Campuran Solar dan Bahan Bakar Nabati
Akhir September Semua SPBU Jual B20
Selasa, 04 September 2018 - 12:35 WIB > Print | Komentar
JAKARTA (RIAUPOS.CO) - Distribusi B20 atau campuran solar dengan biodiesel 20 persen terkendala infrastruktur. PT Pertamina (Persero) mencatat, hingga saat ini baru 95 persen dari 5.518 SPBU (stasiun pengisian bahan bakar umum) Pertamina yang menyalurkan B20. Ditargetkan, seluruh SPBU tersebut bisa menyalurkan B20 pada akhir September 2018.

Direktur Utama PT Pertamina Nicke Widyawati mengatakan, mayoritas SPBU yang belum mendapatkan pasokan B20 berada di Indonesia Timur. Penyebabnya adalah keterbatasan infrastruktur.

”Infrastruktur belum memadai untuk masing-masing TBBM (terminal BBM) kecil. Namun, ke depan kami bangun itu semua karena kami yakin Indonesia Timur berkembang,” ujarnya saat mengunjungi SPBU di Matraman, Jakarta, Senin (3/9).

Dia menyatakan, infrastruktur fisik sudah mulai dibangun di sana. ”Keperluan BBM akan meningkat. Kami tidak bisa hanya mengandalkan TBBM besar,” lanjutnya.

Untuk wilayah Indonesia Timur, lanjut Nicke, B20 akan dipasok dari enam TBBM besar seperti Wayame, Ambon, Maluku. ”Kalau suplai FAME (fatty acid methyl ester)-nya sudah sampai ke enam TBBM di sana dan kami blending, kami kirim. Selama ini kami juga mengirim solar. Bedanya, sekarang solar yang dikirim dicampur bio jadi B20,” urai Nicke.

Saat ini di antara 112 TBBM Pertamina, baru 60 TBBM yang sudah menyalurkan B20 untuk PSO (public service obligation). Sisanya, 52 TBBM, belum menyalurkan B20 karena belum ada pasokan FAME dari badan usaha pemasok.

”Sebetulnya, kuncinya ada suplai FAME karena kami tidak memproduksi, hanya blending. Blending-nya bisa TBBM, bisa juga di tangki. Ini disesuaikan, kilang memproduksi hanya solar, nanti ada supplier FAME, dicampur,” jelasnya.

Ke depan, Pertamina mem­­buat green fuel yang diolah di kilang Plaju dan Dumai. ”Tidak lagi hanya mencampur, tetapi memproduksi. Dan itu dari CPO (crude palm oil), bukan dari FAME. Tetapi, itu nanti. Sekarang mekanismenya mencampur dan mendistribusikan,” imbuh Nicke. 

Dia mengatakan saat ini mencari teknologi yang tepat guna untuk mengolah green fuel tersebut. Pengolahan berada di kilang Plaju dan Dumai lantaran berdekatan dengan sumber bahan baku.

Sementara itu, di wilayah Jakarta terdapat 216 SPBU yang menjual produksi diesel. Kebijakan itu membuat Pertamina akan menjual B20 di 174 SPBU di Jakarta. Penjualan B20 di ibu kota akan dipasok dari TBBM Jakarta Group yang telah mampu menyediakan 80,1 ribu kiloliter (kl).

Pertamina mencatat, total potensi penyaluran FAME 878.776 kl. Perinciannya, PSO dari November sampai Desember sebanyak 495.457 kl dan non-PSO dari September–Desember 2018 mencapai 383.319 kl. (vir/c7/fal/kom)
KOMENTAR
Berita Update

TPS Belum Sepenuhnya Ramah Penyandang Disabilitas
Sabtu, 16 Februari 2019 - 13:29 wib

Sandi Langsung Jenguk Pengawal Kampanye yang Tumbang
Sabtu, 16 Februari 2019 - 12:26 wib

Petakan Kekuatan Lawan, Kubu Jokowi Siap Gempur
Sabtu, 16 Februari 2019 - 12:24 wib

324 CPNS Pemprov Dibekali Pengetahuan Budaya Melayu
Sabtu, 16 Februari 2019 - 12:08 wib
Ketua MUI Imbau Waspadai Hoaks

Ketua MUI Imbau Waspadai Hoaks
Sabtu, 16 Februari 2019 - 12:06 wib

Kampar Akan Konsentrasi Sukseskan Pemilu
Sabtu, 16 Februari 2019 - 12:00 wib
Miliki Paket Sabu, Seorang Nenek dan Pemuda Diamankan

Miliki Paket Sabu, Seorang Nenek dan Pemuda Diamankan
Sabtu, 16 Februari 2019 - 11:58 wib
Tersangka Sabu  Ditangkap Polisi

Tersangka Sabu Ditangkap Polisi
Sabtu, 16 Februari 2019 - 11:55 wib

Sekda Lantik 187 Pejabat Eselon III dan IV Rohul
Sabtu, 16 Februari 2019 - 11:53 wib
Program Kegiatan 2019 Sudah Berjalan

Program Kegiatan 2019 Sudah Berjalan
Sabtu, 16 Februari 2019 - 11:45 wib
Cari Berita
Ekonomi-Bisnis Terbaru
BRK Serahkan CSR ke Masjid Raya An-Nur

Sabtu, 16 Februari 2019 - 11:14 WIB

Ekonomi Syariah Bisa Jadi Andalan

Jumat, 15 Februari 2019 - 11:13 WIB

RS Awal Bros Pekanbaru Ajak Orangtua Waspada Penyakit Kanker
Fastwork Platform Freelance Online Serbu Pasar

Jumat, 15 Februari 2019 - 10:16 WIB

Taspen Bukukan Laba Rp271 Miliar

Jumat, 15 Februari 2019 - 08:50 WIB

Sagang Online
loading...
Follow Us