Beruang Madu Terkena Jeratan Babi
Rabu, 19 September 2018 - 14:30 WIB > Dibaca 641 kali Print | Komentar
Beruang Madu Terkena Jeratan Babi
TERJERAT: Seekor anak beruang madu terkena jeratan babi di areal pekebunan sawit Desa Bukit Kerikil, Kabupaten Bengkalis, Selasa (18/9/2018).
PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Seekor anak beruang madu (helarctos malayanus) terkena jeratan babi di areal pekebunan sawit Desa Bukit Kerikil, Kabupaten Bengkalis. Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau telah berhasil menyelamatkannya.


“Di lokasi itu cukup banyak jerat babi yang mengancam keberadaan satwa dilindungi, seperti beruang madu,” kata Kepala BBKSDA Riau Suharyono, Selasa (18/9) siang.


 Suharyono menjelaskan, operasi penyelamatan satwa berbulu hitam dan bercakar tajam itu memerlukan waktu yang cukup lama. Karena, pada saat bersamaan seekor beruang dewasa yang diduga kuat induknya, menunggu beruang muda tersebut yang dalam kondisi terjerat sejak Ahad (16/9) siang.


  Barulah pada keesokan harinya beruang dapat diselamatkan dengan melibatkan tim reaksi cepat BBKSDA Riau Resort Duri. Namun, Suharyono mengatakan beruang tersebut tidak serta merta dievakuasi, melainkan langsung dilepasliarkan ke habitatnya.


  Desa Bukit Kerikil secara geografis berbatasan langsung dengan Cagar Biosfer Giam Siak Kecil, yang merupakan kawasan konservasi yang kaya akan flora dan fauna. Salah satunya rumah Sementara itu, keberadaan jerat yang dipasang oleh para penjerat babi bertebaran di sekitar areal perkebunan sawit yang meluas di desa sekitar kawasan konservasi tersebut.


 “Untuk itu, setelah upaya penyelamatan tersebut kami langsung melakukan penyisiran jerat. Tapi hasilnya nihil. Memang kejadian seperti ini kerap terjadi, ketika jerat langsung hilang saat petugas datang,” kata Suharyono.


Oleh karena itu, dia meminta kepada masyarakat, baik pemilik lahan atau masyarakat desa agar tidak memasang jerat di sekitar kawasan konservasi. Karena ini berpotensi mencelakai satwa dilindungi.


Beruang madu merupakan satwa dilindungi yang kerap menjadi sasaran perburuan di Provinsi Riau. Meski dalam beberapa kasus, para pelaku tidak mengakui menjerat satwa dilindungi tersebut dengan berdalih menjerat babi.


 Bahkan, BBKSDA Riau dan Polda Riau berhasil mengungkap petani yang membantai sejumlah beruang madu di Kabupaten Indragiri Hilir pada awal 2018 lalu. Dalam pengungkapan itu, petugas menetapkan empat orang tersangka, sebagai bagian dari upaya efek jera bagi para pemburu satwa dilindungi.(dal)
KOMENTAR
Berita Update

Siak Tuan Rumah Hari Santri Nasional Tingkat Provinsi
Selasa, 22 Oktober 2018 - 18:00 wib

Tampil di TTG XX Bali
Selasa, 22 Oktober 2018 - 17:30 wib
Persebaya Hancurkan Persib

Persebaya Hancurkan Persib
Selasa, 22 Oktober 2018 - 17:00 wib
Hasil Verifikasi CPNS Diumumkan Malam Hari

Hasil Verifikasi CPNS Diumumkan Malam Hari
Selasa, 22 Oktober 2018 - 16:30 wib
Mayat Bayi Digantung dalam Kantong Plastik

Mayat Bayi Digantung dalam Kantong Plastik
Selasa, 22 Oktober 2018 - 16:00 wib

Pengeroposan Gigi Harus Cepat Ditanggapi
Selasa, 22 Oktober 2018 - 15:35 wib

Pemkab Siap Bantu Kelurahan
Selasa, 22 Oktober 2018 - 15:30 wib

TC Berakhir, Kontingen Riau ke Popwil Dikukuhkan
Selasa, 22 Oktober 2018 - 15:28 wib
Sistem Perdagangan Alternatif Meningkat Signifikan

Sistem Perdagangan Alternatif Meningkat Signifikan
Selasa, 22 Oktober 2018 - 15:12 wib

Salah Jadi Solusi
Selasa, 22 Oktober 2018 - 15:00 wib
Cari Berita
Sumatera Terbaru
Polda Kepri Amankan Pengelola Parkir

Kamis, 18 Oktober 2018 - 15:53 WIB

Banjir Rendam 10 Kecamatan di Aceh Barat

Kamis, 18 Oktober 2018 - 13:35 WIB

Penanganan Bencana Terkendala Anggaran

Kamis, 18 Oktober 2018 - 13:27 WIB

LHK Klaim Kebakaran Hutan Turun 50 Persen

Kamis, 18 Oktober 2018 - 12:54 WIB

Salah Nomenklatur, Guru  Madrasah Tak Dapat Intensif

Selasa, 16 Oktober 2018 - 14:35 WIB

Sagang Online
loading...
Follow Us
Populer hari ini