Akun FB Wako Diretas, Pelaku Minta Uang

Pekanbaru | Senin, 24 September 2018 - 10:32 WIB

Akun FB Wako Diretas, Pelaku Minta Uang
Firdaus

KOTA (RIAUPOS.CO) - Akun facebook (FB) milik Wali Kota Pekanbaru Dr H Firdaus ST MT diretas oleh oknum tak bertanggung jawab. Pelaku meminta sejumlah uang kepada orang yang ada di daftar pertemanan sosial media orang nomor satu di Kota Bertuah.

Aksi penipuan itu dilakukan dengan cara mengirim pesan melalui aplikasi messenger dari facebook wali kota. Salah satunya dikirimkan ke akun milik Sekretaris Badan Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Pekanbaru Rudi Misdian.

Dalam percakapan tersebut, pelaku yang mengatasnamakan Wali Kota Pekanbaru menanyakan keberadaan dan saldo rekening Rudi. Kemudian, peretas juga meminta untuk mengirimkan uang sekitar Rp3 juta-Rp4juta kepada calon korbannya.

Tak hanya Sekretaris DMPTPSP. Masih ada beberapa orang teman Firdaus yang menerima pesan dari pelaku dan diminta sejumlah uang. Namun, beruntung, calon korban yang mendapat pesan tersebut belum mengirimkan uang yang diminta.

Wali Kota Pekanbaru Firdaus ketika dikonfirmasi Riau Pos, Ahad (23/9) membenarkan hal ini. Dia mengaku, telah menerima laporan bahwa akun resmi facebook miliknya diretas oleh oknum tak bertanggung jawab. “Saya sudah dapat informasinya dari admin yang mengoperasikan facebook saya,” ungkap Firdaus.

Pembajakan akun sosial media miliknya, kata Firdaus, dilakukan oknum-oknum yang memiliki keahlian dan kemampuan dalam informasi teknologi (IT). Akan tetapi keterampilan yang dimiliki disalahgunakan untuk mencari keuntungan dengan merugikan orang lain.

“Kalau punya kepintaran dan kemampuan, janganlah merusak. Oknum itu minta uang melalui messenger. Jelas facebook itu yang mengoperasikan ada adminnya, kalau saya hanya sekali-kali saja,” tambah mantan Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Provinsi Riau itu.

Dengan ada persoalan ini kata dia, pihaknya telah melakukan pemblokiran terhadap akun facebook miliknya bernama Firdaus Walikotapekanbaru. Lanjut Wako, berdasarkan hasil pengecekan ternyata pelaku yang meng-hacker berada di salah satu provinsi di Pulau Kalimantan.

“Facebook itu ditutup dan diblokir dulu. Setelah kami cek, hacker-nya berada di luar provinsi Riau,” imbuhnya.

Lebih lanjut kendati telah dirugikan atas perbuatan oknum tak bertanggung jawab, Firdaus masih enggan menempuh jalur hukum untuk melaporkan kejadian tersebut. Dia memilih memaafkan pelaku penipuan itu. “Kita bisa kenakan Undang-Undang ITE. Tapi kami kasih maafkan dulu. Kalau masih dilakukannya, baru kami tempuh jalur hukum,” pungkas Firduas.(rir)





loading...

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook