Bawaslu Proses Dugaan Pelanggaran Administrasi

Politik | Sabtu, 15 September 2018 - 14:08 WIB

Bawaslu Proses Dugaan Pelanggaran Administrasi
SIDANG: Ketua Bawaslu Riau Rusidi Rusdan (kiri) saat mengikuti sidang dugaan pelanggaran administrasi Pemilu, Jumat (14/9/2018). (AFIAT ANANDA/RIAU POS)

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Riau menggelar sidang dugaan pelanggaran administrasi bakal calon DPD RI, Jumat (14/9). Itu setelah salah seorang balon, yakni Syintia Dewi Ananta Shinta Dewi melaporkan pencoretan namanya dari daftar calon sementara (DCS) DPD RI oleh KPU Riau.

Sidang yang digelar di Kantor Bawaslu Riau, Jalan Adisucipto itu dihadiri oleh pelapor Syintia dan terlapor KPU. Sidang putusan pendahuluan dugaan pelanggaran administrasi Pemilu sudah kami gelar. Pelapor merasa dilakukan tidak adil oleh KPU. Hal itu didasari putusan tidak memenuhi syarat (TMS) yang dilakukan oleh KPU Riau kepadanya. Alasan KPU karena pelapor masih berusia 20 tahun, 5 bulan, ujar Ketua Bawaslu Riau Rusidi Rusdan usai sidang.

Pada sidang pendahuluan itu pula, Bawaslu memutuskan untuk menerima laporan dari yang bersangkutan. Rencananya, Bawaslu akan kembali melaksanakan sidang dugaan pelanggaran administrasi Pemilu tersebut pada, Senin (17/9).

Majelis memutuskan laporan dugaan pelanggaran admisitrasi Pemilu diterima dan akan ditindaklanjuti dengan sidang pemeriksaan yang akan diselenggarakan pada hari Senin depan, ucapnya.(nda)



loading...

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook