Investor Kabur, PT Nagano Tak Beroperasi
Rabu, 12 September 2018 - 11:23 WIB > Dibaca 938 kali Print | Komentar
Investor Kabur, PT Nagano Tak Beroperasi
SEPI: PT Nagano Drilube Indonesia di Batamindo Industrial Park, Batam, Kepulauan Riau terlihat sepi, baru-baru ini. (INTERNET)
Berita Terkait



SUNGAI BEDUK (RIAUPOS.CO) - Puluhan karyawan PT Nagano Drilube Indonesia di Batamindo Industrial Park mendatangi perusahaan mereka. Kedatangan mereka untuk meminta kejelasan nasib mereka. Pasalnya, perusahaan tersebut sudah berhenti beroperasi, Selasa (11/9). 

Salah seorang karyawan PT Nagano Drilube Nursani, mengaku awalnya mereka diberitahukan untuk dirumahkan. Kejadian itu pada Selasa (5/9). Namun, saat mereka mendatangi perusahaan itu ternyata sudah stop plan. “Sehari sebelumnya kami sempat bekerja, tapi sekarang sudah stop plan,” katanya.

Dia mengatakan sebelum dirumahkan, ia memang melihat ada hal aneh yang terjadi, contohnya pada Selasa (4/9) sore, ada pihak Batamindo mendatangi PT Nagano. Mereka terlihat memadamkan listrik di Perusahaan tersebut. “Kami tidak tahu apa yang terjadi. Sekuriti yang masuk siang juga disuruh pulang, dan kami lihat listriknya dipadamkan,” jelasnya.

Karena merasa curiga, ia bersama dengan karyawan lainnya pun mendatangi perusahaan pada pagi harinya. Pada saat itu ada customer dari Sinometal dan Siix datang untuk mengambil material. “Tetapi ternyata sudah stop plan, kami juga memastikan kepada Batamindo, dan perusahaan sudah tidak membayar listrik,” jelasnya.

Lebih jauh Nursani tidak mengetahui apa yang terjadi pada manajemen perusahaan itu. Dari informasi yang dia dapat, pemilik perusahaan sudah kabur ke Jepang. Sementara itu, perusahaan asal Jepang ini memperkerjakan 54 karyawan, dan 39 karyawan sudah status permanen. Termasuk Nursani yang sudah 18 tahun bekerja di Perusahaan tersebut. “Kami bingung nasib kami bagaimana ini,” ucapnya.

Sementara itu, Kepala Disnaker Kota Batam Rudi Syakiarti mengaku sudah mengetahui informasi tersebut. Sebanyak 52 karyawan belum menerima haknya untuk bulan Agustus lalu.Persoalan bermula dari diputusnya aliran listrik oleh pihak Batamindo kepada PT Nagano.

Melihat kondisi tersebut karyawan penasaran dan mencari informasi, namun perwakilan Jepang yang ada di Batam diketahui kembali ke negaranya tanpa ada kejelasan nasib karyawan. “Harusnya kan terima bulan ini. Untuk melunasi gaji karyawan perlu biaya Rp292 juta,” sebut dia.

Pria yang pernah mengepalai Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Batam tersebut  mengungkapkan, berdasarkan informasi dari bagian kepegawaian perusahaan, selama ini gaji karyawan dibayar bersumber dari perusahaan yang ada di Jepang. “Seperti subsidi begitu. Karena produksi di sini juga tak terlalu banyak,” ujarnya.

Ia menjelaskan perusahaan yang memproduksi hasil seperti tinta printer ini masih menunggu kepastian dari induk perusahaan yang ada di Jepang. Pihaknya sudah menggelar rapat bersama karyawan dan serikat pekerja untuk mencari solusi terkait nasib 52 karyawan ini yang terdiri dari 13 kontrak dan 39 permanen.

“Karyawan tidak tahu apa ini perusahan sudah berhenti beroperasi atau seperti apa. Tak jelas statusnya. Hasil rapat kami juga akan minta bantuan pemerintah yang ada di Jepang untuk mencari kejelasan,” beber Rudi.

Ia berharap dalam waktu dekat ini ada kejelasan terkait nasib puluhan karyawan PT Nagano ini. “Sabtu lalu kami saya sudah menemui mereka. Semoga secepatnya ada solusi,” tuturnya.(une/das)



(Laporan JPG, Sungai Beduk)

KOMENTAR
Berita Update
Bawaslu Tertibkan 246 APK Peserta Pemilu

Bawaslu Tertibkan 246 APK Peserta Pemilu
Jumat, 17 Januari 2019 - 16:32 wib
OPD Diminta Segera  Laksanakan Kegiatan

OPD Diminta Segera Laksanakan Kegiatan
Jumat, 17 Januari 2019 - 16:15 wib

Komitmen Naker Lokal Dipertanyakan
Jumat, 17 Januari 2019 - 16:00 wib

Pengrusak Atribut PD Dijebloskan ke Rutan
Jumat, 17 Januari 2019 - 15:35 wib
Puskesmas Tambusai Jadi Percontohan

Puskesmas Tambusai Jadi Percontohan
Jumat, 17 Januari 2019 - 15:30 wib
Pembangunan Roro  di Insit Hampir Rampung

Pembangunan Roro di Insit Hampir Rampung
Jumat, 17 Januari 2019 - 15:15 wib
TP4D Siap Lakukan Pendampingan

TP4D Siap Lakukan Pendampingan
Jumat, 17 Januari 2019 - 15:00 wib
Peran Camat dan Penghulu Turut Menentukan

Peran Camat dan Penghulu Turut Menentukan
Jumat, 17 Januari 2019 - 14:30 wib
Cari Berita
Sumatera Terbaru
Lahan Gambut Terbakar Lagi

Rabu, 09 Januari 2019 - 15:59 WIB

Dilarang Polisi, Dakwah Keliling di Kota Padang Batal
Lima Daerah di Kepri Dilanda Ombak Tinggi

Rabu, 02 Januari 2019 - 12:23 WIB

Aceh Diguncang Gempa Tektonik

Rabu, 02 Januari 2019 - 11:22 WIB

Korban Gempa Pidie Jaya Keluhkan Pungli

Rabu, 02 Januari 2019 - 10:13 WIB

Sagang Online
loading...
Follow Us
Populer hari ini