Bergerak Atasi Karhutla dan Kepunahan Harimau

Lingkungan | Rabu, 03 Oktober 2018 - 16:45 WIB

SIAK SRIINDRAPURA (RIAUPOS.CO) - Sekretaris Jendral Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) RI Bambang Hendroyono, menyadari bahwa isu lingkungan di Sumatera perlu jadi atensi bersama.


Selain kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terus mengancam, kepunahan Harimau Sumatera juga menjadi tugas berat. Karenanya ia mengajak seluruh pihak bergerak mengantisipasi dan mencegah sedari dini.


Ajakan tersebut disampaikannya kepada seluruh kader Pramuka se Sumatera pada upacara pembukaan Hari Perkemahan Bakti Saka Kalpataru dan Saka Wanabakti (Pertikawan) Regional Sumatera 2018 di Kota Istana, Siak, 2-6 Oktober. Dua bakti kepramukaan yang berada di Kementrian LHK RI tersebut terus mengoptimalkan peranannya sebagai arti penting bagi masyarakat.


“Isu kehutanan, lingkungan hidup, dari sisi pramuka bisa dilakukan intervensi. Kuncinya harus bergerak, bisa kok (pramuka dilibatkan, red),” kata Bambang kepada Riau Pos, Selasa (2/10) di lapangan Tugu, Siak Sri Indrapura.


Dijelaskannya, kader pramuka menurutnya bisa jadi pendamping di masyarakat memberikan akses legal dalam mengelola hutan dalam perhutanan sosial. Melalui Saka Wanabakti. Kemudian Saka Kalpataru menurutnya bagaimana pramuka ini bisa bersih-bersih sampah sebagai hal sederhana yang bisa bermanfaat.


‘’Kita ingin menyiapkan sebagai wadah membentuk mereka generasi lingkungan. Melalui kegiatan ini kita mulai hal-hal kecil agar se-Sumatera ini bersatu dari wadah kepramukaan menjadi pemimpin masa depan, harus dimulai sejak dini,” pesannya.


Dijelaskan Bambang usai pembukaan kegiatan kemarin, setiap Saka dalam lepramukaan secara nasional memiliki tugas di setiap krida. Karenanya pramuka generasi sekarang ini diharapkan dapat masuk dan paham bagaimana terlibat menyelesaikan karhutla secara bersama. Tentunya dengan berkoordinasi dan turun bersama tim gabungan.


Misalnya dari Kementrian LHK RI ada Manggala Agni dan masyarakat peduli api. “Melalui krida reksa akan dibagikan pemahaman sampai ikut membantu dan ikut memadamkan api. Memang pada provinsi rawan kathutla harus segera dibangun ranting dan cabang agar pramuka berkontribusi,” jelasnya.


Memang diakuinya kader pramuka tentu perlu kerjasama dengan Kwarcab, bersama masyarakat peduli api dan mengedukasi masyarakat agar tidak membuka lahan dengan membakar. “Pramuka bisa masuk kesitu, bisa masuk ke pencegahan. Jadi kita harus bergerak,” tegasnya.


Kemudian mengenai harimau misanya kata Bambang, pada Krida Reksawana juga dapat berperan. Agar harimau yang dalam konservasi habitat mereka jangan diganggu oleh pembangunan sehingga tetap dapat hidup sesuai ekosistem rantai kehidupannya. Karena jika terusik, maka Harimau Sumatera juga akan masuk ke lahan hunian masyarakat.


‘’Di sini pramuka harus bisa mengedukasi menjaga hutan, jadi apapun persoalan sudah ada arah kebijakan. Tinggal kita bergerak,” ajaknya.


Pengelolaan sumberdaya alam baik dan bijak, kata Bambang yang mewakili Menteri Siti Nurbaya Bakar memang harus ada pelibatan semua pihak salah satunya adalah generasi muda, yakni pramuka. Sehingga bisa menjadi solusi masalah lingkungan hidup dan kehidupan, inovasi berbasis lingkungan hidup dan kehutanan juga tentu akan sangat berperan dengan generasi milenial yang dilibatkan ke depan.


Riau katanya sebagai daerah rawan Karhutla, berkat upaya bersama akhirnya bisa bebas asap sejak tiga tahun terakhir.


‘’Kalau seluruh pihak mau dan bersama-sama, maka kita bisa berperan sesuai kemampuan,” pesannya.(egp)




Tuliskan Komentar anda dari account Facebook