Turbulance Ekonomi Berimbas ke Daerah

Bahas Defisit Anggaran, Dedet Gunakan Istilah "Pramugari"

Liputan Khusus Kamis, 27 September 2018 - 11:31 WIB

Bahas Defisit Anggaran, Dedet Gunakan Istilah "Pramugari"
Suasana diskusi di acara Forum Diskusi Riau Pos di Gedung Graha Pena Riau.

BAGIKAN


BACA JUGA

PEKANBARU (RIAUPOS.CO)- Diskusi soal mengatasi difisit anggaran tersebut sangat menarik sehingga Wakil Ketua DPRD Riau, Noviwaldy Jusman, membuat istilah "pramugari". Dimana, sebelum menyelamatkan pihak lain, harus menyelamatkan diri sendiri terlebih dahulu. 
    Analogi pramugari tersebut diyakini agar dalam menyiasati persoalan defisit anggaran ini tidak salah langkah. Salah satu strategi yang diperlukan adalah menggesa potensi penerimaan asli daerah (PAD). 
   Dedet sapaan akrabnya nuga mengatakan kondisi ini karena turbulance ekonomi yang berimbas ke daerah. Sementara kondisi ini sangat berbanding terbalik dengan apa yang disampikan pemerintah yang soal pertumbuhan ekonomi saat ini sangat signifikan dan indikatornya cukup baik dan secara nasional dengan alokasi APBN yang masuk ke Riau mencapai 30 triliun.
   Diakuinya, soal difisit anggaran ini anggota legislatif juga mengeluh, mengadu tentang gajinya. Kondisi perekonomian neraca. Berbanding terbalik dari yang  di sampaikan. Penggerakan 30 Trliun. walaupun tidak di sampaikan. seharusnya seberapa banyak yang dikeluarkan harusnya perekonomian lancar. Dimna salahnya?
   Ia menyampaikan, beban sekarang terlalu berat. "Sebaiknya mana beban pemerintah pusat, jangan membebani kami. Sehingga defisit anggaran dapat diminimalisir," papar Politisi Partai Demokrat itu.(dop/rio) 




Tuliskan Komentar anda dari account Facebook