Sumut Pintu Gerbang Penyeludupan Narkoba
Minggu, 09 September 2018 - 14:21 WIB > Dibaca 527 kali Print | Komentar
JAKARTA (RIAUPOS.CO) - Bandar narkoba terus berupaya menyasar Indonesia sebagai pasar. Mereka menjadikan Sumatera Utara (Sumut) sebagai pintu masuk paling favorit untuk memasukkan narkoba. Rekor tersebut sesuai temuan Direktorat Tindak Pidana Narkoba (Dittipid Narkoba) Bareskrim yang menjadikan Sumut pemegang rekor tertinggi pengungkapan kasus narkoba selama dua pekan ini.

Pekan lalu, Polda Sumut menangani 230 kasus narkoba dengan 313 tersangka. Jauh melampaui Polda Metro Jaya yang menangani 112 kasus narkoba dengan 140 tersangka. Sejak pekan ini Polda Sumut menangani 228 kasus narkoba dengan tersangka 302 orang. Posisi kedua pekan ini masih dipegang Polda Metro Jaya hanya dengan 77 kasus dan 98 tersangka.

Direktur Dittipid Narkoba Bareskrim Brigjen Eko Daniyanto mengatakan, sebagian besar narkoba jenis sabu yang disita pekan ini merupakan selundupan dari Malaysia.  ”Melalui jalur laut masuk ke pantai-pantai di Sumatera, khususnya Sumut. Dari sana kemudian narkoba dikirim ke berbagai kota besar di Indonesia, seperti Jakarta, Bandung dan sebagainya,” terangnya.

Menurut dia, bandar narkoba menganggap pantai di kawasan pesisir Sumut mudah dimasuki dan sulit dideteksi petugas. Sehingga memiliki melalui jalur tersebut. ”Yang rawan sepanjang pantai ya,” paparnya.

Namun begitu, Polda Sumut ternyata sigap dengan fenomena tersebut. Hasilnya, pengungkapan kasus narkoba menjadi yang tertinggi. ”Salah satu bandar yang tertangkap merupakan warga Malaysia,” terang jenderal berbintang satu tersebut.

Polri tidak boleh lengah dalam menangani kasus narkoba. Melihat begitu gencarnya penyelundupan narkoba, selama pekan ini dari total 34 polda ditangani 598 kasus dengan 784 tersangka. ”Narkoba yang coba diselundupkan dan berhasil disita untuk sabu 53 kg, 75 kg ganja, 12 ribu psikotropika, dan 12 ribu butir ekstasi,” jelasnya.

Kondisi itu menjadi bukti bahwa bandar narkoba masih mengincar Indonesia. Kata dia, dengan pengungkapan kasus tersebut dan pencegahan narkoba beredar, maka yang telah diselamatkan Polri mencapai 300 ribu jiwa warga Indonesia. ”Untuk penangkapan diprioritaskan kepada bandar dan kurir,” ungkapnya.(idr/agm/jpg)
KOMENTAR
Berita Update

Diduga Gauli istri Orang, Oknum Dewan Dilaporkan
Rabu, 23 Januari 2019 - 14:15 wib

Penertiban APK tanpa Pandang Bulu
Rabu, 23 Januari 2019 - 14:11 wib

Komisioner KPU Janji Beri Jawaban Secepatnya
Rabu, 23 Januari 2019 - 14:05 wib
Kementerian ESDM Diminta Bangun Sumur Bor Warga

Kementerian ESDM Diminta Bangun Sumur Bor Warga
Rabu, 23 Januari 2019 - 14:00 wib

Mabit Pererat Ukhuwah Mahasiswa, Pemuda dan Warga
Rabu, 23 Januari 2019 - 13:35 wib

Jatmiko Krisna Santosa Jabat Dirut PTPN V
Rabu, 23 Januari 2019 - 13:28 wib

Petambak Garam Curhat ke Sandiaga Uno
Rabu, 23 Januari 2019 - 13:22 wib
17 PNS Korupsi Tunggu Pemecatan

17 PNS Korupsi Tunggu Pemecatan
Rabu, 23 Januari 2019 - 13:21 wib

Sony Melaju ke Babak Pertama
Rabu, 23 Januari 2019 - 13:15 wib
Cari Berita
Kriminal Terbaru
Diduga Gauli istri Orang, Oknum Dewan Dilaporkan

Rabu, 23 Januari 2019 - 14:15 WIB

17 PNS Korupsi Tunggu Pemecatan

Rabu, 23 Januari 2019 - 13:21 WIB

Polisi Amankan 15 Kg Sabu di Rohil

Rabu, 23 Januari 2019 - 12:57 WIB

Periksa SA sebagai Saksi

Rabu, 23 Januari 2019 - 11:45 WIB

Pengedar 2 Kg Ganja Dibekuk Polisi

Selasa, 22 Januari 2019 - 12:30 WIB

Sagang Online
loading...
Follow Us