Korut Segera Tutup Fasilitas Nuklir Utama Tongchang-ri
Jumat, 21 September 2018 - 14:30 WIB > Print | Komentar
Korut Segera Tutup Fasilitas Nuklir Utama Tongchang-ri
ARAHAN: Kimjong-un memberi arahan kepada ilmuan nuklir Korea Utara dalam foto terbaru yang dirilis Korean Central News Agency KCNA.
PYONGYANG (RIAUPOS.CO) - Sejumlah kesepakatan tercapai dalam kunjungan hari kedua Presiden Korea Selatan (Korsel) Moon Jae-in di Pyongyang, Korea Utara (Korut), Rabu (19/9). Yang menuai apresiasi terbanyak adalah komitmen denuklirisasi Pemimpin Tertinggi Korut Kim Jong-un. Dia akan menonaktifkan fasilitas nuklir Tongchang-ri.

“Sebentar lagi tidak akan ada uji coba nuklir dan roket,” cuit Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump pada akun Twitter-nya sebagaimana dilansir Reuters.

Tongchang-ri yang terletak di perbatasan Korut dan Cina merupakan fasilitas uji coba nuklir utama negara tersebut. Rudal yang mampu mengusung hulu ledak nuklir dengan daya jangkau sampai Negeri Paman Sam pun diujicobakan di sana.

Rencananya, Pyongyang segera menghancurkan fasilitas itu. Nanti, para pakar nuklir internasional diperbolehkan menginspeksi penutupan permanen Tongchang-ri. Menurut media Korut, pemerintahan Jong-un sebenarnya sudah mengupayakan penonaktifan fasilitas yang juga disebut sebagai Sohae Satellite Launching Station tersebut sejak awal tahun.

“Kami sepakat menjadikan Semenanjung Korea wilayah yang damai, tanpa senjata dan ancaman nuklir,” ujar Moon di hadapan media kemarin.

Selain denuklirisasi, Korut dan Korsel akan menciptakan zona aman di perbatasan dua negara. Baik di darat, laut, maupun udara. Itu menjadi upaya serius dua negara untuk menghalau provokasi.

Kemarin Kremlin menyambut baik kesepakatan Korut dan Korsel. Pemerintahan Presiden Vladimir Putin menyebut kesepakatan yang diteken Moon dan Jong-un tersebut sebagai langkah efektif menuju stabilitas politik.

Dalam waktu dekat, Jong-un akan membalas lawatan Moon. Dia bakal bertandang ke Seoul. Tetapi, dia akan mengirimkan delegasi budaya Korut ke Korsel lebih dulu. Rencananya, delegasi budaya yang mengemban misi damai tersebut bertolak pada Oktober. Setelah itu, barulah giliran Jong-un berkunjung.

Jika kunjungan tersebut terealisasi, Jong-un akan menjadi pemimpin Korut pertama yang melawat ibu kota Korsel. Mendiang ayah Jong-un, Kim Jong-il, sebenarnya juga pernah merencanakan kunjungan serupa. Tapi, sampai ajal menjemputnya, Jong-il belum pernah sekali pun menginjakkan kaki di Seoul.

“Itu pertanda baik. Akan ada negosiasi lanjutan yang lebih substantif,” ujar Michael Madden, pengamat pada Stimson Centre, think tank 38 North di Washington. Dia optimistis, pertemuan ketiga Moon dan Jong-un tersebut akan menjadi dasar pertemuan kedua bagi Trump dan Jong-un.

Namun, Nam Sung-wook menanggapi dingin kesepakatan-kesepakatan gemilang yang Moon dan Jong-un capai di Pyongyang kemarin. Pengamat hubungan dua Korea pada Korea University itu menyatakan bahwa Korut belum banyak berubah. Dalam hal nuklir, negara tersebut masih sangat tertutup. Termasuk tidak mau memublikasikan inventaris senjata dan fasilitas nuklir yang mereka punya.

“Jika kita bicara kecepatan, kemajuan denuklirisasi itu masih kurang dari 30 kilometer per jam, sedangkan perkembangan hubungan antar-Korea sudah mencapai lebih dari 100 kilometer per jam,” urai Nam sebagaimana dikutip The Guardian.(jpnn/fed)


KOMENTAR
Berita Update

Peta Politik di Jabar Sudah Berubah Drastis? 52,4%
Sabtu, 15 Februari 2019 - 20:30 wib

Kemendagri Jawab Isu e-KTP WNA Bisa Dipakai Mencoblos
Sabtu, 15 Februari 2019 - 20:24 wib
Banyak Honorer K2 Tenaga Teknis Protes Keras

Banyak Honorer K2 Tenaga Teknis Protes Keras
Sabtu, 15 Februari 2019 - 20:13 wib

20.790 Honorer K2 Kemenag Diminta Segera Daftar PPPK
Sabtu, 15 Februari 2019 - 20:02 wib
Janji Menindaklanjuti Halte Branding Rokok

Janji Menindaklanjuti Halte Branding Rokok
Sabtu, 15 Februari 2019 - 17:35 wib

Perbaikan Jalan Soekarno-Hatta Tunggu Lelang
Sabtu, 15 Februari 2019 - 17:01 wib
Cari Berita
Internasional Terbaru
Korsel Mau Naikkan Kontribusi Finansial Biayai Pasukan AS
Gordon Banks Tutup Usia

Rabu, 13 Februari 2019 - 10:43 WIB

AS Tegaskan ISIS Masih Berbahaya

Selasa, 12 Februari 2019 - 14:51 WIB

Dubes Iran Sebut Sanksi AS Bertentangan dengan HAM

Jumat, 08 Februari 2019 - 17:21 WIB

Lansia Jepang Pilih Penjara Tempat Bertahan Hidup

Minggu, 03 Februari 2019 - 10:23 WIB

Sagang Online
loading...
Follow Us
Populer hari ini