Dikeluhkan, Halte TMP Perlu Sentuhan dan Perbaikan

Pekanbaru Rabu, 26 September 2018 - 09:56 WIB

(RIAUPOS.CO) - Kondisi halte-halte Trans Metro Pekanbaru (TMP) yang ada di Pekanbaru saat ini tampak memprihatikan. Kondisinya juga perlu sentuhan cepat agar kenyamanan tercipta.

Tidak seperti pantauan di lapangan, Selasa (25/09) pagi, beberapa halte di ruas Jalan Jenderal Sudirman kondisinya sudah tidak terawat. Terlihat banyak kaca yang sudah pecah dan atap yang sudah rusak. Bahkan ada yang tidak berdinding kaca lagi. Selain itu, debu yang tebal juga menempel di dinding dan kaca halte yang tersisa.

Penumpang TMP, Sias (38) yang tampak membawa sekantong besar pakaian mengaku merasa tidak nyaman dengan kondisi ini, karena terasa panas, apalagi saat  lama menunggu bus datang.

“Ya tidak nyamanlah. Ditambah nunggunya lama. Apalagi bawa-bawa barang begini,” ungkapnya saat ditemui di halte Awal Bros Sudirman. 

Dia berharap, kalau bisa halte ini dikelola lebih baik lagi, karena tampak jelas kondisi saat ini kurang terawat. “Tidak enak dipandang,” tambah Sias.

Di halte berbeda, masih di Jalan Jenderal Sudirman, Tasya (18) seorang mahasiswi mengeluhkan hal yang sama, lama menunggu bus yang datang. Selain itu kadang halte juga sangat ramai dan berdesakan, ditambah kondisi halte tidak manusiawi.

“Kalau lagi ramai sampai berdiri ke pinggir-pinggir ngeri jadinya, halte jorok,” ungkapnya.

Menanggapi keluhan warga ini, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Kota Pekanbaru, Kendi Harahap mengatakan ada sekitar 300 halte yang tersebar di Pekanbaru.

Dia menjelaskan setiap tahunnya akan terus dilakukan perbaikan  dan keluhan ini akan menjadi masukan untuk langkah perbaikan. “Terus kita lakukan perbaikan. Namun, anggaran yang tersedia tidak cukup untuk semuanya,” kata Kendi.

Dia juga mengatakan, karena kekurangan anggaran, maka ada beberapa halte yang di kerjasamakan dengan pihak ketiga. “Kompensasinya pihak ketiga itu bisa memasang iklan di halte tersebut,” ungkap saat ditemui di ruangan kerjanya.

Kerusakan halte yang terjadi itu, kata Kendi di rusak oleh ulah orang tidak dikenal (OTK). Dan ditegaskannya, pihaknya tidak bisa melakukan pengawasan setiap saat. Karena pengrusakan itu dilakukan malam hari.

“Tidak bisa sepenuhnya diawasi. OTK itu tengah malam merusaknya,” tuturnya.

Dikabarkan Kendi, saat ini, ada 75 Bus Trans Metro yang beroperasi melayani masyarakat dengan koridor yang sudah ditetapkan. “Ada 12 koridor. Sementara bus yang melayani hanya 75. Waktu menunggu disetiap koridor itu relatif, dan kami juga berusaha sebaik mungkin memberikan pelayanan,” jelasnya.

Disampaikan Kendi, halte yang dikerjasamakan dengan pihak ketiga itu di rencanakam dibangun halte yang lengkap. Memiliki fasilitas ruang tunggu dan musholla yang dilengkapi AC.(*/gem)


Laporan AGUSTIAR, Kota






Tuliskan Komentar anda dari account Facebook