International Amnesty Minta Cina Akhiri Kekejaman terhadap Muslim
Rabu, 26 September 2018 - 14:11 WIB > Dibaca 353 kali Print | Komentar
International Amnesty Minta Cina Akhiri Kekejaman terhadap Muslim
MUSLIM UIGHUR: Muslim Uighur masih mendapat tekanan. (JAWAPOS.COM)
Berita Terkait



BEIJING (RIAUPOS.CO) - International Amnesty meminta Cina untuk mengakhiri kampanye melakukan penindasan sistematik terhadap muslim Uighur. Cina juga diminta agar transparan mengenai keberadaan satu juta umat muslim Uighur yang ditahan dengan semena-mena di tempat penampungan mereka.

Organisasi tersebut menampilkan beberapa laporan pada Ahad (23/9), mengenai hasil wawancara 100 orang lebih yang mengaku kerabatnya ditahan, disiksa, dan dipaksa masuk ke pendidikan ulang. Kamp tersebut dilaporkan berada di barat laut Cina.  Dilaporkan, Beijing sedang membatasi jumlah muslim di sana.

Banyak orang muslim Uighur dan minoritas muslim lainnya dihukum karena dinilai melanggar peraturan. Dilaporkan mereka melarang para pria menumbuhkan jenggot dan wanita dilarang mengenakan burka. Mereka dilarang memiliki Alquran tanpa ada perizinan yang sah.

Mereka juga dihitung melakukan pelanggaran karena berhubungan dengan keluarga mereka yang berada di luar negeri. Kasus yang terjadi mengundang reaksi dari Kelompok Hak Asasi Manusia (HAM). Mereka meminta para pemimpin dunia untuk menghentikan kampanye kejam yang dilakukan Pemerintah Cina terhadap etnis minoritas.

Atas pemberitaan mengenai pengungsian yang beredar, Beijing dengan tegas membantah laporan-laporan tersebut. Namun, bukti-bukti yang ada semakin bertambah maupun dalam bentuk dokumen pemerintahan atau dari kesaksian-kesaksian orang-orang yang melarikan diri dari sana. Bukti-bukti itu semakin memberikan kesan bahwa Cina menahan kelompok minoritas tersebut.

Laporan International Amnesty yang berhasil mewawancarai beberapa mantan tahanan pengungsian mengatakan, mereka dibelenggu, disiksa, dan dipaksa menyanyikan lagu-lagu politik dan belajar tentag partai komunis. Dilaporkan, bukti-bukti yang dikumpulkan oleh media telah banyak terkumpul dari tahun lalu.

International Amnesty juga meminta Beijing untuk meminta bertanggung jawab atas peristiwa buruk tersebut. Kasus ini pun mengundang reaksi dari berbagai pihak. Salah satu reaksi tersebut datangnya dari Menteri Luar Negri AS Mike Pompeo yang mengecam perbuatan ini sebagai pelanggaran berat terhadap muslim Uighur yang ditahan di sana.

Para pejabat Cina baru-baru ini banyak menyerukan praktik agama agar sejalan dengan budaya Cina. Rancangan peraturan baru juga menyarankan Beijing untuk membatasi konten religious secara online. Upaya yang dilakukan semata-mata untuk memblokir ekstimisme.

Dilaporkan tindakan keke­rasan ini tidak hanya berlaku bagi umat muslim di sana. Para umat Kristiani pun juga turut menjadi korban. Salah satu buktinya adalah pemblokiran gereja bawah tanah pada awal bulan ini.(am1/jpg)
KOMENTAR
Berita Update

Siak Tuan Rumah Hari Santri Nasional Tingkat Provinsi
Selasa, 22 Oktober 2018 - 18:00 wib

Tampil di TTG XX Bali
Selasa, 22 Oktober 2018 - 17:30 wib
Persebaya Hancurkan Persib

Persebaya Hancurkan Persib
Selasa, 22 Oktober 2018 - 17:00 wib
Hasil Verifikasi CPNS Diumumkan Malam Hari

Hasil Verifikasi CPNS Diumumkan Malam Hari
Selasa, 22 Oktober 2018 - 16:30 wib
Mayat Bayi Digantung dalam Kantong Plastik

Mayat Bayi Digantung dalam Kantong Plastik
Selasa, 22 Oktober 2018 - 16:00 wib

Pengeroposan Gigi Harus Cepat Ditanggapi
Selasa, 22 Oktober 2018 - 15:35 wib

Pemkab Siap Bantu Kelurahan
Selasa, 22 Oktober 2018 - 15:30 wib

TC Berakhir, Kontingen Riau ke Popwil Dikukuhkan
Selasa, 22 Oktober 2018 - 15:28 wib
Sistem Perdagangan Alternatif Meningkat Signifikan

Sistem Perdagangan Alternatif Meningkat Signifikan
Selasa, 22 Oktober 2018 - 15:12 wib

Salah Jadi Solusi
Selasa, 22 Oktober 2018 - 15:00 wib
Cari Berita
Internasional Terbaru
Rossi Antusias Sambut MotoGP Jepang

Jumat, 19 Oktober 2018 - 14:00 WIB

Halep Bisa Absen di WTA Final

Kamis, 18 Oktober 2018 - 17:00 WIB

Cina Bantah Deradikalisasi Cuma Sasar Muslim

Kamis, 18 Oktober 2018 - 15:48 WIB

Fernando Alonso Tak Sabar Tinggalkan F1

Kamis, 18 Oktober 2018 - 15:30 WIB

Najib Sembunyi-Sembunyi ke KPK Malaysia, Ada Kasus Baru?
Sagang Online
loading...
Follow Us
Populer hari ini