Pungli Buku Nikah, ASN KUA di Medan Divonis 1 Tahun Penjara
Selasa, 04 September 2018 - 10:03 WIB > Dibaca 422 kali Print | Komentar
JAKARTA (RIAUPOS.CO) - Seorang Aparatur Sipil  Negara (ASN) di Kecamatan Belawan, Kota Medan harus meringkuk di balik jeruji besi. Penyebabnya, dia melakukan pungutan liar (pungli) untuk penerbitan buku nikah. 

ASN bernama Nurma itu pun divonis dengan hukuman 1 tahun penjara. Dia juga harus membayar denda Rp50 juta subsider 1 bulan kurungan. Putusan itu dibacakan langsung oleh Ketua Majelis Hakim Syafril Batubara. Sidang digelar di Ruang Cakra VI PN Medan, Senin (3/9). 

Nurma dinyatakan bersalah melanggar Pasal 12 huruf e UU No. 20 tahun 2001 tentang Perubahan Atas UU No. 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 65 ayat (1) KUH Pidana. “Menyatakan terdakwa bersalah melakukan korupsi,” ujar Syafril Batubara di persidangan.

Menyikapi putusan tersebut, terdakwa dan penuntut umum menyatakan pikir-pikir. Sebelumnya oleh JPU Akbar Pramadhana, terdakwa dituntut 1 tahun 2 bulan penjara dengan denda Rp50 juta subsider 2 bulan kurungan. Dalam berkas dakwaan disebutkan, Nurma diringkus dalam operasi tangkap tangan (OTT) Subdit III/Tipikor Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Sumut pada Februari 2018. 

Dugaan pungli ini berawal saat saksi Dedek Sumarna dan Juliani pada tanggal 5 Februari 2018 di kantor KUA Kecamatan Medan Belawan bertemu dengan terdakwa dengan tujuan kedatangan tersebut untuk mengurus penerbitan Buku Nikah, atas nama adiknya yang bernama Suryani yang sudah melaksanakan pernikahan siri pada tanggal 29 Januari 2018 dengan Faisal.

Keduanya menanyakan biaya pernikahan jika pasangan gadis dan bujangan, dan dijawab oleh terdakwa biaya nikah dan penerbitan buku nikah sebesar Rp700 ribu. Kedua saksi memberitahukan kepada terdakwa bahwa adiknya yang bernama Suryani dan suaminya (Faisal) masing masing telah pernah menikah dengan orang lain dan sudah bercerai di bawah tangan. Kemudian dia memberitahukan bahwa keduanya telah menikah siri pada tanggal 29 Januari 2009.  

Kedua saksi memohon kepada terdakwa agar yang bersangkutan dapat memproses akad nikah atas nama Suryani dan Faisal di KUA serta menerbitkan surat nikah dari Kantor Urusan Agama Kecamatan Medan Belawan.

Atas permohonan tersebut terdakwa bersedia membantu asalkan saksi Dedek Sumarna dan Juliani menyiapkan uang tunai Rp2 juta. Sempat terjadi tawar menawar harga, namun terdakwa tidak mau jika biaya tersebut diturunkan lagi mengingat pasangan ini berstatus Janda dan Duda. Permintaan uang sebesar Rp2 juta tersebut disebut terdakwa untuk biaya pengurusan. 

Karena keduanya sudah cerai dengan pasangan sebelumnya, mereka ingin buku mikah itu dicetak lagi. Niat buruk muncul dibenak Nurma. Dia tidak memproses jika uang itu tidak diberikan. 

Akhirnya saksi Dede Sumarna dan Juliani terpaksa menyetujui permintaan terdakwa atas biaya sebesar Rp2 juta dan disepakati untuk proses akad nikah di KUA Kec. Medan Belawan dan penyerahan buku nikah direncanakan pada Hari Kamis tanggal 08 Februari 2018

Kemudian saksi kembali datang menemui terdakwa di kantor KUA Kec. Medan Belawan dan menyerahkan dokumen persyaratan akad nikah dan penerbitan buku nikah. Setelah menerima dokumen persyaratan tersebut, terdakwa menuliskan status jejaka pada nama Faisal di Kartu Keluarganya dan menuliskan status perawan pada nama Suryani di Kartu Keluarganya. 

Karena jika dituliskan Duda dan Janda maka diperlukan adanya bukti surat Cerai dari Kantor Pengadilan Agama setempat. Kemudian pada usai urusan administrasi, terdakwa memberi pesan kepada saksi untuk melunasi yang sebesar Rp2 juta.

Pada Rabu tanggal 14 Februari 2018 sekitar pukul 11.00 WIB, saksi Dedek Sumarna dan Juliani mendatangi terdakwa di Kantor Urusan Agama Kecamatan Belawan sambil membawa amplop berisikan uang Rp2 juta. Setelah bertemu dengan terdakwa, saksi Juliani menyerahkan uang tersebut kepada terdakwa Nurma. 

Nurma mengatakan untuk proses akad nikah dan penyerahan buku nikah bisa dilakukan pada hari itu di KUA Kecamatan Medan Belawan. namun tiba-tiba datang petugas kepolisian dan menangkap terdakwa berikut mengamankan barang bukti uang Rp2 juta.

Bahwa setelah dilakukan pemeriksaan dan penggeledahan ditemukan uang sebesar Rp4,2 juta di laci meja terdakwa. Uang itu diduga juga didapat dari hasil pungli. Dia memaksa para calon pengantin membayar jika ingin mengurus administrasi pernikahan.(pra/jpg)
KOMENTAR
Berita Update

Duit Korupsi ’’Amankan” Kasus Istri
Senin, 19 November 2018 - 19:09 wib
Teken Petisi, Selamatkan Nuril

Teken Petisi, Selamatkan Nuril
Senin, 19 November 2018 - 18:47 wib

Kejari Kuansing Terima Penghargaan Terbaik Se-Riau
Senin, 19 November 2018 - 17:00 wib
Laga Kambing, Satu Tewas Satu Kritis

Laga Kambing, Satu Tewas Satu Kritis
Senin, 19 November 2018 - 16:30 wib

Pemkab Ingatkan Perusahaan
Senin, 19 November 2018 - 16:00 wib
Dua Jembatan Timbang Dikelola Pihak Swasta

Dua Jembatan Timbang Dikelola Pihak Swasta
Senin, 19 November 2018 - 15:15 wib
Industri Kosmetik Bakal Tumbuh Positif

Industri Kosmetik Bakal Tumbuh Positif
Senin, 19 November 2018 - 15:15 wib
Diferensiasi dan Inovasi Jadi Kunci

Diferensiasi dan Inovasi Jadi Kunci
Senin, 19 November 2018 - 14:30 wib

Pemkab Siak Terima CSR dari BRK
Senin, 19 November 2018 - 14:22 wib
Cari Berita
Sumatera Terbaru
Formasi CPNS Sumbar Terancam Kosong

Jumat, 16 November 2018 - 16:00 WIB

2019, Tour de Singkarak Lintasi Mandeh dan Jambi

Senin, 12 November 2018 - 20:30 WIB

Tausiah UAS Banjir Jamaah

Senin, 12 November 2018 - 20:00 WIB

BP Diizinkan Operasi FSU

Senin, 05 November 2018 - 14:41 WIB

Bulan Ini, UMK Medan 2019 Ditetapkan

Senin, 05 November 2018 - 14:18 WIB

Sagang Online
loading...
Follow Us