Pengusaha Tahu Mulai Pertimbangkan Naikkan Harga
Senin, 10 September 2018 - 10:00 WIB > Dibaca 344 kali Print | Komentar
PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar berdampak terhadap harga kacang kedelai. Harga kedelai terus mengalami kenaikan. Dari Rp9 ribu per kilogram naik jadi Rp10 ribu per kilogram. Kenaikan kedelai impor terjadi secara nasional.


Kacang kedelai yang beredar di pasar tradisional Kota Pekanbaru dipasok dari luar negeri. Impor dari Amerika. Kedelai inpor memang menjadi pilihan masyarakat dan pengusaha tahu dan tempe. Pengusaha tahu dan tempe diminta mencari alternatif sebagai solusi mendesak dalam sikapi kenaikan kedelai.


“Kita memang ketergantungan dengan kedelai impor. Mau tak mau tentu pengusaha tahu dan tempe mencari alternatif, mengurangi besaran tahu/tempe dengan harga yang sama, menaikkan harga,” ujar Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (DPP) Kota Pekanbaru, Ingot Ahmad Hutasuhut didampingi Kepala Bidang (Kabid) Perdagangan, Juarman kepada Riau Pos.


Solusi lain, pengusaha tahu dan tempe memakai bahan baku kedelai lokal asal pulau Jawa. Namun solusi itu tidak menarik minat pengusaha tahu dan tempe. Menggunakan kedelai lokal dinilai akan merugikan mereka dari sisi hasil produksinya. Di mana kedelai lokal kualitasnya tidak bisa mengalahkan kedelai impor. Hal itu diungkapkan Darman pengusaha tahu di Jalan Cipta Karya.


“Kedelai lokal tidak bisa jadi bahan baku tahu karena hasilnya tidak enak. Tahunya bisa agak pahit dan masam. Untuk tempe juga kurang baik karena kecil kecil kedelainya,” ungkapnya.
Dari pada mengalami kerugian, ia memutuskan untuk tetap membeli kedelai impor. Meski mengalami kenaikan. Dalam sehari ia memerlukan 50-60 kilogram tahu.


Ia juga berpikir untuk menaikkan harga tahu yang ia jual. Namun itu masih dipertimbangkan dulu. Ia masih mencoba memantau perkembangan harga kedelai, siapa tau kembali normal.(gem)


(Laporan JOKO SUSILO, Kota)
KOMENTAR
Berita Update
Cuti Bersama Idulfitri Tahun Depan Lebih Pendek

Cuti Bersama Idulfitri Tahun Depan Lebih Pendek
Kamis, 14 November 2018 - 20:40 wib
Kebut Pertumbuhan, RI Perbaiki SDM

Kebut Pertumbuhan, RI Perbaiki SDM
Kamis, 14 November 2018 - 19:28 wib

Bonus Demografi Diharapkan Sampai ke Masyarakat
Kamis, 14 November 2018 - 16:15 wib
APBD Kampar Diperkirakan Rp2,4 T

APBD Kampar Diperkirakan Rp2,4 T
Kamis, 14 November 2018 - 16:00 wib
Lelang Sepeda Motor Dinas Pemko  22 November

Lelang Sepeda Motor Dinas Pemko 22 November
Kamis, 14 November 2018 - 15:33 wib
Pengungsi Rohingya Hindari Repatriasi

Pengungsi Rohingya Hindari Repatriasi
Kamis, 14 November 2018 - 14:43 wib

Daud Yordan Mau Istirahat Dulu
Kamis, 14 November 2018 - 14:30 wib
pengurus Federasi Olahraga Petanque Indonesia
Pengurus FOPI Provinsi Riau Dilantik
Kamis, 14 November 2018 - 14:27 wib
Tiga Terdakwa Dituntut Lima Tahun Penjara
Korupsi Danau Buatan Rohil
Tiga Terdakwa Dituntut Lima Tahun Penjara
Kamis, 14 November 2018 - 14:00 wib
Cari Berita
Internasional Terbaru
Pengungsi Rohingya Hindari Repatriasi

Rabu, 14 November 2018 - 14:43 WIB

Irlandia Selidiki Benda Terbang di Lepas Pantai Negaranya

Selasa, 13 November 2018 - 16:16 WIB

Legislator Muslim, Antitesis Politik Ketakutan

Minggu, 11 November 2018 - 20:38 WIB

Pembunuhan Khashoggi Perparah Aliansi AS-Saudi

Sabtu, 10 November 2018 - 15:48 WIB

Rossi Tergelincir, Dovi Runner-up

Senin, 05 November 2018 - 12:30 WIB

Sagang Online
loading...
Follow Us
Populer hari ini