Dugaan Penyimpangan Rehab Gedung Command Centre
Kejari Agendakan Pemeriksaan Sejumlah Pihak
Senin, 24 September 2018 - 09:52 WIB > Print | Komentar
(RIAUPOS.CO) - Kejaksaan Negeri (Kejari) Pekanbaru terus mendalami  dugaan penyimpangan  rehab gedung Command Centre  di Jalan Pepaya, Pekanbaru. Untuk itu, dilakukan pemeriksaan terhadap pihak-pihak terkait.

Kajari Pekanbaru melalui Bidang Intelejen sebelumnya sudah memeriksa Bendahara Dinas Komunikasi Informatika Statistik (Diskominfotik) Persandian Pekanbaru, diagendakan juga untuk pemeriksaan kepala dinasnya.

Kepala Seksi (Kasi) Intelijen Kejari Pekanbaru, Ahmad Fuady tak mengelak  akan dilakukan pemeriksaan terhadap Kepala Diskominfotik Persandian Pekanbaru. “Iya, dalam waktu dekat dipanggil,” ujarnya, Ahad (23/8).

Pemeriksaan tersebut dilakukan, untuk dimintai klarifikasi atas dugaan penyimpangan itu. Menurutnya, agenda pemeriksaan dilakukan pada pekan depan. “Mungkin pekan depan kita agendakan pemeriksaannya,” ujar dia.

Ditanya siapa-siapa saja yang telah diperiksa, Ahmad Fuady enggan menjelaskan. “Nanti, sekarang kita masih pemeriksaan awal,” ujar dia. 

Diketahui sebelumnya, telah diperiksa bendahara dinas, proses penanganan perkara ini masih dalam tahap penyelidikan di Bidang Intelijen Kejari Pekanbaru.

Sebelumnya, Kepala Dinas Komunikasi Informatika Statistik dan Persandian Pekanbaru, Firmansyah Eka Putra juga mengakui bawahannya diperiksa oleh Kejari Pekanbaru.  

Dijelaskannya, pemeriksaan bawahannya tersebut terkait   dugaan penyimpangan rehab Gedung Command Centre. Rehab ini kata dia, dilakukan pada 2017. Dia juga mengaku  dirinya pernah ditanyai Kejari terkait persoalan itu.

“Saya juga pernah ditanya masalah status gedung. Apakah gedung itu punya Kominfo atau tidak. Gedung ini kan milik provinsi. Tapi selama ini dipakai Pekanbaru,” ujarnya.

Dia menyebut, gedung Command Centre bukanlah satu-satunya aset Pemprov Riau yang dipakai oleh Pemko Pekanbaru. “Kita rehab misalnya kan, yang namanya kita pakai, rusak  kita perbaiki,” ujarnya. Terkait ini, dia juga telah menyampaikan klarifikasi ke Bidang Intelejen Kejari Pekanbaru.

Ditanya total anggaran rehab tersebut, Eka menyebutnya tak sampai Rp200 juta. Artinya pengerjaan tidak melalui lelang, melainkan hanya dengan penunjukan langsung (PL). Dia juga tak menjelaskan poin-poin yang direhab tersebut.

Dia berkilah  merehab bangunan yang bukan aset Pemko Pekanbaru dengan menggunakan APBD Pekanbaru, bukanlah hal yang salah. “Katakanlah ini bukan milik kita, namanya gedung negara, itu kewajiban kita untuk memperbaikinya,” ujar dia.

“Kalau seandainya nanti ini harus dikembalikan ke provinsi, ya tidak masalah. Kantor kejaksaan saja kita bangun. Tidak ada masalah kan,” sebut dia. Intinya kata dia, Kejari Pekanbaru saat ini hanya meminta klarifikasi kepada pihaknya terkait perkara ini.(gem)


Laporan SARIDAL MAIDJAR, Kota


KOMENTAR
Berita Update

Peta Politik di Jabar Sudah Berubah Drastis? 52,4%
Sabtu, 15 Februari 2019 - 20:30 wib

Kemendagri Jawab Isu e-KTP WNA Bisa Dipakai Mencoblos
Sabtu, 15 Februari 2019 - 20:24 wib
Banyak Honorer K2 Tenaga Teknis Protes Keras

Banyak Honorer K2 Tenaga Teknis Protes Keras
Sabtu, 15 Februari 2019 - 20:13 wib

20.790 Honorer K2 Kemenag Diminta Segera Daftar PPPK
Sabtu, 15 Februari 2019 - 20:02 wib
Janji Menindaklanjuti Halte Branding Rokok

Janji Menindaklanjuti Halte Branding Rokok
Sabtu, 15 Februari 2019 - 17:35 wib

Perbaikan Jalan Soekarno-Hatta Tunggu Lelang
Sabtu, 15 Februari 2019 - 17:01 wib
Cari Berita
Pekanbaru Terbaru
Hari Ini Rekam KTP-el di Rumbai Pesisir

Jumat, 15 Februari 2019 - 15:35 WIB

KBIH Harus Laksanakan Simulasi Manasik

Jumat, 15 Februari 2019 - 15:21 WIB

Rapat Paripurna Sering Batal

Jumat, 15 Februari 2019 - 10:15 WIB

Perpanjangan SIUPMB Tetap Diakomodir

Jumat, 15 Februari 2019 - 09:40 WIB

Pemko Akan Akomodir Transportasi ke Sekolah

Jumat, 15 Februari 2019 - 09:25 WIB

Sagang Online
loading...
Follow Us
Populer hari ini