Bocah SMP Panjat Tiang Bendera, Simbol Patriotisme Anak Zaman Now

Nasional | Sabtu, 18 Agustus 2018 - 11:32 WIB

Bocah SMP Panjat Tiang Bendera, Simbol Patriotisme Anak Zaman Now
DIUNDANG: Pahlawan kecil Yohanes Ande Kala yang diundang khusus menghadiri pembukaan Asian Games saat dalam perjalanan dari Atambua menuju Kupang, Jumat (17/8/2018). (JPG)

BAGIKAN


BACA JUGA

ATAMBUA (RIAUPOS.CO) - Suasana upacara pengibaran bendera merah putih saat upacara peringatan HUT Proklamasi Kemerdekaan ke-73 RI di Pantai Motaain, Atambua, Kabupaten Belu, NTT, Jumat (17/8) pagi berlangsung tegang. Pasalnya bendera yang siap dikibarkan pasukan pengibar bendera pusaka (paskibraka) tidak berhasil. Ini lantaran tali pengikat bendera tiba-tiba putus saat paskibra akan mengibarkan bendera.

Kondisi itu berhasil diselamatkan siswa kelas I SMPN Motaain, Yohanes Ande Kala yang saat itu siaga dalam barisan bersama teman-temannya. Padahal, siswa itu sempat sakit perut sebelum upacara dimulai. Kejadian bersejarah ini terjadi saat Wakil Bupati (Wabup) Belu JT Ose Luan bertindak selaku inspektur upacara di Motaain.

Menurut Wabup Belu, Yohanes secara spontan bergegas dari barisannya dan  menuju tiang bendera. Lalu memanjat tiang untuk mengambil ujung tali bendera yang sudah terlanjur tersangkut pada puncak tiang bendera.

“Setelah lagu Indonesia Raya dinyanyikan, lalu dari mimbar saya bilang tolong cari anak-anak yang bisa panjat untuk ambil ujung talinya. Tiba-tiba saya lihat ada anak kecil berpakaian seragam SMP muncul dan menuju tiang bendera. Kemudian berusaha panjat tiangnya,” jelas Wabup Belu.

Sementara bocah kelahiran 2004 itu mengaku spontan meninggalkan barisannya. Yohanes mengakui kondisi kesehatannya sempat terganggu sebelum mengikuti upacara bendera kemarin pagi.

“Begitu dengar imbauan Pak Wakil Bupati langsung saya lari menuju tiang bendera. Saya panjat untuk ambil ujung tali bendera yang tersangkut di puncak tiang bendera,” ungkap Joni, panggilan akrab Yohanes.

Aksi Yohanes langsung viral di media sosial. Yohanes pun menuai banyak pujian warganet. Tak hanya itu, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendi pun memberi apresiasi.

“ Itu kejadian luar biasa. Simbol patriotisme anak zaman now,” kata Muhadjir saat dihubungi JPG, Jumat (17/8).

Muhadjir menuturkan keberanian anak kesembilan pasangan Victorino Fahik dan Iorenca Gama merupakan aksi yang berani. Yuhanes memiliki inisiatif memanjat tiang bendera yang tinggi.

“Dengan keberanian anak itu, telah menyelamatkan sang saka Merah Putih yang hampir gagal berkibar,” ucap Muhadjir.

Dalam video yang ditayangkan di akun Kementeria Luar Negeri, @Kemlu_RI, Yohanes nampak tak ragu untuk memanjat tiang bendera. Kepalanya terus mentap ke atas ketika memanjat. Tepuk tangan peserta upacara seolah menjadi penyemangatnya. Saat turun, dia langsug dijemput oleh beberapa aparat untuk diantar ke podium kehormatan.

Sementara Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi mengatakan akan mengundang Yohanes ke Jakarta. Ia berjanji mengajak Yohanes menonton salah satu cabang olahraga Asian Games 2018.

“Itulah sebuah tekad luar biasa. Bagi Yohanes mungkin tidak berbahaya tapi itulah tantangan dan dia mengorbankan semuanya demi Merah Putih,” katanya.(ogi/lyn/jpg)




loading...

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

TERBARU