Depan >> Berita >> Riau >>
6,8 Ton Lebih Komoditas Berbahaya Dimusnahkan
Selasa, 11 September 2018 - 11:25 WIB > Dibaca 5049 kali Print | Komentar
6,8 Ton Lebih Komoditas Berbahaya Dimusnahkan
Petugas melakukan pemusnahan bawang merah seberat 6,8 ton dan komoditas lainnya di Kantor Balai Karantina Pertanian Klas I Pekanbaru Wilayah Kerja Bandara SSK II Jalan Jenderal Sudirman Pekanbaru, Senin (10/9/2018).
PEKANBARU (RIAUPOS.CO) ---------- Balai Karantina Pertanian Klas I Pekanbaru, musnahkan sebanyak 6,8 ton komoditas berbahaya. Setidaknya, ada delapan jenis komoditas asal luar negeri yang dimusnahkan pada Senin (10/9) tersebut.


Pemusnahan dilakukan di lingkungan kantor Balai Karantina Pertanian Pekanbaru yang beralamat di Kelurahan Simpang Tiga, Pekanbaru. Pemusnahan itu dilakukan dengan dibakar. Sebelum dibakar, komoditas berbahaya itu dimasukkan ke lubang yang sudah digali.
Komoditas yang dimusnahkan itu, sudah mengeluarkan bau yang tak sedap. Ada delapan jenis dan mayoritas adalah bawang merah, yang jumlahnya mencapai 6,8 ton.


Kemudian, daging sapi sebanyak 30 kg, buah melon 10 kg, daging babi 5,4 kg, beras 5 kg, bawang putih 4 kg, buah apel 2 kg, dan daging bebek 4,5 kg. “Semua komoditas yang kita musnahkan ini berasal dari luar negeri,” kata Kepala Karantina Pekanbaru Rina Delfi.


Dijelaskannya, pemusnahan itu dilakukan untuk mencegah masuk dan tersebarnya hama penyakit yang ada dalam komoditas tersebut. Baik itu dalam tumbuhan, maupun hewan. Ini kata Rina, juga untuk melindungi kelestarian sumber daya alam hayati.


Diduga, sejumlah komoditas itu mengandung bahan kimia dan biologi yang berbahaya bagi kesehatan manusia. “Ini masuk secara ilegal dan tidak melalui pengujian laboratorium dari negara asal,” ujar dia.


Hal ini juga mencegah masuknya penyakit hog cholera, flu burung, serta penyakit mulut dan kuku yang berbahaya bagi kesehatan manusia.

KOMENTAR
Berita Update

Jalin Silaturahmi Antar RT RW Melalui Pengajian Rutin
Selasa, 21 Januari 2019 - 21:06 wib
Harga Cabai Merah Turun, Terong Naik

Harga Cabai Merah Turun, Terong Naik
Selasa, 21 Januari 2019 - 16:45 wib
Pengusutan SPPD Fiktif  Dewan, Tunggu Gelar Perkara

Pengusutan SPPD Fiktif Dewan, Tunggu Gelar Perkara
Selasa, 21 Januari 2019 - 16:31 wib
Bawaslu Kampar Teruskan Laporan Pidana Pemilu

Bawaslu Kampar Teruskan Laporan Pidana Pemilu
Selasa, 21 Januari 2019 - 16:15 wib

Transformasi Hilangkan Bobot 57 Kg
Selasa, 21 Januari 2019 - 15:37 wib
Harga Beras Lokal Naik Lagi

Harga Beras Lokal Naik Lagi
Selasa, 21 Januari 2019 - 15:25 wib
Meranti Ditawarkan Jadi Kota Jaringan Gas

Meranti Ditawarkan Jadi Kota Jaringan Gas
Selasa, 21 Januari 2019 - 15:15 wib
MUI, Mubalig dan BPPOM Diminta Turun Tangan

MUI, Mubalig dan BPPOM Diminta Turun Tangan
Selasa, 21 Januari 2019 - 15:05 wib
Selektif Sebarkan Berita di Media Sosial

Selektif Sebarkan Berita di Media Sosial
Selasa, 21 Januari 2019 - 14:45 wib
Pemprov Diminta Benahi Manajemen RSUD AA

Pemprov Diminta Benahi Manajemen RSUD AA
Selasa, 21 Januari 2019 - 14:30 wib
Cari Berita
Riau Terbaru
Harga Cabai Merah Turun, Terong Naik

Senin, 21 Januari 2019 - 16:45 WIB

Pengusutan SPPD Fiktif  Dewan, Tunggu Gelar Perkara

Senin, 21 Januari 2019 - 16:31 WIB

Bawaslu Kampar Teruskan Laporan Pidana Pemilu

Senin, 21 Januari 2019 - 16:15 WIB

Setiap Zaman Akan Menemukan Pemimpinnya

Senin, 21 Januari 2019 - 15:35 WIB

Harga Beras Lokal Naik Lagi

Senin, 21 Januari 2019 - 15:25 WIB

Sagang Online
loading...
Follow Us
Populer hari ini