Ribuan Bibit Gaharu Siap Ditanam di Desa Tanjung Belit
Rabu, 12 September 2018 - 15:53 WIB > Dibaca 837 kali Print | Komentar
Ribuan Bibit Gaharu Siap Ditanam di Desa Tanjung Belit
Kelompok Budidaya Gaharu merapikan bibit Gaharu siap tanam. (KUNNI MASROHANTI/RIAUPOS)
Berita Terkait



KAMPARKIRI HULU (RIAUPOS.CO) - Sejak sembilan bulan lalu,  masyarakat Desa Tanjung Belit, Kecamatan Kampar Kiri Hulu,  Kabupaten Kampar,  mulai membibit kayu gaharu. Tidak kurang dari enam ribu bibit sudah siap ditanam.  Ini hanya di Desa Tanjung Belit.  Di desa lain seperti Aur Kuning,  Pangkalan Serai, Ludai dan beberapa desa lainnya juga banyak.
 
Pembibitan pohon gaharu di Desa Tanjung Belit ini di lakukan oleh Kelompok Budidaya Gaharu Desa Tanjung Belit yang diketuai Mansur.  Selain mengembangkan usaha pembibitan, kelompok ini juga memiliki pohon gaharu dewasa yang merupakan sumbangan dari salah satu pengurus, Mak Beren. Mak Beren pulak,  memiliki banyak pohon gaharu dewasa yang sudah dikembangkan sejak tiga tahun terakhir.

Riaupos.co bersama peserta Kenduri Subayang-Bio yang digelar masyarakat Batang Subayang dan Sungai Bio,  baru-baru ini melihat langsung ke lokasi pembibitan. Ribuan bibit gaharu berusia tiga dan sembilan bulan hingga Rabu (12/9), tumbuh subur dalam polibek. Peserta kenduri juga diajak melihat langsung pohon gaharu dewasa yang diinjeksi atau diinokulasi (nokulan) di kebun milik Mak Beren yang tak jauh dari pemukiman masyarakat di desa tersebut.  

‘’Sebagaimana diketahui, gaharu ini mahal harganya. Gaharu asli dari dalam hutan dan yang dibibitkan ini tak jauh beda harganya. Beda tipis. Makanya kita budidayakan di sini. Persoalannya, belum banyak pembeli. Kalau untuk masyarakat, sudah cukup. Apalagi di desa lain juga banyak yang melakukan pembibitan,’’ ungkap Mansur di sela-sela kunjungan ke lokasi pembibitan.

Kunjungan ke lokasi pembibitan dan melihat langsung proses inokulasi gaharu ini merupakan salah satu rangkaian kegiatan Kenduri Subayang-Bio yang meliputi banyak rangkaian kegiatan. Antara lain,  membuka lubuk larangan atau panen ikan (mancakou ikan) di Desa Aur Kuning,  wisata air di Desa Batu Sanggan, melihat kebun dan lokasi pembibitan gaharu di Desa Tanjung Belit serta pertunjukan seni tradisi di Desa Tanjung Belit. 

Kegiatan ini dilaksanakan Forum Masyarakat Batang Subayang dan Batang Bio didukung oleh Imbau yang merupakan konsorsium dari tiga lembaga, yakni, Perkumpulan/Yayasan Masyarakat dan Pendidikan Konservasi Alam (Yapeka),  Indonesia Ecoturism Network (Indecon) dan WWF.  
 
‘’Masyarakat yang tinggal di sepanjang Sungai Subayang dan Sungai Bio, sebagiannya masih melakukan aktivitas di dalam hutan.  Pembibitan gaharu dan penanaman pohon gaharu di kebun-kebun masyarakat ini diharapkan menjadi salah satu solusi agar aktivitas masyarakat di dalam hutan bisa berkurang. Dengan demikian hutan akan terjaga. Kalau hutan terjaga, sungai juga akan tetap terjaga dengan baik. Semoga menjadi solusi perekonomian yang berkelanjutan bagi masyarakat,’’ harap Livelihood Project Manager Yapeka, Agustinus Wijayanto.(kun)
      

KOMENTAR
Berita Update
GAMEZ FREE FIRE COMPETITION
Kompetisi eSport Berhadiah Golden Ticket Grand Final Indonesia Master 2019
Rabu, 16 Januari 2019 - 18:02 wib
Masyarakat Keluhkan Banyak Jalan Rusak

Masyarakat Keluhkan Banyak Jalan Rusak
Rabu, 16 Januari 2019 - 17:15 wib

Piala Adipura Diarak di Kota Bangkinang
Rabu, 16 Januari 2019 - 17:00 wib
Dewan Minta Pemkab  Perhatikan Guru Komite

Dewan Minta Pemkab Perhatikan Guru Komite
Rabu, 16 Januari 2019 - 16:30 wib
Pengurus OPSI  Riau dimintai keterangan di kantor Satpol PP Pekanbaru
Dugaan LGBT
Pengurus OPSI Riau dimintai keterangan di kantor Satpol PP Pekanbaru
Rabu, 16 Januari 2019 - 15:43 wib
Kepergok Curi Besi Tua, Pria 46 Tahun Diamankan

Kepergok Curi Besi Tua, Pria 46 Tahun Diamankan
Rabu, 16 Januari 2019 - 15:40 wib
Jangan Daratan Terus, Pesisir Juga Perlu Dilihat
TUAN RUMAH PORPROV X
Jangan Daratan Terus, Pesisir Juga Perlu Dilihat
Rabu, 16 Januari 2019 - 15:30 wib
Harga Beras Turun Rp500 per Kilogram
Beras Impor Masih Diburu
Harga Beras Turun Rp500 per Kilogram
Rabu, 16 Januari 2019 - 15:15 wib
372 Ekor  Sapi  Dihibahkan Tahun Ini

372 Ekor Sapi Dihibahkan Tahun Ini
Rabu, 16 Januari 2019 - 15:00 wib
Cari Berita
Lingkungan Terbaru
Kejadian Pencemaran  Lingkungan Meningkat

Rabu, 16 Januari 2019 - 13:30 WIB

Dua Perbup Kawasan  Wisata Diajukan

Rabu, 16 Januari 2019 - 11:01 WIB

Pembangunan Pasar Puo Raya dan Kasimang Tuntas 100 Persen
Arus Pendek Hanguskan Rumah Warga

Senin, 14 Januari 2019 - 11:05 WIB

Pangkalan Kerinci Jadi Kota Bertabur Sampah

Jumat, 11 Januari 2019 - 12:30 WIB

Sagang Online
loading...
Follow Us