Korban Meninggal 392 Orang
Senin, 13 Agustus 2018 - 18:41 WIB > Dibaca 357 kali Print | Komentar
JAKARTA (RIAUPOS.CO) - Penanganan darurat dampak gempa bumi di Nusa Tenggara Barat (NTB) memasuki hari ketujuh. Penanganan terus dilakukan. Data korban terus bertambah hingga mencapai 392 orang. Sementara gempa susulan juga terus terjadi.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) merekam hingga kemarin (12/8) pukul 15.00 Wita telah terjadi sebanyak 576 gempa susulan. Korban meninggal terbanyak masih di Kabupaten Lombok Utara 339 orang, Lombok Barat 30 orang, Kota Mataram 9 orang, Lombok Timur 10 orang, Lombok Tengah 2 orang dan Kota Lombok 2 orang.

Korban luka-luka tercatat 1.353 orang, 783 orang di antaranya luka berat dan 570 orang luka ringan. Korban luka-luka paling banyak terdapat di Lombok Utara sebanyak 640 orang. Sementara itu jumlah pengungsi mencapai 387.067

orang yang tersebar di ribuan titik pengungsian. Sebaran dari pengungsi adalah di Kabupaten Lombok 198.846 orang, Lombok Barat 91.372 orang, Kota Mataram 20.343 orang, dan Lombok Timur 76.506 orang.

Sementara kerusakan fisik meliputi 67.875 unit rumah rusak, 606 sekolah rusak, 6 jembatan rusak, 3 rumah sakit rusak, 10 puskesmas rusak, 15 masjid rusak, 50 unit mushola rusak, dan 20 unit perkantoran rusak.  ”Pendataan dan verifikasi masih dilakukan petugas,” kata Kapusdatin dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho kemarin.

Sutopo mengatakan, beras, sembako dan keperluan dasar untuk pengungsi harus tersedia mengingat masa pengungsian masih akan berlangsung lama. Listrik juga belum seluruhnya menyala. Di Kecamatan Gangga Lombok Utara masih gelap gulita saat malam hari.  Untuk mengatasi penerangan, sebanyak 200 unit genset sudah disalurkan dimana 100 unit dari BNPB dan 100 unit bantuan dari swasta.

”Patroli terus ditingkatkan oleh Polri. Saat ini jumlah kriminalitas sudah turun 70 persen,” jelas Sutopo.

BNPB juga mengimbau agar distribusi bantuan tidak dilakukan secara sembarang. Secara khusus, BNPB tidak menganjurkan bantuan berupa susu formula dan makanan bayi. Khusus bagi ibu dengan bayi dibawah 2 tahun, disarankan untuk tetap menyusui. “Meski kondisi darurat harus tetap menyusui, Tidak bisa digantikan dengan susu formula,” ungkap Sutopo.

Susu formula dan sejenisnya tidak dianjurkan karena peralatan untuk mengolahnya sulit didapatkan. Seperti air bersih, alat memasak dan botol steril.  “Pemberian susu formula meningkatkan risiko diare, kurang gizi, bahkan kematian bayi,” kata Sutopo.

Sutopo menjelaskan, dalam beberapa pengalaman sebelumnya, susu formula dan susu bubuk adalah bantuan umum diberikan dalam keadaan darurat. Sayangnya, produk-produk tersebut seringkali dibagikan tanpa kontrol yang baik dan dikonsumsi oleh bayi dan anak-anak yang seharusnya masih harus disusui. ”Akibatnya, diare meningkat pada bayi usia di bawah enam bulan yang menerima bantuan susu formula. Dua kali lebih banyak dibandingkan mereka yang tidak menerima,” jelasnya.

Sutopo menambahkan, Unicef dan WHO sebagai Badan Perserikatan Bangsa-Bangsa telah mengingatkan bahaya pemberian susu formula di pengungsian. Banyak kasus saat bencana di dunia, pemberian susu formula kepada balita dan anak-anak justru meningkatkan penderita sakit dan kematian.  “Tapi ada pengecualian. Kalau bayinya tidak bisa disusui, boleh diberi susu formula. Tapi peralatannya harus steril dan kesehatannya harus terus dimonitor,” jelasnya.(tau/jpg)

KOMENTAR
Berita Update
Ini Alasan Sebagian Caleg Golkar Dukung Prabowo-Sandiaga

Ini Alasan Sebagian Caleg Golkar Dukung Prabowo-Sandiaga
Senin, 24 September 2018 - 21:31 wib
Buni Yani Bergabung di BPN Prabowo-Sandiaga

Buni Yani Bergabung di BPN Prabowo-Sandiaga
Senin, 24 September 2018 - 21:04 wib
PDIP Apresiasi Tranparansi Laporan Awal Dana Kampanye

PDIP Apresiasi Tranparansi Laporan Awal Dana Kampanye
Senin, 24 September 2018 - 20:26 wib

Belum Mau Nikah
Senin, 24 September 2018 - 18:52 wib
Calon Anggota DPRD Inhu Bertambah Jadi 531 orang

Calon Anggota DPRD Inhu Bertambah Jadi 531 orang
Senin, 24 September 2018 - 17:43 wib

Komunitas BIJAK Dilatih Tim Desa Binaan LPPM Unri
Senin, 24 September 2018 - 17:41 wib

Komitmen Kampanye Damai
Senin, 24 September 2018 - 17:04 wib

Sungai Salak Juara MTQ Kecamatan Tempuling
Senin, 24 September 2018 - 17:00 wib

1 Dekade Eka Hospital Melayani Sepenuh Hati
Senin, 24 September 2018 - 16:43 wib
Cari Berita
Nasional Terbaru
Menteri Keuangan Imbau Perusahaan Gunakan Rupiah

Sabtu, 22 September 2018 - 15:49 WIB

TGB Blak-blakan Bicara Tudingan Gratifikasi

Kamis, 20 September 2018 - 18:43 WIB

Pamflet Undangan Diskusi Divestasi Newmont itu Hoax

Kamis, 20 September 2018 - 14:11 WIB

BPJS Kesehatan Laporkan Pengkritik

Rabu, 19 September 2018 - 15:48 WIB

TP PKK Bengkalis Wakili Riau ke Tingkat Nasional

Rabu, 19 September 2018 - 12:00 WIB

Sagang Online
loading...
Follow Us