Fabel dalam Konsep Fantasi Opera Rimba

30 Maret 2014 - 09.39 WIB > Dibaca 4805 kali | Komentar
 
Layaknya fabel, Opera Rimba juga mengisahkan cerita yang dilakoni binatang yang bisa berbicara dan bertingkahlaku seperti manusia sebagai lambang pengajaran moral artinya, hewan-hewanlah sebagai tokoh dalam cerita. 

Willy yang menggarap naskah yang aslinya berjudul Nyanyian Rimbayana itu dalam bentuk teater musikal. Pementasan dikemas dengan konsep fantasi dan ringan. Ada musik, nyanyian, tarian yang kemudian dibungkus dengan dialog dan keaktoran. Kata Willy, pertunjukan dari produksi yang kelima ini, nilai hiburannya cukup kental tapi meskipun demikian pesan dan juga artistiknya tetap dibangun.

Dibantu Saho Riau dalam penataan artistik, pentas disulap menjadi hutan rimba. Pohon-pohon tegak berpancang dengan reranting dan tali akar di sana-sini. Suara hewan-hewan dari efek sound yang sejak memasuki gedung telah terdengar menambah ajakan imajinasi penonton untuk memasuki hutan rimba. 

Pentas diawali dengan kehadiran seorang tokoh manusia bernama Aini yang memang hidup di dalam hutan tersebut. Aini kemudian bernyanyi, mengekspresikan kecintaannya kepada keasrian hutan. Bersama kupu-kupu, Aini terus bernyanyi Takkan ada sedetikpun hidupkan mendera, karena kita semua bersama untuk berbagi cinta, senandung Aini bersama kupu-kupu.

Awal malapetaka di dalam hutan rimbayana itu ketika kehadiran Putri Gulma sebagai kontestan yang berhasil merebut hati Pangeran Zola sebagai putri kerajaan. Putri Gulma semula menunjukkan kecintaan dan baik hatinya kepada Pangeran Zola namun di balik kebaikan itu ternyata ada niat jahat yang terselubung. 

Niatnya itu tampak di salah satu adegan tatkala Putri Gulma yang konon berasal dari negeri yang lebih modern itu memberikan saran agar kerajaan milik Raja Raung dan Ratu Merak yang tak lain adalah calon mertuanya untuk segera menebang hutan rimbayana yang ada dan digantikan dengan sawit. Kemudian dari hasil usaha sawit itu, modalnya akan digunakan untuk membangun kerajaan yang lebih maju dan modern. Aku akan mengundang para konglomerat dari kaki Rimba Kayu Suci, mereka pasti tertarik untuk berinvestasi di sini. Dan dengan begitu ekonomi kita akan meningkat dan kita akan dikenal di kalangan Rimba Internasional, kata Putri Gulma bersemangat dalam salah satu adegan.

Kontan saja, usulan Putri Gulma itu ditolak oleh beberapa pembesar kerajaan lainnya seperti, Bibi Garuda dan Paman Rajawali bahkan Pangeran Zola dan Raja Raung juga tidak menyetujuinya. Putri Gulam tidak berhenti sampai di situ, ketika usulan dan ambisinya tidak direstui, akhirnya dia merencanakan strategi yang lain pula. Dengan menghasut dan meyakinkan Ratu Merak, Putri Gulma berhasil menjual hutan rimbayana terlebih lagi sebelum itu, Putri Gulma telah merasa berhasil mendorong Pangeran Zola dari atas ketinggian bukit. 

Kelicikan Putri Gulma kemudian tampak di adegan berikutnya. Dengan bantuan Ratu Merak yang sudah terpengaruh keserakahan dan ketamakan, mereka berhasil menyandera Raja Raung. Kemudian mengumpulkan seluruh sahabat-sahabat rimba yang ada, mengumumkan keberhasilan mereka untuk menjual hutan rimbayana. Tapi kemudian, muncul Pangeran Zola yang sudah terluka-luka karena terjatuh dari ketinggian bukit. Ternyata, Pangeran Zola terselamatkan ketika akar-akar yang ada di sekitaran bukit melilit kakinya sehingga perkiraan Putri Gulma bahwa Pangeran Zola tewas jatuh ke bawah lembah jadi meleset. 

Berhimpun bersama dengan kekuatan semangat yang ada, Pangeran Zola dan beberapa sahabat lainnya mulai melawan atas apa yang telah direncanakan Putri Gulma. Perlawanan dalam pentas Opera Rimba, oleh sutradara Willy, dikemas dalam gerak dan lagu. Para sahabat rimbayana dengan semangat bernyanyi. 

Dengan apakah kami bernafas, bila oksigen telah dirampas. Harum cendana tinggal cerita, hilang wanginya ditelan bara. Deru gergaji menyambut pagi, keserakahan membumbung tinggi. Sahabat rimba terpaksa pergi, bahkan tak pernah kembali lagi. Bencana bukan wacana, bencana di depan mata, seru para sahabat rimbayana dalam pementasan Opera Rimba.

Pada akhir cerita, penonton yang hadir tidak akan menyaksikan perlawanan dalam bentuk fisik antara para sahabat rimba dengan Putri Gulma. Willy ketika ditemui usai pementasan malam pertama (Rabu malam, 26/3) mengemukakan sengaja tidak diakhiri cerita dalam Opera Rimba dengan happy ending. Meskipun kata Willy, dalam naskah sebenarnya Putri Gulma takluk akan tetapi dalam pentas setelah diubahsuaikan, terjadi pembelokan ending cerita. Saya sengaja tidak menyelesaikan cerita dengan happy ending, karena kenyataan hari ini terkait dengan persoalan kerusakan hutan tidak pernah tuntas dan selesai. Saya kira, beginilah cara kita orang seni pertunjukan melawan fenomena sosial yang terjadi di sekitar kita, jelas Willy. 

Kehadiran Aini, satu-satunya tokoh manusia di dalam ceritalah yang menjadi pilihan ending cerita. Aini melihat kerusakan hutan yang terjadi kemudian menyenandungkan sebuah lagu yang mengekspresikan kesedihannya. Kemudian pada bagian berikutnya, dengan membawa sebuah bibit tanaman, Aini turun menemui salah satu penonton dan menyerahkan bibit tanaman tersebut. lalu, dari arah belakang penonton, seluruh pemain, kru panggung, panitia pelaksana, bernyanyi lagu Padamu Negeri sambil membawa beberapa bibit tanaman dan menyerahkan satu persatu kepada penonton. 

Kita mencoba mengetuk hati penonton, kata Willy menjelaskan konsep ending dari Opera Rimba karyanya itu. Kemudian tambahnya, ketika manusia dititipkan bibit pohon oleh binatang, siapakah sebenarnya manusia dan siapakah sebenarnya binantang. 

Solusi kami beri kepada penonton. Bagaimana penonton menyikapi bibit pohon yang telah dititipkan itu. Apakah hanya akan diterima kemudian diletakkan begitu saja di rumah, atau di luar gedung pertunjukan ini atau dibawa pulang, di tanam dan dirawat, jelas Willy lagi. (*6)
KOMENTAR
Terbaru
Minggu, 24 Juni 2018 - 14:35 wib

Setelah 61 Tahun, Perempuan Arab Saudi Akhirnya Mengemudi

Minggu, 24 Juni 2018 - 14:32 wib

Berencana Lakukan Aksi Teror di Pilgub Jabar

Minggu, 24 Juni 2018 - 14:30 wib

Tips Menjaga Kesehatan dalam Perjalanan

Minggu, 24 Juni 2018 - 14:27 wib

Jumlah Pemilih 186.379.878 Jiwa

Minggu, 24 Juni 2018 - 14:19 wib

Pilkada, 170 Ribu Polisi dan Ribuan TNI Diturunkan

Minggu, 24 Juni 2018 - 14:04 wib

Meksiko Berhasil Atasi Korea Selatan

Minggu, 24 Juni 2018 - 14:02 wib

Xiaomi Mi Max 3 Tampil dengan Layar Lebar

Minggu, 24 Juni 2018 - 13:59 wib

Sofa cushion Bikin Susah Beranjak

Follow Us