Pemberian Vaksin MR Tidak Boleh Dipaksa
Kamis, 11 Oktober 2018 - 10:35 WIB > Dibaca 238 kali Print | Komentar
KOTA (RIAUPOS.CO) - Berdasarkan hasil kesepakatan bersama seluruh Majelis Ulama Indonesia (MUI) di 12 kabupaten/kota di Riau, pemberian vaksin MR kepada anak-anak di Riau khususnya di Pekanbaru tidak boleh dipaksakan. Namun harus sesuai dengan keinginan dan keyakinan masing-masing.

Ketua MUI Pekanbaru Prof Ilyas Usti mengatakan, dalam deklarasi bersama yang dilakukan dengan seluruh MUI di Riau didapatkan beberapa kesepakatan. Pertama, pihaknya mendukung program pemerintah dalam hal antisipasi ancaman penyakit kepada anak dan ibu hamil melalui program imunisasi.

“Yang kedua, kami juga sepakat dengan fatwa MUI pusat bahwa vaksin MR itu belum ditemukan yang dibuat dari produk halal. Yang ketiga, kami sepakat dengan sikap pemerintah yang menyerahkan penggunaan vaksin ini sesuai keyakinan umat masing-masing,” katanya.

Dijelaskan Prof Ilyas, jika sebagian masyarakat sudah tidak meragukan lagi tentang kehalalan vaksin ini silakan saja digunakan. Namun jika masih ada juga yang meragukan kehalalannya, boleh menolak dan pemerintah tidak berhak memaksa.

“Dengan hal tersebut, pemerintah atau instansi yang menangani vaksin ini tidak boleh memaksa masyarakat agar anaknya di vaksin. Cuma kami tetap menyampaikan bahwa kuman yang ditimbulkan dari penyakit rubella ini sangat membahayakan masyarakat,” sebutnya.

Tujuan penyampaian informasi tersebut, lanjut Prof Ilyas, agar para orang tua tahu bahaya penyakit tersebut bagi anak-anak dan ibu hamil. Namun sekali lagi ditegaskannya tidak boleh ada paksaan dalam pemberian vaksin ini.

“Jadi mana masyarakat yang yakin dengan bahaya yang besar dari penyakit itu, silahkan ikut anaknya divaksin. Tapi yang belum yakin dengan kehalalannya, ya jangan dipaksa,” tegasnya.

Sebelumnya, Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Kota Pekanbaru Abdul Jamal mengatakan setelah kembali dilanjutkannya program pemberian vaksin MR, semua pihak diharapkan mendukung. Ini mengingat pentingnya vaksin ini bagi kesehatan dan masa depan anak.

“Untuk pemberian vaksin MR Oktober ini, tidak memerlukan surat pernyataan lagi dari orang tua. Karena sudah banyak pihak termasuk ahli yang menelaah manfaat vaksin ini. Jadi kalau masih ada orang tua yang menolak, bisa sedikit dipaksa agar anaknya boleh divaksin. Tentu dengan diberi penjelasan lebih lanjut,” kata Kadisdik saat meninjau pelaksanaan pemberian vaksin MR di SDN 55 Jalan Sekolah, Kecamatan Rumbai Pesisir, Selasa (9/10). (sol)


KOMENTAR
Berita Update

21 Oktober Seleksi Administrasi CPNS
Sabtu, 19 Oktober 2018 - 17:00 wib
PSPS Allstar Vs Timnas Indonesia Allstar
Masyarakat Tak Dipungut Biaya
Sabtu, 19 Oktober 2018 - 16:30 wib

RAPBD 2019, Diproyeksi Rp1,3 T
Sabtu, 19 Oktober 2018 - 16:00 wib

Sakatonik ABC Talk Show Cemilan Sehat
Sabtu, 19 Oktober 2018 - 15:43 wib

SD Darma Yudha Borong Medali IMSO 2018 di Cina
Sabtu, 19 Oktober 2018 - 15:32 wib
Unilever Tetap Produksi Teh Sariwangi

Unilever Tetap Produksi Teh Sariwangi
Sabtu, 19 Oktober 2018 - 15:25 wib

Imunisasi MR Diperpanjang Hingga Bulan Oktober
Sabtu, 19 Oktober 2018 - 15:00 wib

Bupati Ingin Penyediaan Air Bersih Setiap Desa Maksimal
Sabtu, 19 Oktober 2018 - 14:30 wib
Perjuangkan Kader Jadi Wakil Rakyat
FSPTI Riau Gelar Rapimda
Sabtu, 19 Oktober 2018 - 14:26 wib
Cari Berita
Pekanbaru Terbaru
Di Pangkalan  Kosong, Pengecer  Jual Rp 45 Ribu

Jumat, 19 Oktober 2018 - 11:02 WIB

Sudah 741 Kendaraan Terjaring Razia Pajak

Jumat, 19 Oktober 2018 - 10:36 WIB

Banjir, SDN 140 Diliburkan

Jumat, 19 Oktober 2018 - 10:05 WIB

Kadis PU Merangkap Jadi Plt Kadiskes

Jumat, 19 Oktober 2018 - 09:54 WIB

100 Pencaker Tes Tertulis

Jumat, 19 Oktober 2018 - 09:40 WIB

Sagang Online
loading...
Follow Us
Populer hari ini