Master Plan Drainase Dibahas di Awal 2019
Senin, 15 Oktober 2018 - 09:40 WIB > Dibaca 536 kali Print | Komentar
Master Plan Drainase Dibahas di Awal 2019
TINJAU: Wakil Ketua DPRD Riau Noviwaldy Jusman saat meninjau salah satu aliran sungai di Kecamatan Rumbai, Kota Pekanbaru akhir pekan ini. AFIAT ANANDA/RIAU POS
Berita Terkait



(RIAUPOS.CO) - Banjir di Kota Pekanbaru semakin mengkhawatirkan. Tidak hanya di jalan, luapan air sudah mulai memasuki pemukiman warga. Untuk itu, Wakil Ketua DPRD Riau Noviwaldy Jusman mendorong agar master plan drainase yang telah dibuat beberapa tahun lalu segera di eksekusi. Ditargetkan pada 2025 mendatang seluruh drainase yang ada di Kota Bertuah sudah terintegrasi.

“Berhubungan ini letaknya di Pekanbaru maka harus ada peran serta Pemko. Mengingat juga perkiraan pembangunan master plan drainase juga menelan anggaran yang besar,” ucap Noviwaldy kepada Riau Pos, Ahad (14/10).

Ia menargetkan awal tahun 2019 mendatang Pemko dan Pemprov mulai membahas master plan tersebut. Kemudian dirampungkan dengan membuat detail master plan. Selanjutnya kedua belah pihak sudah mulai melakukan eksekusi. Menurut dia dalam biaya pembangunan tidak tertutup kemungkinan bisa diminta ke APBN.

“Anggarannya itu diperkirakan mencapai Rp1 Triliun. Tidak ada masalah yang penting tidak ada lagi banjir. Kita juga bisa meminta bantuan APBN. Dengan catatan, setiap pembahasan nanti harus ada menghasilkan detail yang jelas. Karena tidak akan mungkin pusat mau mengeluarkan uang tanpa kejelasan” tuturnya.

Saat ditanya koordinasi antara Pemprov dan Pemko Pekanbaru yang selama ini kurang berjalan, Dedet tidak menampik. Namun ia berkeyakinan masalah tersebut hanya sebatas komunikasi saja. Nantinya bila perlu DPRD Riau akan urut memfasilitasi pertemuan antara kedua belah pihak.

“Kami siap fasilitasi. Yang penting harus ada progres yang terencana dengan baik. Karena target kita 2025 Pekanbaru bebas banjir,” pungkasnya.

Seperti diketahui sebelumnya, genangan air di Kota Pekanbaru semakin hari semakin meluas. Terlebih pada saat musim penghujan saat ini. Adapun solusi yang baru bisa dilakukan pemerintah saat ini masih sebatas pengerukan drainase dan aliran sungai. Sedangkan untuk solusi permanen, yakni pembangunan drainase terintegrasi belum juga terlaksana sampai sekarang.(gem)


Laporan AFIAT ANANDA, Kota



KOMENTAR
Berita Update

Jalin Silaturahmi Antar RT RW Melalui Pengajian Rutin
Selasa, 21 Januari 2019 - 21:06 wib
Harga Cabai Merah Turun, Terong Naik

Harga Cabai Merah Turun, Terong Naik
Selasa, 21 Januari 2019 - 16:45 wib
Pengusutan SPPD Fiktif  Dewan, Tunggu Gelar Perkara

Pengusutan SPPD Fiktif Dewan, Tunggu Gelar Perkara
Selasa, 21 Januari 2019 - 16:31 wib
Bawaslu Kampar Teruskan Laporan Pidana Pemilu

Bawaslu Kampar Teruskan Laporan Pidana Pemilu
Selasa, 21 Januari 2019 - 16:15 wib

Transformasi Hilangkan Bobot 57 Kg
Selasa, 21 Januari 2019 - 15:37 wib
Harga Beras Lokal Naik Lagi

Harga Beras Lokal Naik Lagi
Selasa, 21 Januari 2019 - 15:25 wib
Meranti Ditawarkan Jadi Kota Jaringan Gas

Meranti Ditawarkan Jadi Kota Jaringan Gas
Selasa, 21 Januari 2019 - 15:15 wib
MUI, Mubalig dan BPPOM Diminta Turun Tangan

MUI, Mubalig dan BPPOM Diminta Turun Tangan
Selasa, 21 Januari 2019 - 15:05 wib
Selektif Sebarkan Berita di Media Sosial

Selektif Sebarkan Berita di Media Sosial
Selasa, 21 Januari 2019 - 14:45 wib
Pemprov Diminta Benahi Manajemen RSUD AA

Pemprov Diminta Benahi Manajemen RSUD AA
Selasa, 21 Januari 2019 - 14:30 wib
Cari Berita
Pekanbaru Terbaru
Jalin Silaturahmi Antar RT RW Melalui Pengajian Rutin

Senin, 21 Januari 2019 - 21:06 WIB

Meranti Ditawarkan Jadi Kota Jaringan Gas

Senin, 21 Januari 2019 - 15:15 WIB

Pemprov Diminta Benahi Manajemen RSUD AA

Senin, 21 Januari 2019 - 14:30 WIB

Penyidik Minta Keterangan Saksi Ahli

Senin, 21 Januari 2019 - 14:00 WIB

UN Dipercepat, Tetap Hasilkan Lulusan Terbaik

Senin, 21 Januari 2019 - 09:30 WIB

Sagang Online
loading...
Follow Us
Populer hari ini