Pemberian Vaksin MR Tidak Boleh Dipaksa
Kamis, 11 Oktober 2018 - 10:35 WIB > Print | Komentar
KOTA (RIAUPOS.CO) - Berdasarkan hasil kesepakatan bersama seluruh Majelis Ulama Indonesia (MUI) di 12 kabupaten/kota di Riau, pemberian vaksin MR kepada anak-anak di Riau khususnya di Pekanbaru tidak boleh dipaksakan. Namun harus sesuai dengan keinginan dan keyakinan masing-masing.

Ketua MUI Pekanbaru Prof Ilyas Usti mengatakan, dalam deklarasi bersama yang dilakukan dengan seluruh MUI di Riau didapatkan beberapa kesepakatan. Pertama, pihaknya mendukung program pemerintah dalam hal antisipasi ancaman penyakit kepada anak dan ibu hamil melalui program imunisasi.

“Yang kedua, kami juga sepakat dengan fatwa MUI pusat bahwa vaksin MR itu belum ditemukan yang dibuat dari produk halal. Yang ketiga, kami sepakat dengan sikap pemerintah yang menyerahkan penggunaan vaksin ini sesuai keyakinan umat masing-masing,” katanya.

Dijelaskan Prof Ilyas, jika sebagian masyarakat sudah tidak meragukan lagi tentang kehalalan vaksin ini silakan saja digunakan. Namun jika masih ada juga yang meragukan kehalalannya, boleh menolak dan pemerintah tidak berhak memaksa.

“Dengan hal tersebut, pemerintah atau instansi yang menangani vaksin ini tidak boleh memaksa masyarakat agar anaknya di vaksin. Cuma kami tetap menyampaikan bahwa kuman yang ditimbulkan dari penyakit rubella ini sangat membahayakan masyarakat,” sebutnya.

Tujuan penyampaian informasi tersebut, lanjut Prof Ilyas, agar para orang tua tahu bahaya penyakit tersebut bagi anak-anak dan ibu hamil. Namun sekali lagi ditegaskannya tidak boleh ada paksaan dalam pemberian vaksin ini.

“Jadi mana masyarakat yang yakin dengan bahaya yang besar dari penyakit itu, silahkan ikut anaknya divaksin. Tapi yang belum yakin dengan kehalalannya, ya jangan dipaksa,” tegasnya.

Sebelumnya, Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Kota Pekanbaru Abdul Jamal mengatakan setelah kembali dilanjutkannya program pemberian vaksin MR, semua pihak diharapkan mendukung. Ini mengingat pentingnya vaksin ini bagi kesehatan dan masa depan anak.

“Untuk pemberian vaksin MR Oktober ini, tidak memerlukan surat pernyataan lagi dari orang tua. Karena sudah banyak pihak termasuk ahli yang menelaah manfaat vaksin ini. Jadi kalau masih ada orang tua yang menolak, bisa sedikit dipaksa agar anaknya boleh divaksin. Tentu dengan diberi penjelasan lebih lanjut,” kata Kadisdik saat meninjau pelaksanaan pemberian vaksin MR di SDN 55 Jalan Sekolah, Kecamatan Rumbai Pesisir, Selasa (9/10). (sol)


KOMENTAR
Berita Update

Ada Kalajengking di Kabin Pesawat, Begini Respons Lion Air
Minggu, 16 Februari 2019 - 19:45 wib

Bandara Internasional Supadio Ditutup Sementara
Minggu, 16 Februari 2019 - 19:42 wib

45.779 Honorer K2 Resmi Melamar PPPK
Minggu, 16 Februari 2019 - 19:39 wib

Inalum Pasok Bahan Baku Velg
Minggu, 16 Februari 2019 - 14:41 wib

TPS Belum Sepenuhnya Ramah Penyandang Disabilitas
Minggu, 16 Februari 2019 - 13:29 wib

Sandi Langsung Jenguk Pengawal Kampanye yang Tumbang
Minggu, 16 Februari 2019 - 12:26 wib

Petakan Kekuatan Lawan, Kubu Jokowi Siap Gempur
Minggu, 16 Februari 2019 - 12:24 wib

324 CPNS Pemprov Dibekali Pengetahuan Budaya Melayu
Minggu, 16 Februari 2019 - 12:08 wib
Cari Berita
Pekanbaru Terbaru
Calon Peserta Latihan Kerja Kena Informasi Hoaks

Sabtu, 16 Februari 2019 - 11:29 WIB

Truk Masuk Kota Ancam Jiwa Warga

Sabtu, 16 Februari 2019 - 11:24 WIB

Dua Kali Rekam, Dua Tahun KTP-el Tak Selesai

Sabtu, 16 Februari 2019 - 11:18 WIB

Hari Ini Rekam KTP-el di Rumbai Pesisir

Jumat, 15 Februari 2019 - 15:35 WIB

KBIH Harus Laksanakan Simulasi Manasik

Jumat, 15 Februari 2019 - 15:21 WIB

Sagang Online
loading...
Follow Us
Populer hari ini