Sekolah Santa Maria: Pendidikan Berasaskan Tri Nga oleh Ki Hadjar Dewantara
Rabu, 19 September 2018 - 09:27 WIB > Print | Komentar
Sekolah Santa Maria: Pendidikan Berasaskan Tri Nga oleh Ki Hadjar Dewantara
PEMATERI: Para pemateri memberikan penjelasan tentang konsep pendidikan Tri Nga, Selasa (18/9/2018). (HENNY ELYATI/RIAU POS)
Berita Terkait

SMA Santa Maria Menuju Sekolah Hebat



PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Sekolah-sekolah Santa Maria Pekanbaru yang bernaung di bawah Yayasan Prayoga Riau kembali mengadakan rangkaian Dies Natalis pada 15 September lalu.

‘’Dies Natalis diadakan di SMA Santa Maria dan TK Santa Maria bertindak selaku tuan rumah sedangkan pemateri dies natalis merupakan gabungan dari guru TK Santa Maria, SD Santa Maria II, dan SMP Santa Maria. Workshop kali ini sangat istimewa karena selain dihadiri oleh bapak/ibu pendidik dan tenaga kependidikan koordinatorat Pekanbaru yang berjumlah 235 orang, juga dihadiri seluruh kepala sekolah dan wakil kepala sekolah se-Yayasan Prayoga Riau yang berjumlah 60 orang, yang sebelumnya mengikuti rapat kerja (Raker) kepala sekolah dan dipimpin langsung oleh Romo Anton Konseng Pr MSc selaku Ketua Yayasan Prayoga Riau,’’ ujar Koordinator SDM Koordinator Pekanbaru Ferdinandus Nipa, Selasa (18/9).

Tema Dies Natalis kali ini ialah Ki Hajar Dewantara dan pandangannya terhadap Pendidikan Berasaskan Tri Nga. Di awal seminar, disajikan highlights dari empat materi seminar sebelumnya yaitu Sekolah Hebat yang memprioritaskan keperluan peserta didik, pendidikan berasaskan kekeluargaan, pendidikan berasaskan Kebhineka Tunggal Ikaan dan pendidikan berasaskan kebangsaan yang lebih menekankan pada aspek afektif.

Dengan pola pendidikan berasaskan kekeluargaan, maka sistem among digunakan untuk mendidik anak di kelas dengan menerapkan 3 prinsip yaitu asuh, asih, dan asah yang juga disebut membimbing, mengasihi, dan mendidik. Sistem among merupakan implementasi dari Tri Nga (ngerti, ngroso dan ngelakoni).

Konsep pendidikan Tri Nga ini yang kemudian dikembangkan oleh seorang ahli psikolog pendidikan berkebangsaan Amerika Serikat, Benjamin Samuel Bloom yang dikenal dengan Taksonomi Bloom. Bloom membagi ranah intelektual ini menjadi tiga yaitu kognitif (ngerti), afektif (ngerasa) dan psikomotor (ngelakoni).

 Maka untuk mengembangkan  Tri Nga harus bersinergi dengan pola asah, asuh dan asih. Artinya peserta didik akan mendapatkan pendidikan secara utuh dan total bukan hanya peningkatan kemampuan akademik tetapi kemampuan afektif dan psikomotornya. Oleh karena itu pendidik mempunyai andil yang besar untuk tercapainya Tri Nga.

Pendidik  dituntut profesional dan memiliki rasa empati (sense of emphatic) terhadap siswa. Pendidik harus mengenali karakter peserta didik secara individu, sehingga pendidik merancang pembelajaran berdasarkan keperluan peserta didik bukan hanya mengejar target kurikulum.(hen/c)
KOMENTAR
Berita Update

Peta Politik di Jabar Sudah Berubah Drastis? 52,4%
Sabtu, 15 Februari 2019 - 20:30 wib

Kemendagri Jawab Isu e-KTP WNA Bisa Dipakai Mencoblos
Sabtu, 15 Februari 2019 - 20:24 wib
Banyak Honorer K2 Tenaga Teknis Protes Keras

Banyak Honorer K2 Tenaga Teknis Protes Keras
Sabtu, 15 Februari 2019 - 20:13 wib

20.790 Honorer K2 Kemenag Diminta Segera Daftar PPPK
Sabtu, 15 Februari 2019 - 20:02 wib
Janji Menindaklanjuti Halte Branding Rokok

Janji Menindaklanjuti Halte Branding Rokok
Sabtu, 15 Februari 2019 - 17:35 wib

Perbaikan Jalan Soekarno-Hatta Tunggu Lelang
Sabtu, 15 Februari 2019 - 17:01 wib
Cari Berita
Pendidikan Terbaru
Siap Atasi Pungli di Sekolah

Kamis, 14 Februari 2019 - 11:26 WIB

Di Depan Jokowi, Pak Kadis Minta Guru Honorer Diangkat PNS
Tes Akademik 24 Februari

Senin, 11 Februari 2019 - 14:03 WIB

Ukir Prestasi di Al Izhar Got Talent 2

Senin, 11 Februari 2019 - 10:24 WIB

Tidak Ada Paksaan Siswa SD Ujian dengan Komputer

Sabtu, 09 Februari 2019 - 19:39 WIB

Sagang Online
loading...
Follow Us
Populer hari ini