Lotte Group Tunda Rencana Investasi 3,5 M Dolar AS
Rabu, 12 September 2018 - 18:11 WIB > Dibaca 360 kali Print | Komentar
Berita Terkait



JAKARTA (RIAUPOS.CO) - Perusahaan raksasa asal Korea Selatan Lotte Group menunda rencana investasi unit usaha kimianya yaitu Lotte Chemical senilai 4 triliun won atau segera 3,5 miliar dolar AS di Indonesia.

Mengutip laman laman koreatimes.co.kr, Vice Chairman Lotte, Hwang Kag-gyu menjelaskan, alasan penundaan investasinya di Indonesia lantaran Shin Dong-bin, orang nomor satu di konglomerasi tersebut, tengah ditahan otoritas Korsel terkait kasus suap.

Menurutnya, pembangunan komplek petrokimia di Indonesia tak bisa dilakukan sampai Shin melakukan kunjungan langsung ke lokasi setelah dibebaskan.

“Terkait dengan masalah internal, banyak dari bisnis kami, termasuk yang di Indonesia, ditunda,” tegas Hwang, seperti diberitakan, Selasa (11/9).

Lotte Chemical rencananya akan membangun komplek pabrik petrokimia raksasa setelah membeli lahan Krakatau Steel di Cilegon tahun lalu. Namun, rencana itu tertunda sejak Shin ditahan karena tuduhan memberi suap kepada Presiden yang berkuasa saat itu, Park Geun-hye, yang kini sudah dipenjara.

Namun, pernyataan Hwang bertolak belakang dengan yang disampaikan saat manajemen Lotte bertemu dengan Presiden Jokow Widodo pagi kemarin. Dalam pertemuan itu, Hwang dan para eksekutif Lotte mendiskusikan kerjasama saling menguntungkan. Dalam pertemuan itu, CEO Lotte Chemical CEO Kim Gyo-hyun, juga hadir.

“Kami terus mendorong kerjasama dengan Indonesia dengan investasi di sektor infrastruktur, budaya, dan startup. Saya meminta pemerintah Indonesia untuk memberi perhatian dan mendukung kami,” ujar Hwang kepada Presiden Jokowi, kutip koreatimes.co.kr.

Sebagai informasi, sejak membuka Lotte Mart pertama di Indonesia pada 2008, Lotte telah mengoperasikan 11 usaha afiliasi, termasuk Lotte Department Store, Lotte Chemical, dan Lotte GRS di Indonesia, dengan mempekerjakan 9.000 orang.

Namun, kini, Lotte agaknya tak akan menambah investasi di Indonesia sementara waktu, karena tak ada pengambil keputusan, Shin, yang juga mengetuai sektor bisnis di Korea Indonesia Partnership Council.

Hwang berharap pengadilan akan membuat keputusan bijak pada sidang banding bulan depan dalam perkara Shin.(mys/jpg)
KOMENTAR
Berita Update

Sekda Defenitif Resmi Dilantik
Selasa, 25 September 2018 - 14:00 wib

Komunitas WA Group Berbagi Edukasi UMKM
Selasa, 25 September 2018 - 13:57 wib

Verdivir Juara I MBtech Awards 2018 di Palembang
Selasa, 25 September 2018 - 13:40 wib
Remaja Disekap dan Diperkosa
Minta Tolong Dicarikan Pekerjaan
Selasa, 25 September 2018 - 13:39 wib

Suka Fajar Paparkan Ketangguhan Triton
Selasa, 25 September 2018 - 13:36 wib
Penjualan Ritel Turun 4,13 Persen

Penjualan Ritel Turun 4,13 Persen
Selasa, 25 September 2018 - 13:15 wib
Demo di Kantor DPRD Riau
Honorer K2 Desak Penangkatan menjadi PNS
Selasa, 25 September 2018 - 13:03 wib
Tolak Reforma Agraria Palsu Jokowi
Mahasiswa Tuntut Perjuangkan Hak Petani
Selasa, 25 September 2018 - 13:00 wib
Genjot Ekspor, LPEI Fokus Winning Commodities

Genjot Ekspor, LPEI Fokus Winning Commodities
Selasa, 25 September 2018 - 12:54 wib
Pemerintah Pangkas  Pajak Bunga Obligasi

Pemerintah Pangkas Pajak Bunga Obligasi
Selasa, 25 September 2018 - 12:40 wib
Cari Berita
Ekonomi-Bisnis Terbaru
Komunitas WA Group  Berbagi Edukasi UMKM

Selasa, 25 September 2018 - 13:57 WIB

Verdivir Juara I MBtech Awards 2018 di Palembang

Selasa, 25 September 2018 - 13:40 WIB

Suka Fajar Paparkan Ketangguhan Triton

Selasa, 25 September 2018 - 13:36 WIB

Penjualan Ritel Turun 4,13 Persen

Selasa, 25 September 2018 - 13:15 WIB

Genjot Ekspor, LPEI Fokus Winning Commodities

Selasa, 25 September 2018 - 12:54 WIB

Sagang Online
loading...
Follow Us