Depan >> Berita >> Riau >>
400.000 Anak Belum Punya Akta Kelahiran
Jumat, 12 Oktober 2018 - 14:30 WIB > Print | Komentar
PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Ternyata masih banyak anak di Riau yang belum memiliki akta kelahiran. Terhitung sekitar 400 ribu anak, atau 33 persen dari jumlah keseluruhan anak di Riau. Ditargetkan semua anak ini sudah memiliki akta kelahiran pada 2019.
 

Hal itu disampaikan oleh Komisioner Bidang Hak Sipil dan Partisipasi Anak Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Jasra Putra saat melakukan pertemuan dengan Pemprov Riau di Pekanbaru, Kamis (11/10) siang.
 

Jasra Putra mengatakan, KPAI memiliki fungsi pengawasan. Salah satu yang diawasi adalah pemenuhan akta kelahiran anak. Akta kelahiran dinilai penting dimiliki setiap anak, dan tercatat di data kependudukan.
 

Sesuai rencana pembangunan jangka menengah nasional (RPJMN) 2015-2019, pemerintah menargetkan untuk menerbitkan 80 persen akta kelahiran anak di Indonesia. Target di Riau masih rendah dibanding target nasional.
 

“Dalam RPJMN, target nasional itu 80 persen anak memiliki akta kelahiran. Sedangkan di Riau, masih 77 persen. Ada sekitar 400 ribu anak yang belum memiliki akta kelahiran ini,” ujar Jasra.
 

Oleh karena itu kata Jasra, PKAI mendorong Pemprov Riau untuk memenuhi target tersebut. “Kita dorong ini agar menjadi isu penting di daerah. Sehingga target kita terpenuhi,” ujarnya.
   

Meski target sesuai dengan RPJMN belum tercapai, namun Jasra optimis target tersebut tercapai. Sebab, masih ada satu tahun lagi dalam merealisasikannya. “Tahun 2019 masih ada. Kita harapkan ini supaya tercapai,” kata dia.


Dia juga menyebut, ada dua kabupaten/kota di Riau yang paling rendah capaiannya. Yakni Kabupaten Indragiri Hulu, dan Bengkalis. “Capaian mereka di bawah 60 persen,” ujar Jasra Putra.


Katanya, ada beberapa hal yang menjadi penyebab belum tercapainya target tersebut. Antara lain, karena keterbatasan sumber daya manusia yang ada di Disdukcapil setempat. Kemudian, soal birokrasi. Tak hanya itu, keuangan yang terbatas juga jadi penyebab. “Penyebab karena SDM, birokrasi, soal budget dan entri data,” katanya.


Sebelumya, Direktur Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kemendagri, Zudan Arief Fakrulloh mengatakan, bagi daerah yang belum herhasil memenuhi target, agar membuat program semua murid sekolah dapat akta. Program ini bisa bekerja sama dengan sekolah di berbagai tingkatan.(dal)
KOMENTAR
Berita Update

Ada Kalajengking di Kabin Pesawat, Begini Respons Lion Air
Minggu, 16 Februari 2019 - 19:45 wib

Bandara Internasional Supadio Ditutup Sementara
Minggu, 16 Februari 2019 - 19:42 wib

45.779 Honorer K2 Resmi Melamar PPPK
Minggu, 16 Februari 2019 - 19:39 wib

Inalum Pasok Bahan Baku Velg
Minggu, 16 Februari 2019 - 14:41 wib

TPS Belum Sepenuhnya Ramah Penyandang Disabilitas
Minggu, 16 Februari 2019 - 13:29 wib

Sandi Langsung Jenguk Pengawal Kampanye yang Tumbang
Minggu, 16 Februari 2019 - 12:26 wib

Petakan Kekuatan Lawan, Kubu Jokowi Siap Gempur
Minggu, 16 Februari 2019 - 12:24 wib

324 CPNS Pemprov Dibekali Pengetahuan Budaya Melayu
Minggu, 16 Februari 2019 - 12:08 wib
Cari Berita
Riau Terbaru
324 CPNS Pemprov Dibekali Pengetahuan Budaya Melayu

Sabtu, 16 Februari 2019 - 12:08 WIB

Ketua MUI Imbau Waspadai Hoaks

Sabtu, 16 Februari 2019 - 12:06 WIB

SMAN 1 Ujungbatu Melaju ke Final

Sabtu, 16 Februari 2019 - 12:03 WIB

Kampar Akan Konsentrasi Sukseskan Pemilu

Sabtu, 16 Februari 2019 - 12:00 WIB

Miliki Paket Sabu, Seorang Nenek dan Pemuda Diamankan

Sabtu, 16 Februari 2019 - 11:58 WIB

Sagang Online
loading...
Follow Us
Populer hari ini