Kebakaran di Ruangan Kasek
Arsip dan Data Guru SD Negeri 148 Ludes
Sabtu, 11 Agustus 2018 - 09:16 WIB > Dibaca 371 kali Print | Komentar
Arsip dan Data Guru SD Negeri 148  Ludes
MELIHAT PUING: Murid-murid Sekolah Dasar Negeri (SDN) 148 melihat puing-puing bekas kebakaran ruangan kepala sekolah mereka di Jalan Fajar ujung, Kelurahan Labuh Baru Barat, Kecamatan Payung Sekaki, Jumat (10/8/2018). Sakiman/Riau Pos
Berita Terkait



(rp) - Ruang kepala Sekolah Dasar (SD) Negeri 148 yang terletak di Jalan Fajar ujung, Kelurahan Labuh Baru Barat, Kecamatan Payung Sekaki telah dipasang police line. Bangunan yang dulunya kokoh, kini telah ambruk akibat kebakaran yang terjadi Kamis (9/8) sekitar pukul 19.00 WIB.

Pantauan Riau Pos, Jumat (10/8), sejumlah siswa dari batas garis police line  menyaksikan ruang tempat kepala sekola mereka yang telah jadi arang.

Menurut Zaini, salah seorang guru, akibat peristiwa tersebut selain bangunan, api juga melalap habis arsip sekolah, data guru serta piagam yang selama ini diraih."Tak ada yang tersisa, apa penyebab kebakaran saya tidak tahu," ujarnya saat berbincang-bincang.

Ia juga mengatakan, ruang kepala sekolah itu berdampingan dengan penjaga keamanan sekolah. Namun saat ditanya apakah ada korban jiwa akibat peristiwa kebakaran, Zaini mengatakan tidak ada."Tidak ada korban jiwa, kronologis kejadian saya tidak tahu, kerugian material juga saya tidak tahu pasti," kata Zaini.

Kapolsek Payung Sekaki AKP Rachmad C Yusuf saat dikonfirmasi mengatakan sebelum peristiwa itu terjadi awalnya, sekitar pukul 18.30 WIB, Hanizar (44) yang merupakan penjaga sekolah, baru selesai membersihkan ruangan sekolah.

Setelah melakukan tugasnya, saat itu Hanizar langsung pulang ke rumah untuk mandi dan salat.

Tidak berapa lama kemudian, datang seseorang warga untuk memberitahu kepadanya bahwa ada kebakaran di sekolah SDN 148. ‎Mendengar informasi itu, Hanizar langsung menuju kembali ke sekolah tersebut. Saat itu, ia melihat api telah membara di bagian atas rumah yang dijaganya dan ruangan kepala sekolah sudah terbakar.

Melihat kondisi tersebut, ia dibantu warga sekitar langsung memadamkan api dengan menggunakan ember seadanya. tetapi api terlalu besar dan susah untuk dipadamkan.‎

Melihat kondisi tersebut, sebagian warga lainnya langsung menghubungi pihak pemadam kebakaran Kota Pekanbaru untuk memberitahukan bahwa ada sekolah terbakar.

"Saat itu damkar menurunkan empat mobil pemadam kebakaran. Kemudian bertambah 3 mobil (pemadam kebakaran) lagi," katanya.

Api berhasil dipadamkan sekitar pukul 19.30 WIB. Adapun kerugian yang diakibatkan dalam peristiwa tersebut, kurang lebih Rp150 juta.

Dari hasil penyelidikan sementara, diduga api berasal dari hubungan arus pendek listrik. Namun hal itu masih dalam penyelidikan.

"Barang-barang yang terbakar, lima unit kulkas, satu unit AC, dua unit TV, satu set komputer," jelasnya.(lin)


Laporan Sakiman, Kota



KOMENTAR
Berita Update
Masperi: Asosiasi Sangat Dibutuhkan Pemerintah

Masperi: Asosiasi Sangat Dibutuhkan Pemerintah
Rabu, 16 Oktober 2018 - 21:11 wib
Pihak Meikarta akan Investigasi Internal dengan KPK

Pihak Meikarta akan Investigasi Internal dengan KPK
Rabu, 16 Oktober 2018 - 21:10 wib
Akhirnya KPK Tahan Direktur Lippo Group

Akhirnya KPK Tahan Direktur Lippo Group
Rabu, 16 Oktober 2018 - 20:08 wib

Akrab Dengan Reptil
Rabu, 16 Oktober 2018 - 15:46 wib

LPJK Riau Sertifikasi Warga Binaan di Lapas Pekanbaru
Rabu, 16 Oktober 2018 - 15:33 wib

745 Ha Kelapa Sawit PTPN V Tanam Perdana
Rabu, 16 Oktober 2018 - 15:23 wib

Bakso Lapangan Tembak Plaza Citra dengan Konsep Baru
Rabu, 16 Oktober 2018 - 15:12 wib
Cari Berita
Pekanbaru Terbaru
Himaprodi Sejarah Galang Dana Sulteng, Terkumpul Rp16 Juta lebih
Mobil Dinas Masih Dikuasai Mantan Pejabat

Selasa, 16 Oktober 2018 - 11:18 WIB

Tunjangan PNS Pemko Dipotong Bantu Korban Bencana

Selasa, 16 Oktober 2018 - 11:13 WIB

Tes Wawancara Belum Dilakukan

Selasa, 16 Oktober 2018 - 10:59 WIB

Pagi Ini, Tablig Akbar UAS dan Launching ATM Beras

Selasa, 16 Oktober 2018 - 10:44 WIB

Sagang Online
loading...
Follow Us
Populer hari ini