Beberapa Pakar Akan Jelaskan Fluktuasi Harga Minyak Sawit
Kamis, 04 Oktober 2018 - 15:32 WIB > Dibaca 481 kali Print | Komentar
JAKARTA (RIAUPOS.CO) – Sejumlah pakar dan analis komoditas akan menjelaskan fluktuasi harga minyak sawit sepanjang tahun ini. Mereka juga akan menganalisis dan memprediksi bagaimana outlook harga minyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO) di pasar dunia tahun depan.

Analisis dan outlook harga minyak sawit tersebut akan disampaikan para pakar dalam konferensi internasional minyak sawit IPOC (Indonesian Palm Oil Conference) 2018 and 2019 Price Outlook, di BICC Nusa Dua Bali, 31 Oktober–2 November akhir bulan ini. Konferensi sawit terbesar dunia tersebut merupakan annual event yang diselenggarakan oleh Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI).

”Banyak analis dan pakar dunia yang hadir menjadi pembicara. Antara lain James Fry dari LMC International Inggris, Dorab Mistry dari Godrej International Inggris, Thomas Mielke dari ISTA Mielke GmbH (Oil World) Jerman, dan sejumlah pembicara kelas dunia lainnya,” kata Mona Surya, Chairperson IPOC 2018 dalam keterangan persnya di Jakarta, Rabu (3/10).

Materi yang akan disampaikan para pakar tersebut sangat relevan untuk menjawab mengapa harga minyak sawit turun tajam. ”James Fry akan menyampaikan analisisnya apakah penurunan harga ini juga terkait dengan embargo dari Uni Eropa dan juga kenaikan tarif bea masuk yang dikenakan sejumlah negara tujuan ekspor sawit Indonesia, seperti India,” katanya.

Mona mengatakan, IPOC sudah menjadi rujukan bagi para analis dan para pelaku bisnis dunia untuk menganalisis harga tahun berjalan dan outlook harga minyak sawit tahun depan. Analisis para pakar pada IPOC ini akan menjadi rujukan dalam pengambilan keputusan bisnis.

 ”Harga minyak sawit tahun ini turun sangat tajam. Ini yang membuat banyak pelaku bisnis dunia antusias untuk hadir pada IPOC,” kata Mona.

Menurut CEO PT Perkebunan Minanga Ogan ini,  IPOC 2018 and 2019 Price Outlook akan mengambil tema ”Palm Oil Development: Contribution to SDGs”. Tema tersebut juga penting diangkat karena untuk menjawab isu-isu negatif terhadap perkebunan kelapa sawit.

”Melalui konferensi ini, kami ingin menunjukkan kepada dunia bahwa sektor kelapa sawit adalah sektor yang berkontribusi besar terhadap pencapaian SDGs (tujuan pembangunan berkelanjutan),” tuturnya.

Tahun lalu, konferensi dan ekshibisi IPOC dihadiri oleh sekitar 2.500 peserta dari 36 negara. ”Melihat antusiasme pendaftar, seperti peserta IPOC 2018 akan lebih besar,” katanya.

Sejumlah pejabat pemerintah dan pakar di dalam negeri juga dijadwalkan hadir sebagai pembicara dalam konferensi ini. Antara lain Menko Perekonomian Darmin Nasution, Kepala Bappenas Bambang PS Brodjonegoro, ekonom dari LPEM UI Febrio Kacaribu, dan pembicara lainnya.(aga)
KOMENTAR
Berita Update

Spider-Man Laris Berkat Infinity War
Minggu, 20 Januari 2019 - 11:59 wib
KAJI PEMBIAYAAN BPJS KESEHATAN
Caesar Dicurigai Ada Kecurangan
Minggu, 20 Januari 2019 - 11:29 wib

Supermoon, Waspada Pasang Maksimum Air Laut
Minggu, 20 Januari 2019 - 11:24 wib

Pembebasan Ustaz Ba’asyir Tuai Pro-Kontra
Minggu, 20 Januari 2019 - 11:16 wib
Bupati Ingatkan Umat Berhati-hati Pilih Restoran

Bupati Ingatkan Umat Berhati-hati Pilih Restoran
Minggu, 19 Januari 2019 - 15:08 wib
Disnaker Sidak Dumai Square

Disnaker Sidak Dumai Square
Minggu, 19 Januari 2019 - 14:35 wib
RS Harus Terima Pasien Belum Punya Jaminan Kesehatan

RS Harus Terima Pasien Belum Punya Jaminan Kesehatan
Minggu, 19 Januari 2019 - 14:13 wib
4.480 Warga Belum Melakukan Rekam KTP-el

4.480 Warga Belum Melakukan Rekam KTP-el
Minggu, 19 Januari 2019 - 14:00 wib
SK Sudah Ditandatangani, Pelantikan Pejabat Menunggu Hari

SK Sudah Ditandatangani, Pelantikan Pejabat Menunggu Hari
Minggu, 19 Januari 2019 - 13:46 wib
Cari Berita
Ekonomi-Bisnis Terbaru
Sebelas Blok Migas Belum Digarap

Sabtu, 19 Januari 2019 - 09:35 WIB

Bank OCBC NISP Ajak Mahasiswa Berbagi Ide di IdeatiON 2019
PT Inka Ekspor 15 Gerbong Kereta ke Bangladesh

Jumat, 18 Januari 2019 - 15:36 WIB

Kemendag Awasi 6.803 Produk

Jumat, 18 Januari 2019 - 14:37 WIB

2019, ASUS Gandeng Sebastian Gunawan

Jumat, 18 Januari 2019 - 13:38 WIB

Sagang Online
loading...
Follow Us