Unri Teliti Laju Sedimentasi Kolam Patin

Pekanbaru | Jumat, 21 September 2018 - 09:26 WIB

Unri Teliti Laju Sedimentasi Kolam Patin
PENELITIAN: Tim dari Fakultas Perikanan dan Kelautan Unri saat melakukan pemasangan alat uji sedimentasi di kolam warga di Desa Koto Mesjid, Kecamatan XIII Koto Kampar, Kampar.

KOTA (RIAUPOS.CO) -  Laju sedimentasi kolam  yang terlalu tinggi tidak baik untuk budidaya ikan patin. Biaya pemeliharaan kolam  lebih mahal.

Untuk membantu petani mengukur laju sedimentasi kolam ikannya, Universitas Riau (Unri) melakukan pengujian di lapangan. Lokasi yang dipilih kolam ikan patin warga di Desa Koto Mesjid Kecamatan XIII Koto Kampar,  Kampar,

Kegiatan penelitian ini bagian dari pengabdian masyarakat. Penelitian  dilakukan  Saberina Hasibuan dari Fakultas Perikanan dan Kelautan Unri bersama tim dari tahun 2015-2017. Konsentrasi penelitian adalah kandungan mineral tanah kolam Podsolik Merah Kuning (PMK), laju sedimentasi dan profil tanah PMK .

“Kami menguji salah satu kolam milik warga bersama Fadhil,” ujar Saberina. Untuk demo pemakaian alat uji dilakukan di gedung serba guna milik desa. Masyarakat diundang melihat demonya.

Tujuan penelitian dan penyuluhan  untuk membantu masyarakat  memantau kualitas air budidaya dilihat dari padatan tersuspensi.

“Ketika diketahui hasil uji sedimentasi, pendangkalan kolam dapat dihindari,” kata alumni Universitas Gadjah Mada (UGM) itu.

Metode penelitian  menggunakan  alat yang dipasang untuk pengujian padatan tersuspensi di air kolam dan diukur secara manual dengan satuan ml/l air kolam. Alat yang digunakan memiliki kegunaan sebagai perangkap padatan tersuspensi.  

Alat di taruh di dasar kolam selama satu hari dan setelah itu dapat dipanen untuk melihat jumlah padatan yang terperangkap.

Waktu pengujian dilakukan secepatnya/saat setelah dipanen dengan menuangkan sampel air dalam tabung perangkap ke tabung ukur yang dapat dibaca langsung dalam satuan ml/l.

Hasil penelitian menunjukkan  laju sedimentasi kolam ikan di Desa Koto masjid tergolong sedang.(dea)




loading...

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook