Cegah Rubella Sedini Mungkin
Senin, 10 September 2018 - 15:37 WIB > Dibaca 873 kali Print | Komentar
Cegah Rubella Sedini Mungkin
ANNISA BESTARI
(RIAUPOS.CO) - Akhir-akhir ini, penyakit rubella menjadi buah bibir. Rubella menghantui para orangtua. Khususnya mereka yang anaknya belum divaksin. Kontroversi terkait halal atau tidaknya vaksin berimbas pada banyaknya orangtua yang absen memberi vaksin rubella pada anaknya. Padahal, fungsi vaksin sendiri memang penting untuk mencegah penyakit rubella sedini mungkin.

Lebih jelas tentang rubella, dikatakan oleh dokter Annisa Bestari, bahwa penyakit satu ini disebabkan oleh virus rubella. “Ya, rubella atau campak Jerman adalah penyakit yang disebabkan oleh virus rubella. Seperti penyakit virus lainnya, seseorang dapat terserang penyakit ini saat sistem imunitas tubuhnya melemah,” ujarnya.

Penularan virus rubella dikatakannya melalui bulir liur atau droplet penderita rubella yang bersin atau batuk Ladies. Cukup mudah ya penularannya. Rubella biasanya menyerang anak dan remaja. Tapi tidak menutup kemungkinan juga menyerang orang dewasa lho. Waspada nih.

Untuk gejala yang ditimbulkan sendiri, biasanya tidak khas dan spesifik. Rubella menimbulkan gejala yang ringan. Gejalanya bisa meliputi,  demam, batuk, pilek, mata merah, nafsu makan berkurang, ruam di tubuh, nyeri persendian dan pembesaran kelenjar limfe.

“Untuk gejalanya bisa tidak khas bahkan tidak ada gejala. Sehingga biasanya penderita baru mengetahuinya setelah positif terserang rubella. Tapi, untuk ibu hamil, kasusnya akan berbeda dan gejala bisa lebih berat,” sambungnya.

Seperti yang dijelaskan dokter berhijab ini, hal berbeda terjadi  jika virus ini menyerang ibu hamil. Yang terjadi adalah sindrom rubella kongenital. Gejala sindrom rubella kongenital dapat menyebabkan kecacatan pada janin bahkan kematian janin.

Kecacatan yang terjadi dapat berupa katarak, tuli, kelainan jantung bawaan dan kerusakan otak. Ibu hamil pada trimester pertama yang berpotensi besar tertular virus rubella ini.

Adapun cara kerja dari virus ini ialah, ia berkembang di nasofaring (belalang hidung, red) dan kelenjar getah bening di sekitarnya. Lalu masuk ke aliran darah. Waktu yang diperlukan dari virus masuk ke tubuh sampai menimbulkan gejala adalah 14-21 hari. Penularan terjadi paling berpotensi pada hari pertama sampai kelima setelah ruam muncul.

Sedangkan untuk ibu hamil yang anaknya menderita sindrom rubella kongenital, kemungkinan besar tidak mendapat vaksin. Jika seorang ibu hamil terserang rubella, biasanya rawan kelahiran janin cacat bahkan bisa lebih fatal. Kasus yang pernah terjadi adalah kematian janin. Jadi, janin mati sebelum dilahirkan (abortus).

“Seperti yang saya bilang di awal, rubella ini akan sangat membahayakan bila menyerang janin. Janin dapat tertular melalui plasenta bila ibunya terpapar virus rubella. Seorang ibu sendiri, dapat diketahui terpapar virus rubella dari pemeriksaan darah. Karena kalau hanya melihat gejala penyakit yang timbul, gejalanya bisa tidak khas. Pada banyak kasus, seorang ibu memeriksakan darah saat telah mengalami keguguran atau mengetahui anaknya cacat saat pemeriksaan kehamilan. Artinya, saat di mana virus sudah menyerang,” paparnya. (azr)



Laporan: Siti Azura
Foto: Koleksi Pribadi


KOMENTAR
Berita Update
Kisah Pilu di Sudut Kota
Nadia dan 3 Adiknya Tinggal di Rumah Tanpa WC dan Air Bersih
Selasa, 22 Januari 2019 - 19:53 wib

Bersinergi Wujudkan Pemilu Damai
Selasa, 22 Januari 2019 - 17:33 wib

KPU Pekanbaru Bentuk Relawan Demokrasi
Selasa, 22 Januari 2019 - 17:01 wib
Berkali-kali Rekam, KTP el Tak Kunjung Selesai

Berkali-kali Rekam, KTP el Tak Kunjung Selesai
Selasa, 22 Januari 2019 - 17:00 wib
Atap Halte TMP Rusak Parah

Atap Halte TMP Rusak Parah
Selasa, 22 Januari 2019 - 16:45 wib
UAS Sebut Tak Ada Tempat bagi Komunis di NKRI
Tausiah di Ponpes Hubbul Wathan
UAS Sebut Tak Ada Tempat bagi Komunis di NKRI
Selasa, 22 Januari 2019 - 16:05 wib
Dibuka Pelatihan untuk Umum
UPT LK Masih Perlu Instruktur Andal
Dibuka Pelatihan untuk Umum
Selasa, 22 Januari 2019 - 15:13 wib

Diduga Gauli Isteri Orang, Oknum Dewan Dilaporkan
Selasa, 22 Januari 2019 - 14:54 wib
DPP Sebut Kenaikan Harga Beras karena Daya Beli Tinggi

DPP Sebut Kenaikan Harga Beras karena Daya Beli Tinggi
Selasa, 22 Januari 2019 - 14:31 wib
Cari Berita
Ladies Terbaru
Transformasi Hilangkan Bobot 57 Kg

Senin, 21 Januari 2019 - 15:37 WIB

Flawless Look, Munculkan Kecantikan Alami

Rabu, 16 Januari 2019 - 09:57 WIB

Natural Dolly masih Jadi Tren 2019

Rabu, 02 Januari 2019 - 13:50 WIB

Gaya dengan Kacamata Hype

Jumat, 28 Desember 2018 - 15:50 WIB

Roasted Chicken Ala Resto

Kamis, 20 Desember 2018 - 10:57 WIB

Sagang Online
loading...
Follow Us