Mahasiswa Tuntut Stabilitas Rupiah dan Pengelolaan Blok Rokan
Selasa, 18 September 2018 - 12:30 WIB > Dibaca 1628 kali Print | Komentar
PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Gedung DPRD Riau, Jalan Jenderal Sudirman, Pekanbaru, kembali didatangi ratusan mahasiswa, Senin (17/9) siang. Kali ini dari Aliansi Lembaga Mahasiswa Universitas Lancang Kuning (Unilak). Dengan mengenakan almamater kuning, mahasiswa yang jumlahnya ratusan ingin menyampaikan aspirasi langsung kepada DPRD.


Ada dua poin tuntutan mahasiswa. Pertama mendesak pemerintah pusat segera menstabilkan nilai tukar rupiah terhadap dollar. Kedua, meminta agar daerah dilibatkan dalam pengelolaan Blok Rokan.


Di awal aksi yang berlangsung tepat di depan gerbang DPRD Riau itu berlangsung tertib. Satu per satu orator silih berganti menyampaikan aspirasi.


‘’Aliansi mahasiswa Unilak meminta pemerintah segera menstabilkan nilai tukar rupiah terhadap dolar. Dalam tempo sesingkat-singkatnya. Dengan cara menolak impor dan lebih memberdayakan produksi lokal untuk perekonomian negeri,” ujar koordinator lapangan (korlap) aksi Azri Mahendra.


Selain itu mahasiswa juga menyoroti masalah pengelolaan Blok Rokan. Di mana, blok Migas terbesar di Pulau Sumatera itu kini telah diputus untuk dikelola BUMN Pertamina. Namun mahasiswa menuding perpindahan pengelolaan itu hanya bungkusnya saja. Sedangkan investasi dan sumber daya manusia yang bekerja didalamnya masih didominasi asing.


Usai menyampaikan orasi, mahasiswa meminta agar aparat pengamanan yang terdiri dari Polisi dan Satpol PP agar melainkan mahasiswa masuk. Dengan tujuan aspirasi yang disampaikan langsung diterima anggota DPRD Riau. Karena sudah beberapa jam mahasiswa berorasi, tidak ada satupun anggota dewan yang datang menemui.


Namun permintaan itu tidak dikabulkan aparat pengamanan. Sehingga sempat terjadi aksi saling dorong. Bentrokan kecil tak terhindarkan. Bahkan ada beberapa mahasiswa yang sempat terluka goresan lantaran terlibat saling dorong.


Situasi tersebut kemudian mereda sesaat. Mahasiswa kembali meminta agar Polisi memberi izin masuk. Namun lagi-lagi permintaan mahasiswa tidak mendapat izin. Aksi saling dorong kembali terjadi. Hingga sekitar pukul 16.25 WIB aksi saling dorong terjadi hingga 3 kali.
Mahasiswa juga sempat mempertanyakan alasan kepolisian tidak memberi izin masuk.


KOMENTAR
Berita Update

Petani Muda Riau Terima Bantuan Bibit Sapi dari Chevron
Sabtu, 15 Desember 2018 - 15:32 wib

Hari Ini, 54 Wartawan PWI Riau Konsentrasi Ikuti UKW
Sabtu, 15 Desember 2018 - 15:06 wib
Aturan Jilbab ASN Tak Berlaku di Riau

Aturan Jilbab ASN Tak Berlaku di Riau
Sabtu, 15 Desember 2018 - 15:00 wib
Jalan Garuda Sakti
Truk Tonase Besar "Berjatuhan"
Sabtu, 15 Desember 2018 - 14:39 wib

Hari Ini Batas Akhir Pelunasan Pajak
Sabtu, 15 Desember 2018 - 14:13 wib
Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Pekanbaru
Peserta Didik Bisa Tamat Lebih Cepat
Sabtu, 15 Desember 2018 - 14:01 wib
Harga Elpiji 3 Kilogram Eceran Turun Drastis

Harga Elpiji 3 Kilogram Eceran Turun Drastis
Sabtu, 15 Desember 2018 - 13:44 wib
Siswa SMA Tewas Ditabrak Truk

Siswa SMA Tewas Ditabrak Truk
Sabtu, 15 Desember 2018 - 13:44 wib
Cari Berita
Ekonomi-Bisnis Terbaru
Bank Syariah Mandiri Sediakan Transaksi Hedging

Jumat, 14 Desember 2018 - 14:09 WIB

Plaza Mebel Promo Clearance Sale

Jumat, 14 Desember 2018 - 13:17 WIB

DJPb Beri Penghargaan Daerah dalam Pembinaan KUR

Jumat, 14 Desember 2018 - 12:04 WIB

Jelang Akhir 2018, Shopee Catat 12 Juta Transaksi di 7 Negara
Petani Muda Riau Terima Bantuan Bibit Sapi dari Chevron

Jumat, 14 Desember 2018 - 09:40 WIB

Sagang Online
loading...
Follow Us