Depan >> Berita >> Riau >>
Terkait Penjaja Makanan di Puskesmas
Sekko Minta Kadis Siapkan Laporan
Rabu, 05 September 2018 - 10:10 WIB > Dibaca 265 kali Print | Komentar
Sekko Minta Kadis Siapkan Laporan
TAK BERJUALAN: Puskesmas Sidomulyo sudah steril dari pedagang yang menjajakan makanan di dalam ruangan, Selasa (4/9/2018). Sebelumnya keberadaan pedagang ini cukup mengganggu pengunjung Puskesmas. (JOKO SUSILO/RIAU POS)
KOTA(RIAUPOS.CO)- Kenyamanan masyarakat yang datang berobat ke Puskesmas Sidomulyo, Kecamatan Tampan sempat agak terganggu dengan adanya penjaja makanan di dalam Puskesmas. Hal ini menjadi perhatian Sekretaris Kota (Sekko) Pekanbaru M Noer MBS dan meminta kepada Plt Kepala Dinas Kesehatan mengecek dan membuat laporan.

“Siapa yang memberi izin ada lapak dalam Puskesmas itu. Ini harus diselidiki oleh Dinas Kesehatan,” tegas Sekko kepada wartawan, Selasa (4/9).

Sebelumnya memang aktivitas ini langsung didapati oleh pimpinan DPRD Pekanbaru, yang sebelumnya juga mendapat laporan dari warga. Warga mengaku terganggu layanan kesehatan di Puskesmas Sidomulyo dengan adanya lapak PKL.

“Dari dulu kami sudah tegaskan di dalam kantor, atau kantor layanan tidak boleh ada lapak di dalam, jadi kalau ada oknum dinas atau kepala kapus membiarkan hal itu akan diberikan sanksi,” ungkap M Noer lagi.

Soal sanksi, yang pasti kata Sekko memastikan ada. “Yang jelas sanksi teguran dahulu, dan tentunya menjadi catatan bagi kami ke depannya, paparnya.

Oleh karena itu, Sekko memerintahkan supaya Plt Kadiskes untuk mengecek ke Puskesmas.

“Saya minta Dinas kesehatan untuk cek kelapangan dan untuk mendapatkan data informasi ini, dan selanjutnya laporkan,” tegasnya.

Kata M Noer lagi, harus diketahui juga, apakah berita itu lapak di dalam puskesmas itu permanen atau sementara. “Ini harus jelas dan harus dipertanggung jawabkan. Kami bukan tidak boleh orang berjualan, tapi memang tidak boleh di dalam ruangan, apalagi itu ruangan pelayanan,” tambahnya.

Diharapkannya, jangan ada lagi lapak dalam kantor. Kalau pun mau berjualan silakan di luar, bila perlu bangun kantin permanen agar lebih tertib. “Dalam pekan ini harus sudah ada laporan Dinas,” tutupnya.

Sudah Ditertibkan

Sementara itu pegawai Puskesmas Sidomulyo tidak bakal bertemu bude lagi. Ada yang memanggil dengan panggilan Umi, nama asli penjual jajanan dan makanan itu tidak ada yang tahu pasti. Namun yang pasti penjual jajanan yang sempat viral karena telah diberitakan media tersebut sudah tidak ada lagi.

Ia tidak terlihat menjajakan makanan dan jajanan lagi di dalam Puskesmas. Ia sudah dilarang masuk Puskesmas melayani pembeli yang kebanyakan pasien dan pegawai Puskesmas.

“Sudah tidak ada lagi. Sudah dilarang jualan di Puskesmas ini,” ujar staf di bagian TU Puskesmas Sidomulyo itu yang mengaku bernama Sindi kepada Riau Pos, Selasa (4/9).

Sindi menjelaskan bahwa si penjual jajanan itu sudah tidak diperbolehkan berada di sekitar Puskesmas. Pegawai yang sedang berada di ruangan TU Puskesmas Sidomulyo bersama staf lainnya itu mengetahui terkait informasi penjual jajanan.

Ia juga mengetahui penjual jajanan tersebut sempat diberitakan media karena menggelar lapaknya di dalam Puskesmas yang dinilai mengurangi kenyamanan pelayanan pasien. Padahal keberadaannya dinilai sangat membantu keluarga pasien yang berobat di Puskemas.

Para pegawai juga tidak perlu jauh membeli makanan dan jajanan. Hal itu seperti dirasakan Pandi salah satu keluarga pasien di Puskesmas tersebut.

 Ia mengaku bisa lebih mudah mendapatkan makanan tanpa harus keluar.

“Bukan saya saja yang senang ada Bude penjual jajanan itu. Tetapi saya lihat pegawai sini juga banyak yang beli kan tak perlu keluar lagi,” katanya.(gus/ilo)


KOMENTAR
Berita Update
Cuti Bersama Idulfitri Tahun Depan Lebih Pendek

Cuti Bersama Idulfitri Tahun Depan Lebih Pendek
Rabu, 14 November 2018 - 20:40 wib
Kebut Pertumbuhan, RI Perbaiki SDM

Kebut Pertumbuhan, RI Perbaiki SDM
Rabu, 14 November 2018 - 19:28 wib

Bonus Demografi Diharapkan Sampai ke Masyarakat
Rabu, 14 November 2018 - 16:15 wib
APBD Kampar Diperkirakan Rp2,4 T

APBD Kampar Diperkirakan Rp2,4 T
Rabu, 14 November 2018 - 16:00 wib
Lelang Sepeda Motor Dinas Pemko  22 November

Lelang Sepeda Motor Dinas Pemko 22 November
Rabu, 14 November 2018 - 15:33 wib
Pengungsi Rohingya Hindari Repatriasi

Pengungsi Rohingya Hindari Repatriasi
Rabu, 14 November 2018 - 14:43 wib

Daud Yordan Mau Istirahat Dulu
Rabu, 14 November 2018 - 14:30 wib
pengurus Federasi Olahraga Petanque Indonesia
Pengurus FOPI Provinsi Riau Dilantik
Rabu, 14 November 2018 - 14:27 wib
Tiga Terdakwa Dituntut Lima Tahun Penjara
Korupsi Danau Buatan Rohil
Tiga Terdakwa Dituntut Lima Tahun Penjara
Rabu, 14 November 2018 - 14:00 wib
Cari Berita
Riau Terbaru
Bonus Demografi Diharapkan Sampai ke Masyarakat

Rabu, 14 November 2018 - 16:15 WIB

APBD Kampar Diperkirakan Rp2,4 T

Rabu, 14 November 2018 - 16:00 WIB

Pencakar Langit Riau  Pertama di Luar Pekanbaru

Rabu, 14 November 2018 - 15:45 WIB

Lelang Sepeda Motor Dinas Pemko  22 November

Rabu, 14 November 2018 - 15:33 WIB

Pengurus FOPI Provinsi Riau Dilantik

Rabu, 14 November 2018 - 14:27 WIB

Sagang Online
loading...
Follow Us