Kecewa Cohen, Bersimpati kepada Manafort
Jumat, 24 Agustus 2018 - 15:50 WIB > Print | Komentar
Berita Terkait
WASHINGTON (RIAUPOS.CO) -  Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump bersimpati kepada Paul Manafort. Mantan ketua tim suksesnya dalam Pilpres 2016 itu dinyatakan bersalah atas delapan dakwaan Selasa (21/8). Tokoh 72 tahun itu kepada reporter Fox News yang mewawancarainya mengatakan bakal memberikan ampunan kepada Manafort.

Sayangnya, Trump menolak mengungkapkan rencananya untuk Manafort itu dalam wawancara yang ditayangkan Rabu (22/8). Dia hanya mengatakan bahwa dakwaan-dakwaan yang dikenakan kepada Manafort itu juga bisa digunakan untuk menjerat para konsultan hukum dan para pelobi politik. ’’Semua yang seprofesi dengannya pasti juga pernah melakukan (kesalahan) itu,’’ ungkapnya.

Di mata Trump, Manafort tetaplah sosok yang berjasa. Tidak hanya baginya, tetapi juga untuk politisi Partai Republik yang lain. ’’Dia sudah melakukan banyak kebaikan bagi para politikus terpandang negeri ini,’’ lanjut suami Melania itu sebagaimana dilansir Reuters kemarin (23/8).

Wajar jika Trump membela Manafort yang dinyatakan bersalah oleh Pengadilan Federal Alexandria, Negara Bagian Virginia, pada Selasa. Sebab, sejak ditahan tahun lalu dan menjalani penyelidikan, Manafort sama sekali tidak pernah menyeret nama Trump dalam kasusnya. Berbeda dengan Michael Cohen, mantan pengacara Trump yang dalam kesaksiannya menyiratkan bahwa sang presidenlah yang memerintahkan suap.

Kemarin Trump menyalahkan Jaksa Agung Jeff Sessions dan Departemen Kehakiman atas kasus Manafort dan Cohen. Menurut presiden ke-45 AS itu, seluruh kasus hukum yang kini menyudutkannya tersebut bermula dari Sessions. ’’Jeff Sessions menarik diri dari kasus yang seharusnya dia bela. Manusia macam apa dia itu?’’ keluh Trump.

Berdasar penyelidikan independen mereka, intelijen AS menyimpulkan bahwa Rusia meretas situs Partai Demokrat dan membocorkan sejumlah besar surat elektronik yang sifatnya rahasia. Semua itu dilakukan demi Trump. Yakni, agar ayah Ivanka itu menang Pilpres 2016. Tetapi, Kremlin dan Trump sama-sama membantah keras temuan tersebut.

Dalam wawancara dengan Fox News itu, Trump menegaskan bahwa dakwaan terhadap Manafort dan Cohen sama sekali tidak ada yang berkaitan dengan kampanye pilpres. Karena itu, dia tidak perlu merisaukan ancaman pemakzulan yang mulai digulirkan media.

Terkait Cohen, Trump menyatakan bahwa mantan pengacaranya itu bukan orang yang bisa dipercaya. Di pengadilan dia mengaku memberikan uang suap kepada Stormy Daniels dan Karen McDougal. Cohen juga menyiratkan bahwa Trump-lah yang menyuruhnya. Dalam berkas pengadilan, dia menyebut Trump sebagai Individual 1. (bil/c4/hep/jpg)

 ’’Itu namanya menikung,’’ kata Trump soal pengakuan Cohen tentangnya. Kendati demikian, dia yakin tindakannya terhadap Daniels dan McDougal tidak bertentangan dengan aturan kampanye. Sebab, uang yang dia berikan untuk menutup mulut Daniels dan McDougal bukan dana kampanye. Uang tersebut berasal dari kocek pribadi.

     Tetapi, alibi Trump itu disangsikan Ketua House of Representatives Paul Ryan. Sebab, uang tersebut diberikan kepada dua perempuan Trump itu dalam waktu yang terlalu dekat dengan Pilpres 2016. ’’Kalau itu masalah pribadi, mengapa tidak dia bayar sebelum kampanye?’’ tegasnya.

     Brett Stephens, kolumnis New York Times, menyatakan bahwa jalan untuk memakzulkan Trump sudah semakin lebar. Keputusan Cohen mengaku bersalah dalam sidang di Pengadilan Federal New York telah mengubah semuanya. ’’Tadinya saya ragu. Tapi, kini jelas bahwa presiden melakukan kejahatan tingkat tinggi. Dia harus mundur atau dimakzulkan,’’ paparnya.

     Senator Demokrat Chuck Schumer pun menyebut Trump sebagai penjahat federal. Tetapi, secara resmi, Partai Demokrat belum membahas pemakzulan. Rupanya, Demokrat sadar bahwa saat ini pihaknya tidak punya cukup dukungan untuk meng-impeach Trump. Sebab, House of Representatives maupun Senat AS dikuasai Republik. Semua itu bisa berubah jika Demokrat menang banyak dalam pemilu legislatif November nanti.

KOMENTAR
Berita Update

TPS Belum Sepenuhnya Ramah Penyandang Disabilitas
Sabtu, 16 Februari 2019 - 13:29 wib

Sandi Langsung Jenguk Pengawal Kampanye yang Tumbang
Sabtu, 16 Februari 2019 - 12:26 wib

Petakan Kekuatan Lawan, Kubu Jokowi Siap Gempur
Sabtu, 16 Februari 2019 - 12:24 wib

324 CPNS Pemprov Dibekali Pengetahuan Budaya Melayu
Sabtu, 16 Februari 2019 - 12:08 wib
Ketua MUI Imbau Waspadai Hoaks

Ketua MUI Imbau Waspadai Hoaks
Sabtu, 16 Februari 2019 - 12:06 wib

Kampar Akan Konsentrasi Sukseskan Pemilu
Sabtu, 16 Februari 2019 - 12:00 wib
Miliki Paket Sabu, Seorang Nenek dan Pemuda Diamankan

Miliki Paket Sabu, Seorang Nenek dan Pemuda Diamankan
Sabtu, 16 Februari 2019 - 11:58 wib
Tersangka Sabu  Ditangkap Polisi

Tersangka Sabu Ditangkap Polisi
Sabtu, 16 Februari 2019 - 11:55 wib

Sekda Lantik 187 Pejabat Eselon III dan IV Rohul
Sabtu, 16 Februari 2019 - 11:53 wib
Program Kegiatan 2019 Sudah Berjalan

Program Kegiatan 2019 Sudah Berjalan
Sabtu, 16 Februari 2019 - 11:45 wib
Cari Berita
Internasional Terbaru
Bom Bunuh Diri Serang Militer, 44 Orang Tewas

Sabtu, 16 Februari 2019 - 10:45 WIB

Korsel Mau Naikkan Kontribusi Finansial Biayai Pasukan AS
Gordon Banks Tutup Usia

Rabu, 13 Februari 2019 - 10:43 WIB

AS Tegaskan ISIS Masih Berbahaya

Selasa, 12 Februari 2019 - 14:51 WIB

Dubes Iran Sebut Sanksi AS Bertentangan dengan HAM

Jumat, 08 Februari 2019 - 17:21 WIB

Sagang Online
loading...
Follow Us