Kakek 11 Cicit dan 31 Cucu Nikah Isbat
Selasa, 18 September 2018 - 12:42 WIB > Dibaca 353 kali Print | Komentar
Kakek 11 Cicit dan 31  Cucu Nikah Isbat
SIDANG ISBAT: Pasangan korban pelanggaran HAM kembali menjalani sidang isbat nikah di halaman Kantor Camat, Nisam Antara, Aceh Utara, Senin (17/9/2018).
ACEH (RIAUPOS.CO) - Sebanyak 52 pasangan warga korban konflik Aceh, menjalani nikah isbat, Senin (17/9). Pernikahan itu, juga dijalani ulang oleh seorang kakek yang telah memiliki 11 cicit dan 31 orang cucu. Sehingga menjadi perhatian penuh masyarakat kawasan eks markas Gerakan Aceh Merdeka (GAM) saat konflik perseteruan dengan Pemerintah RI.

Ke-52 pasangan belum memiliki buku nikah berasal dari empat gampong yaitu Alue Dua, Alue Papuen, Seumirah dan Gampong Darussalam dari enam gampong yang ada di kecamatan itu.  Peserta nikah pun sekaligus langsung mendapatkan akta kelahiran, KTP dan KK dalam satu hari setelah nikah isbat berlangsung di halaman Kantor Camat Nisam Antara, Gampong Alue Dua, Kabupaten Aceh Utara.

Proses nikah langsung terjun tim Mahkamah Syar’iyah Lhoksukon, Disdukcapil Aceh Utara,Muspika Aceh Utara, Kecamatan Nisam antara, Kandepag Aceh Utara, melalui KUA Nisam Antara. Pelayanan terpadu isbat ini merupakan yang ketiga kalinya dilaksanakan di Aceh Utara. Itbat pertama dan kedua telah berlangsung pada tahun 2016.

“Ini adalah bagian dari kerja-kerja RPuK agar korban pelanggaran HAM mendapatkan akses pelayanan dasarnya pasca konflik. RPuK mencoba memfasilitasi kepentingan masyarakat korban dan pemerintah yang menginginkan ketertiban administrasi dapat terwujud,” kata Leila Juari, Sekretaris Eksekutif Relawan Perempuan untuk Kemanusiaan, yang dihubungi JPG.

68 Tahun Tak 
Punya Buku Nikah

Sementara itu, Leila menambahkan di antara puluhan pasangan yang menjalani isbat terdapat pasangan usia lanjut yang telah menikah sejak tahun 1950. Pasangan dimaksud adalah Ishak bin Tgk Cut Ben (88) dan istrinya Latifah (83) asal Gampong Seumirah, Nisam Antara.

Kakek Ishak saat ini telah memiliki enam orang anak, 31 cucu dan 11 cicit. Ia ingin mendapatkan buku nikah untuk keperluan naik haji yang sudah didaftarkannya sejak tahun 2013. Leila menambahkan, selaku sekretaris Eksekutif Relawan Perempuan untuk kemanusiaan, pelayanan terpadu itsbat nikah ini dilaksanakan oleh RPuK dan Indonesia untuk Kemanusiaan melalui Program Peduli bekerjasama dengan Kementerian Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK).(ung/bai/das)



(Laporan JPG, Nisam Antara)
KOMENTAR
Berita Update

Siak Tuan Rumah Hari Santri Nasional Tingkat Provinsi
Selasa, 22 Oktober 2018 - 18:00 wib

Tampil di TTG XX Bali
Selasa, 22 Oktober 2018 - 17:30 wib
Persebaya Hancurkan Persib

Persebaya Hancurkan Persib
Selasa, 22 Oktober 2018 - 17:00 wib
Hasil Verifikasi CPNS Diumumkan Malam Hari

Hasil Verifikasi CPNS Diumumkan Malam Hari
Selasa, 22 Oktober 2018 - 16:30 wib
Mayat Bayi Digantung dalam Kantong Plastik

Mayat Bayi Digantung dalam Kantong Plastik
Selasa, 22 Oktober 2018 - 16:00 wib

Pengeroposan Gigi Harus Cepat Ditanggapi
Selasa, 22 Oktober 2018 - 15:35 wib

Pemkab Siap Bantu Kelurahan
Selasa, 22 Oktober 2018 - 15:30 wib

TC Berakhir, Kontingen Riau ke Popwil Dikukuhkan
Selasa, 22 Oktober 2018 - 15:28 wib
Sistem Perdagangan Alternatif Meningkat Signifikan

Sistem Perdagangan Alternatif Meningkat Signifikan
Selasa, 22 Oktober 2018 - 15:12 wib

Salah Jadi Solusi
Selasa, 22 Oktober 2018 - 15:00 wib
Cari Berita
Sumatera Terbaru
Polda Kepri Amankan Pengelola Parkir

Kamis, 18 Oktober 2018 - 15:53 WIB

Banjir Rendam 10 Kecamatan di Aceh Barat

Kamis, 18 Oktober 2018 - 13:35 WIB

Penanganan Bencana Terkendala Anggaran

Kamis, 18 Oktober 2018 - 13:27 WIB

LHK Klaim Kebakaran Hutan Turun 50 Persen

Kamis, 18 Oktober 2018 - 12:54 WIB

Salah Nomenklatur, Guru  Madrasah Tak Dapat Intensif

Selasa, 16 Oktober 2018 - 14:35 WIB

Sagang Online
loading...
Follow Us
Populer hari ini