Riau Pos berupaya menjembatani aspirasi pembaca atau masyarakat Riau pada umumnya. Jika itu berbentuk keluhan terhadap pemerintah daerah, Riau Pos akan menyiapkan liputannya dan diterbitkan di halaman ini. Termasuk instansi lain. Tentunya melalui kaedah atau etika yang sudah ditentukan. Dan Riau Pos berhak untuk memilih mana yang ditindaklanjuti dan yang mana tidak dengan berbagai pertimbangan. Kami juga akan mengedit seperlunya aspirasi pembaca yang dimuat, tanpa mengurangi/menghilangkan substansi isi. Untuk menyampaikan aspirasinya, silahkan kirim pesan teks atau foto, atau keduanya melalui:WA: 081334159333. Email/FB: riaupos.interaktif@gmail.com IG: @riaupos_interaktif, Twitter: @riaupos2017. Path: @riaupos2017.
Petani Minta Kecocokan Harga TBS
Sabtu, 18 Agustus 2018 - 09:17 WIB > Dibaca 828 kali Print | Komentar
PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Kabid Perkebunan Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Riau Vera Virgianti SHut MM mengatakan, banyak faktor yang menjadi penyebab terjadi perbedaan harga beli tandan buah segar (TBS) kelapa sawit di Riau. Di antaranya adalah kualitas TBS itu sendiri, petani yang tidak menjual TBS langsung ke pabrik melainkan melalui pengepul dan belum berkelompoknya para petani.

Untuk faktor pertama, yakni kualitas TBS. Saat ini menurut Vera banyak petani sawit swadaya di Riau yang dahulunya menanam sawit dengan tidak menggunakan bibit yang unggul dan bersertifikat. Hal ini akhirnya mempengaruhi kualitas hasil TBS ketika sawit sudah besar.

‘’Karena dari awal bibitnya sudah salah, atau sering disebut bibit palsu. Akhirnya kualitas TBS tidak bagus, dengan kondisi ini pabrik tentu tidak mau membeli dengan harga tinggi,’’ katanya.

Faktor kedua, lanjut Vera, yakni banyak petani swadaya yang menjual TBS kepada pengepul. Di sini pengepul tentunya juga mencari keuntungan dengan menurunkan harga belinya kepada petani. Biasanya, pengepul di sini juga tidak hanya satu orang sehingga dapat dipastikan sampai ke petani harga akan lebih rendah lagi. ‘’Bayangkan saja jika ada tiga pengepul, bisa-bisa harga sampai ke petani sudah setengah harga dari harga pasaran sebenarnya. Jadi mata rantai pengepul ini harus diputus, lebih baik petani langsung menjual ke pabrik,’’ jelasnya.

Namun untuk menjual TBS langsung ke pabrik, lanjut Vera, petani harus membuat kelompok terlebih dahulu agar lebih mudah dikoordinir. Dengan begitu, petani akan lebih mudah mempunyai harga tawar ketika menjual TBS ke pabrik. ‘’Contohnya saja petani plasma, selama ini mereka sudah berkelompok. Sehingga ketika menjual TBS, harganya tidak terlalu jauh dari harga yang telah ditetapkan,’’ sebutnya.(sol)
KOMENTAR
Berita Update

Jalin Silaturahmi Antar RT RW Melalui Pengajian Rutin
Selasa, 21 Januari 2019 - 21:06 wib
Harga Cabai Merah Turun, Terong Naik

Harga Cabai Merah Turun, Terong Naik
Selasa, 21 Januari 2019 - 16:45 wib
Pengusutan SPPD Fiktif  Dewan, Tunggu Gelar Perkara

Pengusutan SPPD Fiktif Dewan, Tunggu Gelar Perkara
Selasa, 21 Januari 2019 - 16:31 wib
Bawaslu Kampar Teruskan Laporan Pidana Pemilu

Bawaslu Kampar Teruskan Laporan Pidana Pemilu
Selasa, 21 Januari 2019 - 16:15 wib

Transformasi Hilangkan Bobot 57 Kg
Selasa, 21 Januari 2019 - 15:37 wib
Harga Beras Lokal Naik Lagi

Harga Beras Lokal Naik Lagi
Selasa, 21 Januari 2019 - 15:25 wib
Meranti Ditawarkan Jadi Kota Jaringan Gas

Meranti Ditawarkan Jadi Kota Jaringan Gas
Selasa, 21 Januari 2019 - 15:15 wib
MUI, Mubalig dan BPPOM Diminta Turun Tangan

MUI, Mubalig dan BPPOM Diminta Turun Tangan
Selasa, 21 Januari 2019 - 15:05 wib
Selektif Sebarkan Berita di Media Sosial

Selektif Sebarkan Berita di Media Sosial
Selasa, 21 Januari 2019 - 14:45 wib
Pemprov Diminta Benahi Manajemen RSUD AA

Pemprov Diminta Benahi Manajemen RSUD AA
Selasa, 21 Januari 2019 - 14:30 wib
Cari Berita
Interaktif Terbaru
Jalan Semelinang Darat-Koto Medan Diaspal Tahun Ini

Rabu, 16 Januari 2019 - 09:55 WIB

 Perbaikan Jalan Rusak Dimulai Tahun Ini

Jumat, 04 Januari 2019 - 08:25 WIB

Tolong Kami, Setiap Hujan Jalan Berlumpur

Kamis, 20 Desember 2018 - 09:16 WIB

Di Mana Letak Manfaat Toga

Rabu, 19 Desember 2018 - 09:17 WIB

Akan Dicek ke Lokasi

Senin, 17 Desember 2018 - 09:16 WIB

Sagang Online
loading...
Follow Us
Populer hari ini