Dayung Ukir Sejarah, Sepakbola Gagal ke 8 Besar
Sabtu, 25 Agustus 2018 - 12:38 WIB > Dibaca 2772 kali Print | Komentar
Dayung Ukir Sejarah, Sepakbola Gagal ke 8 Besar
HORMAT BENDERA: Atlet Indonesia hormat bendera saat menyanyikan lagu Indonesia Raya usai penyerahan medali cabang olahraga dayung nomor LM 8+ di Lintasan Dayung JSC Palembang, Jumat (24/8/2018).(BAWAH) LESU: Pemain Indonesia tertunduk lesu setelah kalah adu penalti melawan Uni Emirat Arab pada babak 16 Besar sepakbola Asian Games 2018 di Stadion Wibawa Mukti Cikarang, Jumat (24/8/2018). (EVAN ZUMARLI/DIPTA WAHYU/JPG)
PALEMBANG (RIAUPOS.CO) - Sejarah baru diukir tim dayung Indonesia di Asian Games 2018. Mereka berhasil menyumbang 1 emas, 2 perak, dan 2 perunggu dari sepuluh nomor yang diikuti. Capaian tersebut sekaligus menjadi yang terbaik bagi tim dayung Merah Putih sepanjang Asian Games itu.

Kemarin, satu emas berhasil disabet dari nomor lightweight men’s eight (LM8+) di venue rowing and canoeing Regatta Course Jakabaring Sport City. Sekaligus menyumbang emas kesembilan bagi kontingen Indonesia. Duel seru terjadi antara Indonesia dan Uzbekistan. Skuad yang diisi Ali Buton, Ferdiansyah, Ihram, Ardi Isadi, Denri Maulidzar, Tanzil Hadid, Jefri Ardianto, Muhad Yakin, dan Ujang Hasbulloh itu sempat ketinggalan start dari tim Uzbekistan.

Meski begitu, Indonesia tak mau kalah. Selepas 1.000 meter, Ali Buton dkk menambah kecepatan dan kekuatan tangannya mengayuh. ”Kami ada sandi khusus untuk sprint dengan berteriak wakanda!” ujar Irham, salah satu pedayung LM8+.

Usaha tersebut membuahkan hasil. Mereka mampu menyalip tim Uzbekistan. Memasuki 500 meter jelang finis, tim Indonesia mampu unggul setengah perahu dari tim negara pecahan Uni Soviet itu. Sorak-sorai riuh penonton pun menggema menyemangati pedayung Tanah Air yang sedang bertarung itu.

”Ayoo Indonesia…. Ayoo teruuuuss!” seru penonton riuh.

Hingga akhirnya, suara ratusan penonton yang memadati tribun bergemuruh selepas perahu Indonesia mampu finis di posisi pertama. Sembilan pedayung yang masih berada di atas perahu pun berteriak lepas sembari mengangkat kedua tangan mereka yang mengepal. Sampai-sampai Ujang yang bertugas sebagai juru mudi berdiri di atas kapal meluapkan kegembiaraannya.

Melihat kesuksesan tim LM8+ di pesta olahraga Asia tersebut tidak lepas dari perjuangan para atletnya. Minimnya kompetisi di dalam negeri, membuat mereka kesulitan untuk mengasah kemampuan. ”Hanya ada tiga kompetisi rowing di Indonesia. Cuma Kejurnas, Pra-PON, dan PON,” terang Irham.

Maklum, rowing bukan termasuk olahraga populer di Indonesia. Selama ini, PB PODSI menyeleksi atlet-atlet pelatnas berdasarkan tiga kompetisi itu. Meski beregu, pemilihan skuad LM8+ diseleksi secara individu. Selain itu, mereka juga harus sering bertanding di luar negeri untuk meningkatkan kemampuan para atletnya. ”Rowing ini olahraga yang memerlukan biaya besar. Support pemerintah sangat penting bagi kami,” ucap manajer tim dayung Budiman Setiawan.

Perlu 7 tahun berlatih bersama bagi tim LM8+ untuk mewujudkan emas. Setiap tahun harus ada kenaikan tren positif. Di kancah Asia Tenggara, nomor yang melibatkan delapan pedayung itu selalu menyabet emas sejak tahun 2011, 2013, dan 2015. Tahun lalu, di Malaysia, tidak dipertandingkan. Selain itu, tim LM8+ juga mengikuti kejuaraan internasional di Eropa untuk mengadu kemampuan sekaligus menambah jam terbang. Khusus, persiapan jelang Asian Games 2018, mereka melakoni tiga kali turnamen. Sekali di Australia dan dua kali di Belanda.


KOMENTAR
Berita Update

Syamsuar : Selamat Hari Jadi Ke-16 Kepri
Rabu, 26 September 2018 - 20:00 wib

Liga Dihentikan Selama Dua Pekan
Rabu, 26 September 2018 - 19:30 wib

2 Bek Andalan Persebaya Absen Lawan Arema FC
Rabu, 26 September 2018 - 19:00 wib
Dihantui Rasa Bersalah, Pelaku Penikaman Menyerahkan Diri

Dihantui Rasa Bersalah, Pelaku Penikaman Menyerahkan Diri
Rabu, 26 September 2018 - 18:45 wib

Honorer Tetap Diperlukan
Rabu, 26 September 2018 - 18:30 wib

MTQ Sejalan dengan Program Magrib Mengaji
Rabu, 26 September 2018 - 18:15 wib

Atlet Kuansing Sumbangkan Dua Medali
Rabu, 26 September 2018 - 18:00 wib

Bupati Hadiri Purnatugas Gubernur Riau
Rabu, 26 September 2018 - 17:45 wib

Bupati Serahkan 10 Sertifikat Tanah Waqaf
Rabu, 26 September 2018 - 17:30 wib

Siswa Se-Kecamatan Siak Bersalawat
Rabu, 26 September 2018 - 17:15 wib
Cari Berita
Olahraga Terbaru
Liga Dihentikan Selama Dua Pekan

Rabu, 26 September 2018 - 19:30 WIB

2 Bek Andalan Persebaya  Absen Lawan Arema FC

Rabu, 26 September 2018 - 19:00 WIB

Atlet Kuansing  Sumbangkan Dua Medali

Rabu, 26 September 2018 - 18:00 WIB

Praveen/Melati Lolos ke 16 Besar

Rabu, 26 September 2018 - 15:30 WIB

Andalkan Semangat dan Kerja Sama Tim

Rabu, 26 September 2018 - 14:30 WIB

Sagang Online
loading...
Follow Us