Posisi Rupiah Masih Tertekan

Ekonomi-Bisnis | Jumat, 05 Oktober 2018 - 15:20 WIB

JAKARTA (RIAUPOS.CO) - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) hingga Kamis (4/10) masih dalam posisi tertekan. Kurs tengah Bank Indonesia (BI) menunjukkan rupiah anjlok ke level Rp15.133 per dolar AS.

Kepala Badan Kebijakan Fiskal Suahasil Nazara mengungkapkan, pihaknya akan terus memantau pergerakan nilai tukar rupiah. Sebab, pelemahan itu juga akan memberi dampak terhadap rancangan anggaran pemerintah. 

Dampak ke anggaran terus dilihat oleh kementerian dari waktu ke waktu. Setiap kali rupiah melemah, penerimaan tentu meningkat dan belanja juga meningkat. Tapi dampaknya, penerimaan meningkat lebih tinggi daripada belanja. Jadi untuk anggaran, kami melihat dampaknya, tapi masih bisa dikelola, ujarnya di Gedung Bank Indonesia (BI), Jakarta, Kamis (4/10). 

Lanjut Suahasil, pelemahan rupiah dikatakan juga berdampak ke sektor lainnya. Salah satunya ekspor dan impor. Menurut dia, kenaikan itu mendorong kenaikan pada sejumlah bahan baku impor. Karenanya, kenaikan harga bahan baku impor tersebut akan membuat beberapa proyek yang banyak menggunakan impor menjadi lebih mahal. 

Ada dampak ke ekspor. Biasanya secara teori, setiap rupiah melemah, ekspor mendapat peningkatan daya saing. Tapi di saat bersamaan impor akan lebih mahal. Bila impor lebih mahal, kami mengerti ada beberapa jenis impor, seperti impor bahan modal, konsumsi, dan lainnya. Setiap kali impor bahan modal meningkat lebih mahal, itu artinya proyek infrastruktur juga akan lebih mahal, jelas dia.(hap/jpg)
 




Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

TERBARU