Aksi Mahasiswa UIR Segel DPRD Riau Bukti Pergerakan Mahasiswa Belum Mati
Selasa, 11 September 2018 - 21:06 WIB > Dibaca 702 kali Print | Komentar
Berita Terkait



PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Aksi ribuan mahasiswa Universitas Islam Riau (UIR) Pekanbaru yang menyegel gedung DPRD Riau sebagai bentuk tuntutan terhadap sulitnya perekonomian rakyat ditanggapi positif oleh para aktivis.

Pasalnya, hal itu membuktikan bahwa pergerakan mahasiswa untuk memperjuangkan nasib rakyat belum mati. Walaupun peristiwa itu baru terjadi di satu kota, setidaknya bisa menjadi pemantik buat aksi mahasiswa di kota-kota lainnya.

"Saat ini mahasiswa seperti mengamini penderitaan rakyat yang makin parah akibat sistem dan kebijakan yang dilakukan pemerintah," kata Kabid Sospol Gerakan Pemuda Islam (GPI), Eko Saputra, Selasa (11/9).

Sambung dia, mahasiswa memiliki sejarah yang bagus dalam memperjuangkan penderitaan rakyat. Mulai dari tahun 1966, 1974, 1978 dan terakhir 1998, menjadi bukti bahwa mahasiswa menjadi pelopor untuk melawan penindasan rakyat yang dilakukan oleh rezim.

"Saat ini utang negara semakin membengkak dan semakin membawa ke arah kesengsaraan yang mendalam bagi rakyat menengah ke bawah," bebernya.

Mantan Korea Sumatra BEM Nusantara ini menambahkan bahwa hal itu menjadi titik nadir kemunduran bagi Pemerintahan Jokowi-JK. Jika hal ini semakin berlarut, maka tidak tertutup kemungkinan negara akan bangkrut dan di ambang kehancuran.

"Bahkan bisa menimbulkan krisis moneter Jilid III seperti tahun 1998. Mahasiswa harus peka terhadap itu," pungkas Eko Saputra.

Mahasiswa dari Universitas Islam Riau (UIR) Pekanbaru menjebol pagar DPRD Riau dan berhasil menduduki ruang rapat paripurna gedung DPRD Riau, Senin kemarin (10/9).

Dalam aksi mahasiswa UIR dari Pekanbaru itu, mereka menyuarakan tiga tuntutan. Pertama, meminta pemerintah pusat untuk menstabilkan perekonomian negara yang berimbas terhadap masyarakat menengah ke bawah dan masyarakat Indonesia pada umumnya. Mereka menyoroti tentang naiknya nilai tukar rupiah terhadap dolar AS.

Kedua, pemerintah agar tidak membatasi hak demokrasi dan konstitusi bagi setiap warga negara melalui kekuatan yang dimilikinya. Ketiga, menuntaskan kasus korupsi di PLTU Riau-I yang menyebabkan kerugian negara dan telah menyengsarakan rakyat. (rus)

Sumber: RMOL
KOMENTAR
Berita Update

Sekda Defenitif Resmi Dilantik
Selasa, 25 September 2018 - 14:00 wib

Komunitas WA Group Berbagi Edukasi UMKM
Selasa, 25 September 2018 - 13:57 wib

Verdivir Juara I MBtech Awards 2018 di Palembang
Selasa, 25 September 2018 - 13:40 wib
Remaja Disekap dan Diperkosa
Minta Tolong Dicarikan Pekerjaan
Selasa, 25 September 2018 - 13:39 wib

Suka Fajar Paparkan Ketangguhan Triton
Selasa, 25 September 2018 - 13:36 wib
Penjualan Ritel Turun 4,13 Persen

Penjualan Ritel Turun 4,13 Persen
Selasa, 25 September 2018 - 13:15 wib
Demo di Kantor DPRD Riau
Honorer K2 Desak Penangkatan menjadi PNS
Selasa, 25 September 2018 - 13:03 wib
Tolak Reforma Agraria Palsu Jokowi
Mahasiswa Tuntut Perjuangkan Hak Petani
Selasa, 25 September 2018 - 13:00 wib
Genjot Ekspor, LPEI Fokus Winning Commodities

Genjot Ekspor, LPEI Fokus Winning Commodities
Selasa, 25 September 2018 - 12:54 wib
Pemerintah Pangkas  Pajak Bunga Obligasi

Pemerintah Pangkas Pajak Bunga Obligasi
Selasa, 25 September 2018 - 12:40 wib
Cari Berita
Pekanbaru Terbaru
Honorer K2 Desak Penangkatan menjadi PNS

Selasa, 25 September 2018 - 13:03 WIB

Pekanbaru Magnet Pariwisata Halal

Selasa, 25 September 2018 - 12:03 WIB

Pemko Harus Gencar Lobi Pusat

Selasa, 25 September 2018 - 11:24 WIB

DPRD Kebut Bahas RAPBD-P 2018

Selasa, 25 September 2018 - 11:02 WIB

Pengedar Narkoba Menyesal di Sel Tahanan

Selasa, 25 September 2018 - 10:57 WIB

Sagang Online
loading...
Follow Us