Trump Minta FBI Usut Tuntas Kasus Mesum Calon Hakim Agung
Kamis, 04 Oktober 2018 - 14:34 WIB > Dibaca 249 kali Print | Komentar
Trump Minta FBI Usut Tuntas Kasus Mesum Calon Hakim Agung
DONALD TRUMP
WASHINGTON (RIAUPOS.CO) - Tekanan bagi Brett Kavanaugh dan Partai Republik makin berat. Pekan ini seharusnya Senat Amerika Serikat (AS) menggelar pemungutan suara hakim agung. Namun, jadwal tersebut bisa saja mundur. Sebab, investigasi FBI belum tuntas. Padahal, Gedung Putih hanya mengizinkan voting terjadi setelah penyelidikan rampung.

‘’Saya menginginkan penyelidikan yang komprehensif,’’ ujar Presiden AS Donald Trump sebagaimana dilansir Reuters Senin (1/10).

Demi investigasi menyeluruh itu, ayah Ivanka tersebut mencabut batasan yang sebelumnya ditetapkan Gedung Putih. Kini FBI boleh menyelidiki kasus dugaan pelecehan seksual oleh Kavanaugh itu dengan memeriksa seluruh korban.

Semula Gedung Putih hanya mengizinkan FBI menyelidiki Kavanaugh terkait kasus yang dilaporkan Christine Blasey Ford. Yakni, tentang dugaan pelecehan seksual di asrama Georgetown Preparatory School, Negara Bagian Maryland, pada 1982. Dalam kasus tersebut, korban menyeret nama Mark Judge yang merupakan teman dekat Kavanaugh.

Namun, pernyataan Trump membuat FBI lebih leluasa menyelidiki Kavanaugh. Mereka tidak lagi hanya berkutat kepada kasus Ford. Kini FBI bisa menginterogasi Deborah Ramirez dan Julie Swetnick. Dua perempuan tersebut juga mengaku sebagai korban Kavanaugh.

FBI berencana memanggil Judge lagi. Sebelumnya, karib Kavanaugh sejak SMA itu memang diminta bersaksi. Namun, kesaksian Kavanaugh belum cukup. FBI perlu menggali lebih banyak. ‘’Kami harap publik bisa bersabar,’’ ujar Barbara Van GelÂder, pengacara Judge.

Selain Judge, FBI sudah memanggil Patrick J Smyth. Kepada penyidik, teman SMA Kavanaugh itu mengaku tidak ingat pernah ada pesta yang mengawali pelecehan seksual di asrama tersebut.

Elizabeth Rasor, mantan kekasih Judge, menyatakan kesediaannya untuk berbicara di hadapan penyidik. Dia mengatakan pernah mendengar Judge bercerita tentang pelecehan seksual. Meski diberi kebebasan untuk memeriksa perempuan-perempuan yang menjadi korban Kavanaugh, FBI didesak segera menuntaskan penyelidikannya. Itu dilakukan karena Senat yang didominasi politisi Partai Republik mengharuskan pemungutan suara berlangsung pekan ini juga. Namun, politisi Partai Demokrat mewajibkan penyelidikan FBI tuntas dulu sebelum voting.

CNN melaporkan bahwa Kavanaugh tidak akan mengajar di Harvard Law School lagi mulai tahun depan. Sebanyak 800 alumnus Harvard meneken petisi untuk membatalkan mandat mengajar bagi Kavanaugh. ‘’Kampus harus mengirimkan pesan yang tegas.’’ Begitu bunyi pernyataan dalam petisis tersebut.(bil/c4/hep/jpg)
KOMENTAR
Berita Update

Siak Tuan Rumah Hari Santri Nasional Tingkat Provinsi
Selasa, 22 Oktober 2018 - 18:00 wib

Tampil di TTG XX Bali
Selasa, 22 Oktober 2018 - 17:30 wib
Persebaya Hancurkan Persib

Persebaya Hancurkan Persib
Selasa, 22 Oktober 2018 - 17:00 wib
Hasil Verifikasi CPNS Diumumkan Malam Hari

Hasil Verifikasi CPNS Diumumkan Malam Hari
Selasa, 22 Oktober 2018 - 16:30 wib
Mayat Bayi Digantung dalam Kantong Plastik

Mayat Bayi Digantung dalam Kantong Plastik
Selasa, 22 Oktober 2018 - 16:00 wib

Pengeroposan Gigi Harus Cepat Ditanggapi
Selasa, 22 Oktober 2018 - 15:35 wib

Pemkab Siap Bantu Kelurahan
Selasa, 22 Oktober 2018 - 15:30 wib

TC Berakhir, Kontingen Riau ke Popwil Dikukuhkan
Selasa, 22 Oktober 2018 - 15:28 wib
Sistem Perdagangan Alternatif Meningkat Signifikan

Sistem Perdagangan Alternatif Meningkat Signifikan
Selasa, 22 Oktober 2018 - 15:12 wib

Salah Jadi Solusi
Selasa, 22 Oktober 2018 - 15:00 wib
Cari Berita
Internasional Terbaru
Rossi Antusias Sambut MotoGP Jepang

Jumat, 19 Oktober 2018 - 14:00 WIB

Halep Bisa Absen di WTA Final

Kamis, 18 Oktober 2018 - 17:00 WIB

Cina Bantah Deradikalisasi Cuma Sasar Muslim

Kamis, 18 Oktober 2018 - 15:48 WIB

Fernando Alonso Tak Sabar Tinggalkan F1

Kamis, 18 Oktober 2018 - 15:30 WIB

Najib Sembunyi-Sembunyi ke KPK Malaysia, Ada Kasus Baru?
Sagang Online
loading...
Follow Us
Populer hari ini