Stok Beras Aman hingga Akhir Tahun
Selasa, 09 Oktober 2018 - 12:50 WIB > Dibaca 434 kali Print | Komentar
Stok Beras Aman hingga Akhir Tahun
CEK BERAS: Seorang pekerja tengah mengecek kualitas beras di gudang Bulog NTB, baru-baru ini. Pemerintah menjamin stok beras tercukupi hingga akhir tahun ini. (IVAN/JPG)
JAKARTA (RIAUPOS.CO) - Stok beras dinilai cukup untuk menyuplai keperluan hingga tutup tahun 2018. Agar datanya akurat, Kementan berupaya menyinkronkan data dengan Badan Pusat Statistik (BPS) terkait produksi dan kebutuhan beras. 

Sekretaris Direktur Jenderal Kekayaan Negara (Sesditjen) Tanaman Pangan Maman Suherman menyatakan, data produksi padi nasional 2018 diperkirakan 83,04 juta ton gabah kering giling (GKG) yang bila dikonversikan ke beras menjadi 48,29 juta ton. Sementara itu, konsumsi beras diperkirakan 30,37 juta ton. ’’Ini menunjukkan suplai beras nasional masih aman sampai akhir tahun,’’ ujarnya, kemarin (9/10).

Angka produksi beras, lanjut dia, bukan semata-mata hitungan Kementan. Pihaknya mengatakan berkoordinasi dengan BPS dalam penghitungan angka produksi. Selain itu, Kementan mencatat langsung kondisi riil di lapangan. ’’Kami berkoordinasi dengan petugas pengumpul data tanam dan panen dinas pertanian kabupaten yang bertugas di tiap kecamatan. Jadi, tidak benar bahwa angka produksi hanya di atas kertas,’’ tambah Maman.

Terkait musim kemarau, produksi gabah di petani memang sangat berkaitan dengan ketersediaan air. Bagi lahan irigasi, air tersedia sepanjang tahun. Jika ada kekurangan saat kemarau panjang, keperluan air bisa dibantu pompa, baik dari bantuan pemerintah pusat atau daerah maupun mandiri. 

Maman menyatakan bahwa kekeringan tidak melanda seluruh negeri. Sebab, ada wilayah yang kondusif untuk ditanami. Ketika kondusif, Kementan membantu percepatan dengan memberikan bantuan alat dan mesin pertanian untuk pengolahan tanah serta tanam.

Pengamat pertanian dari IPB Dwi Andreas Santosa mengatakan bahwa pemerintah tidak boleh lengah dengan asumsi produksi yang surplus dan harus terus mengawasi data beras. Menurut Dwi, gejolak harga bisa menjadi catatan bahwa kondisi di pasar berbeda dengan data produksi beras. Kalau memang stok beras di pasaran menipis, wajar jika terjadi kenaikan harga beras.

Dwi menyebutkan bahwa musim kering pada 2018 lebih kering daripada tahun lalu. Bahkan, dari ramalan BMKG, masa tanam untuk tahun ini mungkin mundur. Jika mundur sebulan saja, stok di masyarakat dipastikan berkurang 2,5 ton atau sekitar 5 juta ton gabah. ’’Kita relatif perlu jeli dalam tata kelola pangan yang sekarang ini. Soal klaim data surplus itu perlu terus diawasi. Wajar kalau ada klaim demikian karena ada kepentingan untuk menciptakan swasembada beras,’’ paparnya.(agf/c15/oki/das)



(Laporan JPG, Jakarta)
KOMENTAR
Berita Update

Siak Tuan Rumah Hari Santri Nasional Tingkat Provinsi
Selasa, 22 Oktober 2018 - 18:00 wib

Tampil di TTG XX Bali
Selasa, 22 Oktober 2018 - 17:30 wib
Persebaya Hancurkan Persib

Persebaya Hancurkan Persib
Selasa, 22 Oktober 2018 - 17:00 wib
Hasil Verifikasi CPNS Diumumkan Malam Hari

Hasil Verifikasi CPNS Diumumkan Malam Hari
Selasa, 22 Oktober 2018 - 16:30 wib
Mayat Bayi Digantung dalam Kantong Plastik

Mayat Bayi Digantung dalam Kantong Plastik
Selasa, 22 Oktober 2018 - 16:00 wib

Pengeroposan Gigi Harus Cepat Ditanggapi
Selasa, 22 Oktober 2018 - 15:35 wib

Pemkab Siap Bantu Kelurahan
Selasa, 22 Oktober 2018 - 15:30 wib

TC Berakhir, Kontingen Riau ke Popwil Dikukuhkan
Selasa, 22 Oktober 2018 - 15:28 wib
Sistem Perdagangan Alternatif Meningkat Signifikan

Sistem Perdagangan Alternatif Meningkat Signifikan
Selasa, 22 Oktober 2018 - 15:12 wib

Salah Jadi Solusi
Selasa, 22 Oktober 2018 - 15:00 wib
Cari Berita
Ekonomi-Bisnis Terbaru
Sistem Perdagangan Alternatif Meningkat Signifikan

Senin, 22 Oktober 2018 - 15:12 WIB

STIKES Al-Insyirah Wisuda 515 Sarjana

Senin, 22 Oktober 2018 - 14:56 WIB

Hotel Grand Zuri Sajikan Menu Terbaru Ciatok

Senin, 22 Oktober 2018 - 14:43 WIB

Industri Elektronika Susutkan Impor

Senin, 22 Oktober 2018 - 14:34 WIB

Apotek Keluarga Permudah Akses Layanan Farmasi

Senin, 22 Oktober 2018 - 14:32 WIB

Sagang Online
loading...
Follow Us
Populer hari ini