Menteri Keuangan Imbau Perusahaan Gunakan Rupiah
Sabtu, 22 September 2018 - 15:49 WIB > Dibaca 553 kali Print | Komentar
Menteri Keuangan Imbau Perusahaan Gunakan Rupiah
Menteri Keuangan (Menkeu), Sri Mulyani. (INTERNET)
JAKARTA (RIAUPOS.CO) - Pemerintah menggunakan serangkaian startegi jitu untuk memperkuat otot rupiah. Terbaru, pemerintah melalui Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mengimbau setiap transaksi pembayaran di dalam negeri menggunakan mata uang rupiah. Itu untuk mengurangi tekanan rupiah menyusul permintaan dolar Amerika Serikat (USD) terus meningkat.

”Sejumlah perusahaan sudah melakukan transaksi dalam bentuk dolar AS dikonversi ke rupiah. Dengan begitu, tidak menimbulkan permintaan atas dolar AS secara berlebihan,” tutur Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani di Jakarta, Kamis (20/9).

Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia itu mencontohkan sejumlah perusahaan pertambangan yang beberapa kontraktornya ternyata dibayar pakai dolar Amerika Serikat. Tentu masih ada sektor jasa lain juga masih melakukan hal itu. ”Jadi, kita akan terus melakukan upaya sehingga cadangan devisa dan penerimaan devisa betul-betul bisa memperkuat kondisi di dalam negeri,” imbuh Sri Mulyani.

Ia menambahkan, mengenai konversi rupiah, pihaknya terus melakukan bersama dengan Bank Indonesia (BI), Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dan Menko Perekonomian supaya para eksportir melakukan itu. Setelah repatriasi dilakukan, selanjutnya memonitor secara terus menerus. ”Kami akan meminta supaya suplai dolar AS tidak hanya direpatriasi tetapi kemudian juga akan digunakan sebagai suplai devisa di dalam negeri,” ucapnya.

Penguatan rupiah harus didukung seluruh pihak, termasuk juga oleh pemerintah daerah (pemda). Pemda harus betul-betul menggunakan anggaran untuk memperbaiki pondasi ekonomi Indonesia.

”Apakah itu dari sisi kualitas SDM-nya sehingga makin kompetitif. Kualitas makin baik tentu akan meningkatkan produksi. Bidang infrastruktur sehingga konektifitas menjadi bagus. Atau  program-program yang langsung seperti penggunaan kepada dunia usaha, industri kecil menengah,” bebernya.

Selain itu lanjut Sri Mulyani, pemda juga harus mengurangi regulasi dan berbagai macam kebijakan yang masih menciptakan halangan bagi dunia usaha. ”Kami juga sudah mengeluarkan instrumen fiskal dalam bentuk tax holiday, tax allowance, dan insentif untuk memperbaiki kinerja ekspor. Dan, meminta lembaga-lembaga, seperti LPII untuk secara aktif memperkuat ekspor Indonesia,” ujarnya.(dai/das)
KOMENTAR
Berita Update

Siak Tuan Rumah Hari Santri Nasional Tingkat Provinsi
Selasa, 22 Oktober 2018 - 18:00 wib

Tampil di TTG XX Bali
Selasa, 22 Oktober 2018 - 17:30 wib
Persebaya Hancurkan Persib

Persebaya Hancurkan Persib
Selasa, 22 Oktober 2018 - 17:00 wib
Hasil Verifikasi CPNS Diumumkan Malam Hari

Hasil Verifikasi CPNS Diumumkan Malam Hari
Selasa, 22 Oktober 2018 - 16:30 wib
Mayat Bayi Digantung dalam Kantong Plastik

Mayat Bayi Digantung dalam Kantong Plastik
Selasa, 22 Oktober 2018 - 16:00 wib

Pengeroposan Gigi Harus Cepat Ditanggapi
Selasa, 22 Oktober 2018 - 15:35 wib

Pemkab Siap Bantu Kelurahan
Selasa, 22 Oktober 2018 - 15:30 wib

TC Berakhir, Kontingen Riau ke Popwil Dikukuhkan
Selasa, 22 Oktober 2018 - 15:28 wib
Sistem Perdagangan Alternatif Meningkat Signifikan

Sistem Perdagangan Alternatif Meningkat Signifikan
Selasa, 22 Oktober 2018 - 15:12 wib

Salah Jadi Solusi
Selasa, 22 Oktober 2018 - 15:00 wib
Cari Berita
Nasional Terbaru
Tampil di TTG XX Bali

Senin, 22 Oktober 2018 - 17:30 WIB

IKA Unri Satukan Potensi Bangun Riau dan Indonesia

Senin, 22 Oktober 2018 - 15:43 WIB

IKA UNRI Satukan Potensi Bangun Riau dan Indonesia

Minggu, 21 Oktober 2018 - 22:19 WIB

Kakanwil Bea Cukai Sulbagtara Menguji Doktor Hukum di UGM
Petani Sawit Inginkan Solusi di Rembug Nasional

Sabtu, 20 Oktober 2018 - 22:20 WIB

Sagang Online
loading...
Follow Us
Populer hari ini