Alasan Prabowo Tak Gandeng Ulama Jadi Cawapresnya
Sabtu, 11 Agustus 2018 - 12:33 WIB > Dibaca 1008 kali Print | Komentar
Alasan Prabowo Tak Gandeng Ulama Jadi Cawapresnya
PASANGAN CAPRES-CAWAPRES: Partai pengusung resmi mendaftarkan pasangan bakal capres-cawapres Prabowo Subianto dan Sandiaga S Uno ke KPU, Jumat (10/8). (ISSAK RAMADHANI/JAWAPOS.COM)
JAKARTA (RIAUPOS.CO) - Prabowo Subianto mengambil Sandiaga S Uno sebagai pendamping di Pilpres 2019. Pasalnya, itu berarti Ketua Umum Partai Gerindra itu tidak menjalankan rekomendasi Ijtima Ulama yang menyarankannya agar berpasangan dengan ulama. Hal ini bertolak belakang dari Joko Widodo (Jokowi) yang menggandeng Ma’ruf Amin sebagai Cawapresnya.

Ketua DPP Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Mardani Ali Sera mengatakan, alasan dipilihnya Sandiaga Uno sebagai cawapres Prabowo Subianto sudah melalui perhitungan panjang. Salah satu alasannya, yakni Prabowo Subianto tidak ingin membenturkan antaraulama.

Sebab cawapres Joko Widodo (Jokowi) adalah ulama, yakni Ma’ruf Amin. Sehingga Prabowo mencari jalan tengah dengan memilih Sandiaga Uno. "Ini kebijaksanaan yang dalam. Kalau diambil salah satu ulama maka seolah-olah membenturkan antara ulama," ujar Mardani saat dihubungi, Sabtu (11/8).

Wakil Ketua Komisi II DPR ini menambahkan, semua harapan ulama bakal diakomodasi oleh Sandiaga Uno. Sehingga walaupun cawapres Prabowo bukan dari kalangan ulama, namun tetap ada keberpihakan kepada ulama dan para kiai.

"Yang penting itu semua harapan ulama soal Indonesia terwujud," katanya.

Lebih lanjut Mardani menuturkan, Prabowo sangatlah menghargai ulama. Pasalnya dalam memilih Sandiaga Uno dia terus meminta masukan kepada ulama. "Jadi, semua keputusan itu didiskusikan para ulama," pungkasnya.

Sebelumnya, ‎calon wakil presiden Ma’ruf Amin menyindir hasil Ijtima Ulama yang tidak dijalankan di salah satu pihak pada Pilpres 2019 ini. Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) itu tidak ingin menyebutkan nama yang dimaksud.

Dia hanya mengatakan pihak tersebut selalu mengungkapkan menghargai ulama. Namun, kenyataannya hasil rekomendasi Ijtima Ulama tidak dijalankan.

"Ada sebelah sana bilang menghargai ulama, tapi usu‎l Ijtima Ulamanya tidak didengerin. Malah wakilnya bukan ulama," ujar Ma’ruf Amin di DPP PPP, Jalan Diponegoro, Jakarta, Jumat (10/8). (gwn/JPC)

Sumber: JPNN
KOMENTAR
Berita Update
Berlakukan Standardisasi Digitalisasi Nozzle
Cegah Praktik Curang SPBU
Rabu, 15 Agustus 2018 - 13:50 wib
Pabrik Tapioka Kekurangan 300 Ton Singkong per Hari

Pabrik Tapioka Kekurangan 300 Ton Singkong per Hari
Rabu, 15 Agustus 2018 - 13:49 wib
Suhu Capai 35 Derajat Celsius

Suhu Capai 35 Derajat Celsius
Rabu, 15 Agustus 2018 - 13:36 wib
Rupiah Terpuruk, Investasi Melambat

Rupiah Terpuruk, Investasi Melambat
Rabu, 15 Agustus 2018 - 13:00 wib

LAMR Kota Dumai Dilantik
Rabu, 15 Agustus 2018 - 12:51 wib
Kepala BKPP Sebut Pengedar Sabu Bukan PNS Dumai

Kepala BKPP Sebut Pengedar Sabu Bukan PNS Dumai
Rabu, 15 Agustus 2018 - 12:47 wib
Kemenkum HAM Ultimatum Lapas Lhokseumawe
Napi Kabur di Rumah Sakit
Kemenkum HAM Ultimatum Lapas Lhokseumawe
Rabu, 15 Agustus 2018 - 12:30 wib

ACE Hardware Panam Tawarkan Promo Time for Aceventure
Rabu, 15 Agustus 2018 - 12:24 wib

Rabu, 15 Agustus 2018 - 12:13 wib

Hari Ini, 54 Komisioner Bawaslu Dilantik
Rabu, 15 Agustus 2018 - 11:50 wib
Cari Berita
Politik Terbaru

Rabu, 15 Agustus 2018 - 12:13 WIB

Hari Ini, 54 Komisioner  Bawaslu Dilantik

Rabu, 15 Agustus 2018 - 11:50 WIB

Farhat Abbas  Disiapkan  untuk Lawan  Fadli Zon

Rabu, 15 Agustus 2018 - 11:30 WIB

Aher Gantikan Sandi Uno Terbentur UU Pilkada

Rabu, 15 Agustus 2018 - 11:06 WIB

Belum Ada Laporan Bacaleg Bermasalah

Rabu, 15 Agustus 2018 - 10:55 WIB

Sagang Online
loading...
Follow Us