Hakim Cabul Masuk Mahkamah Agung
Selasa, 09 Oktober 2018 - 15:52 WIB > Print | Komentar
WASHINGTON (RIAUPOS.CO) - Setelah terhambat dugaan skandal seks di masa lalu, Brett Kavanaugh tetap melenggang menjadi hakim agung Amerika Serikat. Sabtu (6/10) waktu setempat, pria 53 tahun itu diambil sumpah. Meski demikian, lanjutan drama Kavanaugh masih mungkin muncul setelah pemilu sela November nanti.

Hakim konservatif tersebut disumpah Ketua Mahkamah Agung John Roberts. Anthony Kennedy, hakim agung yang sudah pensiun, memimpin prosesi sumpah hukum penerusnya itu. Acara tersebut berlangsung secara tertutup di gedung Mahkamah Agung, Washington.

Di luar ruangan, massa benar-benar menggila. Beberapa pendemo mencoba menerobos dan menggedor pintu utama gedung sidang. Yang lain menaiki patung Lady Justice dan mulai berteriak. ‘’Memalukan!’’ ujar ratusan warga AS yang marah sebagaimana dilansir BBC.

Mereka marah karena Kavanaugh bisa lolos dari tudingan pelecehan seksual tiga perempuan. Nasib Kavanaugh ditentukan pada pagi hari sebelum disumpah. Senat AS memilih mendukung nominasi suami Ashley Estes itu dengan suara 50 banding 48.

Meski menang secara tipis, Trump tetap pamer keberhasilannya. Masuknya Kavanaugh ke daftar sembilan hakim agung membuat kekuasaan kaum konservatif menjadi mutlak. Baik lembaga eksekutif, legislatif, maupun yudisial. Artinya, arah Negeri Paman Sam bisa makin bertiup ke kanan.

Kavanaugh sudah menegaskan pandangannya khas GOP alias Partai Republik mengenai aborsi dan pengendalian senjata. ‘’Saya berterima kasih kepada Senat AS yang menyetujui nominasi Brett Kavanaugh,’’ cuit ayah Ivanka Trump itu.

Posisi hakim agung memang penting bagi kubu politik AS. Hakim yang sudah dipilih akan menjabat sampai pensiun. Tak seperti presiden atau legislator yang harus bergulat dengan pemilu beberapa tahun sekali.

Isu-isu hukum dan sosial penting diputuskan dalam lembaga tersebut. Menurut Reuters, pihak konservatif hampir dipastikan menang dalam sengketa hukum dengan mayoritas lima banding empat.

Tentu saja, kubu sayap kiri alias liberal sakit hati. Mereka merasa Kavanaugh belum bersih dari noda. Penyelidikan FBI mengenai dugaan kekerasan seksual meninggalkan saksi-saksi yang sudah memberatkan Kavanaugh di ranah publik.

‘’Mengonfirmasi Kavanauh saat penyelidikan belum tuntas dan sikapnya yang terlalu politis benar-benar melukai kredibilitas Mahkamah Agung,’’ ujar Senator Demokrat Dianne Feinstein.

Partai Demokrat merancang babak baru untuk menyerang balik. Bagi mereka, posisi Kavanaugh di kursi hakim belum ajek. Masih ada kemungkinan pemakzulan.

Demokrat bisa saja memakzulkan Kavanaugh yang lulusan Georgetown Preparatory School. Asal, mereka bisa meraih suara mayoritas di dua badan legislatif, House of Representatives alias parlemen dan senat. Kesempatan itu ada saat pemilu November nanti.(bil/c22/sof/wws)



(Laporan JPG, Washington)
KOMENTAR
Berita Update

TPS Belum Sepenuhnya Ramah Penyandang Disabilitas
Sabtu, 16 Februari 2019 - 13:29 wib

Sandi Langsung Jenguk Pengawal Kampanye yang Tumbang
Sabtu, 16 Februari 2019 - 12:26 wib

Petakan Kekuatan Lawan, Kubu Jokowi Siap Gempur
Sabtu, 16 Februari 2019 - 12:24 wib

324 CPNS Pemprov Dibekali Pengetahuan Budaya Melayu
Sabtu, 16 Februari 2019 - 12:08 wib
Ketua MUI Imbau Waspadai Hoaks

Ketua MUI Imbau Waspadai Hoaks
Sabtu, 16 Februari 2019 - 12:06 wib

Kampar Akan Konsentrasi Sukseskan Pemilu
Sabtu, 16 Februari 2019 - 12:00 wib
Miliki Paket Sabu, Seorang Nenek dan Pemuda Diamankan

Miliki Paket Sabu, Seorang Nenek dan Pemuda Diamankan
Sabtu, 16 Februari 2019 - 11:58 wib
Tersangka Sabu  Ditangkap Polisi

Tersangka Sabu Ditangkap Polisi
Sabtu, 16 Februari 2019 - 11:55 wib

Sekda Lantik 187 Pejabat Eselon III dan IV Rohul
Sabtu, 16 Februari 2019 - 11:53 wib
Program Kegiatan 2019 Sudah Berjalan

Program Kegiatan 2019 Sudah Berjalan
Sabtu, 16 Februari 2019 - 11:45 wib
Cari Berita
Internasional Terbaru
Bom Bunuh Diri Serang Militer, 44 Orang Tewas

Sabtu, 16 Februari 2019 - 10:45 WIB

Korsel Mau Naikkan Kontribusi Finansial Biayai Pasukan AS
Gordon Banks Tutup Usia

Rabu, 13 Februari 2019 - 10:43 WIB

AS Tegaskan ISIS Masih Berbahaya

Selasa, 12 Februari 2019 - 14:51 WIB

Dubes Iran Sebut Sanksi AS Bertentangan dengan HAM

Jumat, 08 Februari 2019 - 17:21 WIB

Sagang Online
loading...
Follow Us