Fatwa Imunisasi MR Dibolehkan, Pusat Panggil Diskes-MUI Riau
Kamis, 23 Agustus 2018 - 12:51 WIB > Dibaca 5048 kali Print | Komentar
Fatwa Imunisasi MR Dibolehkan, Pusat Panggil Diskes-MUI Riau
Kepala Diskes Riau, Hj Mimi Yuliani Nazir.
PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Vaksin measles rubella (MR) atau campak dan rubella belum halal. Namun dibolehkan disuntikkan kepada anak-anak Indonesia. Hal ini berdasarkan fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat pada 20 Agustus lalu. Perihal ini, Pemprov Riau yang sudah memulai program ini sejak 1 Agustus dipanggil pemerintah pusat ke Jakarta bersama MUI Riau.

Fatwa MUI Nomor 33/2018 baru dikeluarkan perihal vaksin MR setelah dua pekan pelaksanaan imunisasi di Riau dan provinsi lainnya di Sumatera serta Kalimantan sebagai tahap kedua program pemerintah. Sebelumnya tahap pertama sudah dilakukan terhadap jutaan anak-anak usia 9 bulan hingga 15 tahun di Jawa, Bali dan Nusa Tenggara.

Kepala Diskes Riau Hj Mimi Yuliani Nazir perihal fatwa MUI tersebut mengaku pihaknya sepenuhnya mengikuti arahan pemerintah pusat melalui Kementerian Kesehatan (Kemenkes). Agar tidak ada kerancuan dalam menerjemahkan fatwa MUI tersebut, maka dia mengajak masyarakat bersabar. “Setelah fatwa, Kamis (hari ini, red) Kadiskes dan Ketua MUI provinsi diundang rapat ke Jakarta terkait hal itu,” ujar Mimi kepada Riau Pos, Rabu (22/8).

Mengenai pelaksanaan imunisasi di Riau, diakui Mimi hingga kini sesuai arahan Kemenkes masih dilaksanakan. Di mana bagi masyarakat yang berkenan diimunisasi anaknya dipersilakan dan bagi yang tidak juga dibolehkan untuk menunggu hingga ada kebijakan lebih lanjut. Khususnya setelah keluarnya fatwa MUI. “Tentu perlu diterjemahkan sesuai fatwa tersebut melalui kebijakan pemerintah. Juga di dalamnya ada pengecualian soal vaksin ini, sehingga mubah atau boleh,” sambungnya.

Mengenai fatwa MUI Nomor 33/2018 tentang penggunaan vaksin MR produk dari Serum Institute of India (SII) untuk imunisasi memutuskan pertama soal ketentuan hukum. MUI menilai penggunaan vaksin yang memanfaatkan unsur babi dan turunannya, hukumnya haram.

Poin duanya, penggunaan vaksin MR produk dari SII hukumnya haram karena dalam proses produksinya menggunakan bahan yang berasal dari babi. Poin ketiganya penggunaan vaksin MR produk dari SII, pada saat ini dibolehkan (mubah).

Dibolehkan karena ada kondisi keterpaksaan (darurat syar’iyyah), belum ditemukan vaksin MR yang halal dan suci. Ada keterangan dari ahli yang kompeten dan dipercaya tentang bahaya yang ditimbulkan akibat tidak diimunisasi dan belum adanya vaksin yang halal. Kemudian kebolehan penggunaan vaksin MR sebagaimana dimaksud pada angka tiga tidak berlaku jika ditemukan adanya vaksin yang halal dan suci.



KOMENTAR
Berita Update
Cuti Bersama Idulfitri Tahun Depan Lebih Pendek

Cuti Bersama Idulfitri Tahun Depan Lebih Pendek
Rabu, 14 November 2018 - 20:40 wib
Kebut Pertumbuhan, RI Perbaiki SDM

Kebut Pertumbuhan, RI Perbaiki SDM
Rabu, 14 November 2018 - 19:28 wib

Bonus Demografi Diharapkan Sampai ke Masyarakat
Rabu, 14 November 2018 - 16:15 wib
APBD Kampar Diperkirakan Rp2,4 T

APBD Kampar Diperkirakan Rp2,4 T
Rabu, 14 November 2018 - 16:00 wib
Lelang Sepeda Motor Dinas Pemko  22 November

Lelang Sepeda Motor Dinas Pemko 22 November
Rabu, 14 November 2018 - 15:33 wib
Pengungsi Rohingya Hindari Repatriasi

Pengungsi Rohingya Hindari Repatriasi
Rabu, 14 November 2018 - 14:43 wib

Daud Yordan Mau Istirahat Dulu
Rabu, 14 November 2018 - 14:30 wib
pengurus Federasi Olahraga Petanque Indonesia
Pengurus FOPI Provinsi Riau Dilantik
Rabu, 14 November 2018 - 14:27 wib
Tiga Terdakwa Dituntut Lima Tahun Penjara
Korupsi Danau Buatan Rohil
Tiga Terdakwa Dituntut Lima Tahun Penjara
Rabu, 14 November 2018 - 14:00 wib
Cari Berita
Nasional Terbaru
Cuti Bersama Idulfitri Tahun Depan Lebih Pendek

Rabu, 14 November 2018 - 20:40 WIB

Reaksi Brexit dan Dampak Ekonomi Cina Picu Pelemahan Rupiah
Kebut Pertumbuhan, RI Perbaiki SDM

Rabu, 14 November 2018 - 19:28 WIB

Polri Teliti Kemungkinan Hoaks by Design

Selasa, 13 November 2018 - 18:23 WIB

Harga Beras Terus Mengalami Kenaikan

Selasa, 13 November 2018 - 10:00 WIB

Sagang Online
loading...
Follow Us