Penjualan Ritel Turun 4,13 Persen

Ekonomi-Bisnis | Selasa, 25 September 2018 - 13:15 WIB

JAKARTA (RIAUPOS.CO) - Kinerja sektor ritel belum sepenuhnya pulih. Berdasar data yang dirilis Bank Indonesia (BI), pada Agustus 2018 penjualan ritel turun 4,13 persen dibandingkan bulan sebelumnya. Kondisi tersebut ditambah dengan suasana ekonomi makro yang bergejolak, membuat pengusaha ritel membidik target pertumbuhan di level aman, yakni 5-7 persen. Angka itu sedikit lebih rendah dibandingkan dengan proyeksi pada awal tahun sebesar 10 persen.

Wakil Ketua Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) Tutum Rahanta mengungkapkan, prediksi tersebut dipicu fluktuasi nilai tukar rupiah terhadap dolar AS dan pengenaan pajak penghasilan (PPh) pasal 22 terhadap 1.147 komoditas impor. Tutum menyebut, sebagian besar pengusaha ritel menjual produk yang berbahan baku impor. ’’Sehingga nilai tukar rupiah yang terus melemah semakin memberatkan,” ujar Tutum, Ahad (23/9).

Apabila tekanan rupiah terus berlanjut, lanjut dia, kinerja penjualan ritel cukup sulit untuk mencapai target awal 10 persen. ’’Tahun ini, untuk bisa tumbuh dua digit agak susah. Diperkirakan pertumbuhan penjualan ritel modern pada tahun ini hanya 5-7 persen,’’ tambahnya.

Ekonom Universitas Indonesia (UI) Lana Soelistianingsih menjelaskan, kekuatan ekonomi Indonesia selama ini dipangku konsumsi rumah tangga. Sedangkan penjualan ritel menyumbang 60 persen.

”Tren penurunan ritel ini membuat kondisi perekonomian pada kuartal tiga tak jauh beda dengan kuartal ketiga 2017. Pada periode yang sama tahun lalu, perekonomian Indonesia tumbuh 5,06 persen,” ujarnya.(agf/c17/oki/jpg)



loading...

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook