Berlakukan Standardisasi Digitalisasi Nozzle
Cegah Praktik Curang SPBU
Rabu, 15 Agustus 2018 - 13:50 WIB > Dibaca 284 kali Print | Komentar
Cegah Praktik Curang SPBU
ISI BBM: Petugas mengisi bahan bakar minyak ke dalam tangki mobil di SPBU Abdul Muis, Jakarta, belum lama ini. PT Pertamina (Persero), PT Telekomunikasi Indonesia (Persero), serta Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) bekerja sama melakukan digitalisasi nozzle atau keran penyaluran BBM kepada 5.518 SPBU di Indonesia untuk mencegah kecurangan. (ISMAIL POHAN/JPG)
JAKARTA (RIAUPOS.CO) - Kecurangan maupun tingkat pengurangan volume (losses) saat penyaluran bahan bakar minyak (BBM) berusaha diminimalkan. PT Pertamina (Persero), PT Telekomunikasi Indonesia (Persero), serta Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) bekerja sama melakukan digitalisasi nozzle atau keran penyaluran BBM kepada 5.518 SPBU di Indonesia.

Anggota Komite BPH Migas Saryono Hadiwidjojo mengatakan, digitalisasi itu diperlukan agar jumlah BBM bersubsidi yang disalurkan Pertamina ke masyarakat tercatat dengan baik. Misalnya, BBM yang keluar dari terminal BBM 8 ribu liter. Penyaluran jumlah itu bisa langsung terkontrol secara akurat ke SPBU maupun masyarakat dan berada di angka yang sama.

Cara itu akan memudahkan Kementerian Keuangan membayar subsidi ke Pertamina. ’’Target digitalisasi nozzle tersebut dapat selesai dilakukan pada akhir tahun,’’ katanya, Senin (13/8).

Digitalisasi nozzle akan memberikan konversi jumlah liter yang disalurkan dengan alat khusus dan tercatat dalam aplikasi buatan Telkom. Data tersebut kemudian dikumpulkan dan dibuat laporan analisis yang membantu BPH Migas. Di setiap SPBU, kira-kira terdapat 13 nozzle yang harus dipasangi alat tersebut.

Digitalisasi nozzle itu memungkinkan pemerintah dan Pertamina untuk segera menindaklanjuti jika terjadi kelangkaan BBM di suatu wilayah. Selain itu, selama ini beberapa SPBU memang melakukan kecurangan dalam penyaluran BBM ke masyarakat. Batas losses yang bisa ditoleransi mencapai 0,5 persen dari penyaluran BBM.

’’Sekarang digital. Sebenarnya sebagian itu sudah digital, cuma masalahnya kan masing-masing tidak ada standardisasi. Dengan ini, ada standardisasi,’’ terang  Pertamina Jumali.

Saat ini baru 5.518 di antara 7.415 SPBU yang dilakukan digitalisasi nozzle. Jumlah SPBU tersebut merupakan SPBU reguler. Sisanya berupa SPBU untuk nelayan maupun APMS (agen premium minyak solar).

’’Kami menyasar yang reguler dulu. Bukan selesai di situ karena itu yang kelihatan teknologi bisa diterapkan. Kalau di SPBU yang pakai canting, bagaimana menerapkannya?’’ imbuh Senior Vice President of Corporate Shared Services Pertamina Jeffrey Tjahja Indra. Pertamina saat ini telah melakukan uji coba penerapan digitalisasi tersebut pada 10 SPBU di marketing operation region (MOR) III. (vir/c19/fal/jpg)
KOMENTAR
Berita Update
Pembakar Lahan TNTN Ditangkap

Pembakar Lahan TNTN Ditangkap
Senin, 23 September 2018 - 19:52 wib
Catatan Teater Riau
Kembalinya sang Primadona
Senin, 23 September 2018 - 19:48 wib

Disdik Tempati Gedung Eks SMK Teknologi
Senin, 23 September 2018 - 19:47 wib
Alamaaak!
Ditabrak Emak-Emak
Senin, 23 September 2018 - 19:46 wib
Warga Resah dengan Kandungannya
Anggur Murah Laris Manis Terjual
Senin, 23 September 2018 - 19:40 wib
Minta Jembatani GP Ansor-UAS
PWNU Riau Sambangi LAMR
Minta Jembatani GP Ansor-UAS
Senin, 23 September 2018 - 17:50 wib
2.000 IKM Tak Terdaftar

2.000 IKM Tak Terdaftar
Senin, 23 September 2018 - 15:00 wib
Pemotor Kecelakaan Beruntun
Akibat Oli Tumpah
Pemotor Kecelakaan Beruntun
Senin, 23 September 2018 - 14:48 wib
Polisi Gadungan Ditangkap

Polisi Gadungan Ditangkap
Senin, 23 September 2018 - 14:34 wib
Cari Berita
Ekonomi-Bisnis Terbaru
Hotel Prime Park Promo Wedding Expo

Jumat, 21 September 2018 - 16:01 WIB

Novi UKM Mitra Alfamart

Jumat, 21 September 2018 - 15:27 WIB

Belanja Hemat hingga 50 Persen di Informa WOW Sale

Jumat, 21 September 2018 - 14:45 WIB

Aplikasi BPJSTKU Raih Penghargaan ASSA Recognition Award di Vietnam
BPJS TK Beri Penghargaan pada Tiga Perusahaan Terbaik

Kamis, 20 September 2018 - 20:34 WIB

Sagang Online
loading...
Follow Us
Populer hari ini