Tujuh Rumah di Kuala Enok Terkena Abrasi

Riau | Senin, 13 Agustus 2018 - 15:30 WIB

Tujuh Rumah di Kuala Enok Terkena Abrasi
KORBAN ABRASI: Petugas BPBD Inhil bersama warga mengevakuasi benda-benda berharga milik korban abrasi di Kuala Enok, Tanah Merah, Sabtu (11/8/2018).

INHIL (RIAUPOS.CO) - Dalam dua hari terakhir ini, setidaknya dua kali terjadi abrasi di Gang Prigi, Kelurahan Kuala Enok, Kecamatan Tanah Merah. Akibat musibah ini, sebanyak tujuh rumah mengalami kerusakan.


Abrasi pertama terjadi pada Sabtu (11/8) sekitar pukul 09.00 WIB, di mana lima unit rumah kayu mengalami kerusakan. Kemudian pada Ahad (12/8) sekitar pukul 10.00 WIB abrasi kembali terjadi.


‘’Musibah kali ini merusakan sekitar dua unit rumah,” ungkap Kepala Pelaksana (Kalksa) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD)  Indragiri Hilir (Inhil) H Yusfik, Ahad (12/8).
Walau tidak terdapat korban jiwa dalam musibah tersebut, namun kerugian ditaksir mencapai ratusan juta. Untuk sementara para korban mengungsi ke rumah sanak keluarga dan tetangga yang dinilai aman.


Pascamusibah itu, sejumlah petugas BPBD langsung diturunkan ke lokasi kejadian untuk melakukan evakuasi, baik benda berharga maupun yang lainnya. Diharapkan warga sekitar lebih waspada dan tidak mendiami tempat yang rawan longsor.


Hasil identifikasi sementara, diungkapkan Yuspik, bencana abrasi atau tanah longsor disebabkan oleh arus sungai yang begitu deras yang mengikis permukaan tanah, sehingga tanah tersebut tidak mampu lagi untuk menahan beban yang ada di atasnya.


‘’Saya mengimbau kepada warga, khususnya warga sekitar agar lebih berhati-hati. Apalagi jika kondisi hujan, arus sungai semakin deras dan gesekan terhadap permukaan tanah semakin kuat,” sebutnya.


Sementara itu Bupati Inhil HM Wardan yang sesaat setelah kejadian menerima laporan, langsung menginstruksikan instansi terkait untuk mempersiapkan bantuan logistik terhadap para korban.


Dia mengaku prihatin atas bencana tanah longsor yang terjadi. “BPBD dan Dinas Sosial telah kita arahkan untuk mempersiapkan bantuan bagi para korban,” papar bupati.


Bupati berharap kepada para korban untuk bersabar menghadapi musibah dan menganggap bencana itu. Dia menilai musibah tersebut merupakan peringatan agar selalu mengingat Allah, dengan memperbanyak ibadah.


‘’Insya Allah kalau tidak ada halangan Saya akan segera mengunjungi para warga korban bencana,” ucap mantan Sekretaris Kota (Sekko) Pekanbaru itu.(adv)





Tuliskan Komentar anda dari account Facebook