Depan >> Berita >> Hukum >>
Idrus Marham Tahu Akan Ditahan KPK
Sabtu, 01 September 2018 - 13:15 WIB > Dibaca 6687 kali Print | Komentar
Idrus Marham Tahu Akan Ditahan KPK
MASUK MOBIL: Mantan Mensos Idrus Marham masuk ke dalam mobil menuju Rutan KPK setelah diperiksa sekitar empat jam di Gedung KPK, Jakarta, Jumat (31/8/2018). Idrus disangkakan menerima uang dalam korupsi PLTU Riau-1. (FEDRIK TARIGAN/JPG)
JAKARTA (RIAUPOS.CO) - Idrus Marham pasrah ketika Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) langsung menahannya. Padahal mantan menteri sosial itu baru pertama kali menjalani pemeriksaan sebagai tersangka dalam kasus dugaan suap PLTU Riau-1.

Begitu selesai menjalani pemeriksaan malam tadi, pria yang juga pernah menjabat sekretaris jenderal (sekjen) Partai Golkar tersebut langsung dibawa ke rumah tahanan (rutan) KPK. Sebagai tersangka kasus dugaan korupsi, Idrus sadar betul dirinya bakal menjadi tahanan KPK. Keterangan tersebut dia sampaikan secara tegas kemarin. ”Juga saya tahu bahwa setelah jadi saksi, jadi saksi tersangka, (jadi) tersangka pasti ada penahanan,” ujarnya.

Untuk menghormati proses hukum oleh lembaga antirasuah, dia pun berjanji mengikuti seluruh tahapan tersebut. Kemarin merupakan kali pertama penyidik KPK memeriksa Idrus sebagai tersangka. Di Jumat keramat itu pula, Idrus menjadi tahanan. Tiba di Gedung Merah Putih KPK sekitar pukul 13.30 WIB, dia keluar menggunakan rompi tahanan KPK sekitar pukul 18.20 WIB.

Idrus diperiksa penyidik KPK sekitar empat jam. Sayang dia enggan menyampaikan substansi pemeriksaan tersebut.  ”Tentu biasanya ada hal-hal yang (ditanyakan) sifatnya umum,” imbuh pria asal Sulawesi Selatan (Sulsel) itu.

Menurut Idrus, semua itu merupakan urusan penyidik KPK. Dia pun menekankan kembali, seluruh proses hukum oleh KPK dalam kasus yang membelitnya harus berjalan baik. Sesuai tahapan yang biasa dilalui oleh KPK. Yang pasti, kata dia, KPK tidak mungkin mengambil langkah hukum apabila tidak sesuai aturan, ketentuan, prosedur, maupun persyaratan yang berlaku.

”Dan saya akan komit mengikuti tahapan-tahapan itu,” imbuhnya.

Sebelum masuk Gedung Merah Putih KPK kemarin siang, Idrus sempat ditanya soal commitment fee sebesar 1,5 juta dolar AS yang dijanjikan tersangka Johannes Budisutrisno Kotjo kepada dirinya. Namun, dia belum bersedia menanggapi hal itu.


KOMENTAR
Berita Update
Sebelas Blok Migas Belum Digarap

Sebelas Blok Migas Belum Digarap
Sabtu, 19 Januari 2019 - 09:35 wib

Herry Hermanus Horo Jabat Kajari Siak
Sabtu, 19 Januari 2019 - 09:30 wib

Ketua LAM: Jangan Lupakan Mempura
Sabtu, 19 Januari 2019 - 09:10 wib
Arab Saudi Bantu  Kitab Kuning ke Riau

Arab Saudi Bantu Kitab Kuning ke Riau
Sabtu, 18 Januari 2019 - 18:00 wib
Waspadai Rawan Kebakaran di Februari
Burhan Gurning: Masa Peralihan Musim
Waspadai Rawan Kebakaran di Februari
Sabtu, 18 Januari 2019 - 17:33 wib
PPTK Tiga Proyek PUPR Diperiksa

PPTK Tiga Proyek PUPR Diperiksa
Sabtu, 18 Januari 2019 - 16:36 wib

SMKN 1 Pekanbaru Hadirkan Motivator Dedi Budiman
Sabtu, 18 Januari 2019 - 16:20 wib

71 Warga Binaan Rutan Dumai Rekam KTP-el
Sabtu, 18 Januari 2019 - 16:00 wib
Bakti Sosial untuk Negeri Digelar EMP di Pulau Padang
PT Energi Mega Persada
Bakti Sosial untuk Negeri Digelar EMP di Pulau Padang
Sabtu, 18 Januari 2019 - 15:59 wib
Cari Berita
Hukum Terbaru
Pengrusak Atribut PD Dijebloskan ke Rutan

Kamis, 17 Januari 2019 - 15:35 WIB

Idrus Didakwa Terima Lebih dari Rp2 Miliar

Rabu, 16 Januari 2019 - 11:54 WIB

Apa Kabar Pengusutan Dana Hibah Rp120 Miliar Pemko Pekanbaru?
Lima Kades di Rohul Diperiksa Jaksa

Selasa, 15 Januari 2019 - 18:00 WIB

Bupati Meranti Dituding Penjahat Kelamin

Sabtu, 12 Januari 2019 - 11:55 WIB

Sagang Online
loading...
Follow Us