Depan >> Berita >> Hukum >>
Idrus Imbau Kader Golkar Tidak ’’Nyanyi”
Sabtu, 08 September 2018 - 12:24 WIB > Print | Komentar
Idrus Imbau Kader Golkar Tidak ’’Nyanyi”
DIPERIKSA: Mantan Menteri Sosial Idrus Marham (tengah) usai diperiksa KPK, Jakarta, Jumat (7/9/2018). Idrus diperiksa sebagai saksi dalam kasus suap proyek pembangunan PLTU Riau-1 untuk tersangka Eni Saragih dan Johannes Budiarso Kotjo. (MUHAMAD ALI/JPG)
JAKARTA (RIAUPOS.CO) - Upaya Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mempelajari kemungkinan menyeret Partai Golkar dalam pusaran dugaan suap kesepakatan kerja sama pembangunan proyek PLTU Riau 1 membuat mantan Menteri Sosial (Mensos) Idrus Marham “risih”. Dia pun mengajak kader Golkar yang terjerat hukum untuk tidak membenturkan rumah tangga partai dengan persoalan korupsi.

”Selaku mantan sekjen yang cukup lama, saya mengimbau kepada seluruh keluarga besar Partai Golkar kalau memang cinta kepada Golkar, sayang kepada Golkar mari kita berbuat untuk Golkar,” ujarnya usai menjalani pemeriksaan di gedung KPK, Jumat (7/9).

Imbauan Idrus itu mengarah pada “nyanyian” Wakil Ketua Komisi VII DPR Eni Maulani Saragih yang menyatakan dirinya telah membantu biaya musyawarah nasio­nal luar biasa (munaslub) pada akhir 2017 lalu sebesar Rp2 miliar. ”Kalau memang nggak ada kaitan dengan Golkar, jangan kita mengatakan ada kaitan dengan Golkar,” kata Idrus yang menjadi tersangka PLTU Riau 1 ini.

Dia pun meminta kader Golkar yang berbuat rasuah untuk mengembalikan uang sebagaimana ketentuan yang berlaku. Hal itu, kata Idrus, meminimalkan polemik keterlibatan Golkar dalam dugaan suap PLTU Riau 1 yang beberapa waktu belakangan menjadi perhatian publik.  ”Jadi polemik itu tidak bagus,” ujar Idrus.

Idrus kemarin diperiksa untuk tersangka Eni dan bos Blackgold Natural Resources Ltd Johannes B Kotjo. Selain Idrus, KPK juga memeriksa CEO Blackgold Natural Resources Ltd Rickard Philip Cecil dan Direktur Utama PT Samantaka James Rianto.

Juru Bicara KPK Febri Diansyah mengatakan, pemeriksaan kemarin masih mendalami seputar pengetahuan saksi terkait proses pengadaan proyek. Saksi-saksi tersebut diduga mengetahui bagaimana alur proyek yang menelan anggaran 900 juta dolar AS atau senilai Rp12,6 triliun itu.

”Penyidik mendalami pengetahuan saksi terkait proses pengadaan proyek PLTU Riau-1,” kata Febri.(tyo/jpg)


KOMENTAR
Berita Update

Peta Politik di Jabar Sudah Berubah Drastis? 52,4%
Sabtu, 15 Februari 2019 - 20:30 wib

Kemendagri Jawab Isu e-KTP WNA Bisa Dipakai Mencoblos
Sabtu, 15 Februari 2019 - 20:24 wib
Banyak Honorer K2 Tenaga Teknis Protes Keras

Banyak Honorer K2 Tenaga Teknis Protes Keras
Sabtu, 15 Februari 2019 - 20:13 wib

20.790 Honorer K2 Kemenag Diminta Segera Daftar PPPK
Sabtu, 15 Februari 2019 - 20:02 wib
Janji Menindaklanjuti Halte Branding Rokok

Janji Menindaklanjuti Halte Branding Rokok
Sabtu, 15 Februari 2019 - 17:35 wib

Perbaikan Jalan Soekarno-Hatta Tunggu Lelang
Sabtu, 15 Februari 2019 - 17:01 wib
Cari Berita
Hukum Terbaru
Ahmad Dhani Minta Keleluasaan Bicara ke Media

Rabu, 13 Februari 2019 - 09:21 WIB

Setelah Dua Tahun, 13 Taruna Diberhentikan

Rabu, 13 Februari 2019 - 09:12 WIB

Sofyan dan Idrus Bantah Dugaan Aliran Fee Proyek

Rabu, 13 Februari 2019 - 09:05 WIB

 Umur 23 Tahun, Sudah Lincah Mencuri Motor Puluhan Kali

Selasa, 12 Februari 2019 - 20:57 WIB

Oknum Pegawai BUMN Jadi Bandar Narkoba, 5 Kaki Tangannya Ditangkap
Sagang Online
loading...
Follow Us
Populer hari ini