2019 - 17:00 wib
Dewan Minta Pemkab  Perhatikan Guru Komite

Dewan Minta Pemkab Perhatikan Guru Komite
Rabu, 16 Januari 2019 - 16:30 wib
Pengurus OPSI  Riau dimintai keterangan di kantor Satpol PP Pekanbaru
Dugaan LGBT
Pengurus OPSI Riau dimintai keterangan di kantor Satpol PP Pekanbaru
Rabu, 16 Januari 2019 - 15:43 wib
Kepergok Curi Besi Tua, Pria 46 Tahun Diamankan

Kepergok Curi Besi Tua, Pria 46 Tahun Diamankan
Rabu, 16 Januari 2019 - 15:40 wib
Jangan Daratan Terus, Pesisir Juga Perlu Dilihat
TUAN RUMAH PORPROV X
Jangan Daratan Terus, Pesisir Juga Perlu Dilihat
Rabu, 16 Januari 2019 - 15:30 wib
Harga Beras Turun Rp500 per Kilogram
Beras Impor Masih Diburu
Harga Beras Turun Rp500 per Kilogram
Rabu, 16 Januari 2019 - 15:15 wib
372 Ekor  Sapi  Dihibahkan Tahun Ini

372 Ekor Sapi Dihibahkan Tahun Ini
Rabu, 16 Januari 2019 - 15:00 wib
Cari Berita
Politik Terbaru
Bawaslu Bahas Pidato Jokowi dan Prabowo

Rabu, 16 Januari 2019 - 14:40 WIB

Bulan Depan Prabowo Direncanakan Kunjungi Riau

Rabu, 16 Januari 2019 - 14:35 WIB

TKN: Jokowi Sudah Beri Bukti, 02 Baru Berjanji

Rabu, 16 Januari 2019 - 14:31 WIB

Korupsi, Lima ASN Dipecat

Rabu, 16 Januari 2019 - 12:15 WIB

Debat Capres Harus Mengedukasi Publik

Rabu, 16 Januari 2019 - 11:09 WIB

Sagang Online
loading...
Follow Us