Bupati: Bertani Jagung Sangat Menjanjikan

Riau | Jumat, 07 September 2018 - 18:00 WIB

Bupati: Bertani Jagung Sangat Menjanjikan
Petik Jagung: Bupati Kampar Azis Zaenal melakukan petik jagung hibrida di Desa Kualu Nenas secara simbolis. Upaya mendorong program pemerintah pusat sekaligus mewujudkan visi dan misi kampar menuju kawasan industri berbasis pertanian dan perkebunan.

KAMPAR (RIAUPOS.CO) - Pembangunan berkelanjutan membangun industri berbasis pertanian dan perkebunan menjadi Visi dan Misi Kabupaten Kampar. Namun sebelum itu dapat diwujudkan, daerah butuh bahan baku pertanian yang cukup. Salah satunya adalah komoditi jagung yang tidak hanya untuk konsumsi, tapi juga berpotensi untuk pakan ternak.


Komitmen mengembangkan industri berbasis pertanian ini sudah dimulai dengan penguatan sejumlah komoditas pertanian. Kampar kini miliki bibit unggul jagung.


 Penanaman jagung dengan bibit unggul jagung hibrida di lahan percontohan masyarakat Desa Kualu Nenas Kecamatan Tambang dinilai sukses. Panen yang dilakukan Bupati Azis Zaenal awal pekan ini menjadi titik awal untuk memacu masyarakat untuk menanam jagung. Menurut Azis, tanaman jagung sangat potensial untuk Kampar. Belum lagi rencana pemerintah pusat sedang menarget ekspor jagung dalam jumlah besar pada tahun depan.


 Azis menjelaskan, bertani jagung sangat menjanjikan karena harga jagung hibrida mencapai Rp4 ribu per kg. Jika diolah menjadi pakan ternak, harganya bisa melambung mencapai Rp12-14 ribu per kg.


‘’Satu hektar itu kalau dihitung mencapai enam sampai delapan ton per sekali tanam. Jadi kalau kita hitung untuk tiga kali tanam pertahun, diperkirakan Rp65juta. Kalau dibagi tiga menjadi Rp21,5juta perbulan. Ini sangat menjanjikan bagi petani Kampar,’’ sebut Azis yang saat itu didampingi Kepala Dinas Pertanian Kampar, Hendri Dunan.


Dijelaskannya, pipilan jagung juga bisa dimanfaatkan untuk makanan ternak. Apalagi Kampar saat ini tengah dalam usaha membangun industri  Intregrated Cold Storage (ICS). Artinya, Kampar akan membutuhkan pakan ternak dengan jumlah yang banyak.
 

‘’Pabrik pakan ternak pokphan akan membeli berapapun hasil jagung pipilan kita. Artinya ini salah satu devisa lagi, sumber penghasilan lagi bagi masyarakat Kampar sesuai dengan visi-misi Kampar menjadi Kabupaten Industri yang ditopang oleh pertanian modern,’’ kata Azis.
 

Menurut Azis, Kampar saat ini sudah masuk pada era pertanian yang modern. Apalagi bibit disediakan oleh Dinas Pertanian, petani yang akan menanam dan melakukan panen. Hasilnya dipipil dan diolah hingga menjadi pakan dan dijual ke pabrik ikan. Maka dirinya memperkirakan omzet para petani jagung per hektar bisa mencapai Rp21 juta persekali tanam.


‘’Coba bandingkan dengan sawit, jauh menguntungkan tanam jagung. Cuma sawit menang dibranded atau nama saja. Padahal jika dibandingka jagung dengan sawit, sawit tidak ada apa-apanya.  Maka dari itu, tanamlah jagung, bibitnya disiapkan, pembelinya sudah ada. Sehingga dengan demikian hasil pertanian jadi benar-benar menguntungkan. Ini sekaligus mendukung visi dan misi daerah,’’ tutup Azis. (end




Tuliskan Komentar anda dari account Facebook